29 Sep 2016

7 Kegiatan "Me Time" Versi Ayah


7 kegiatan "me time" versi ayah. Berbicara tentang me time, biasanya lebih banyak mengarah ke ibu-ibu. Maklum, para ibu yang selalu disibukkan dengan rutinitas harian seperti mengurus anak, suami, menyiapkan makan, bahkan sebagian ibu melakukan semua itu setelah pulang dari kerja. Dengan segala macam kesibukan yang tidak ada habisnya itu, rasanya wajar jika banyak ibu mengeluhkan perlunya mereka menyenangkan diri sendiri.

Banyak artikel yang membahas tentang hal ini, mulai dari penjelasan tentang perlunya me time, jenis-jenis kegiatan yang bisa dilakukan, dan tips mencuri waktu untuk menikmatinya. Sangat penting untuk menyediakan waktu menikmati hidup agar kita tetap waras. Karena kitalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak, ibu yang tidak bahagia akan membesarkan anak yang tidak bahagia juga. Kira-kira begitulah isi artikel yang sering saya baca baik dari buku maupun dari media online tentang pentingya me time bagi para ibu.

Bagaimana dengan ayah? Apakah perlu me time juga? Jika didefinisikan bebas, ayah adalah seorang pria yang dulunya lajang, kemudian terikat pada sebuah pernikahan, lalu dikarunia seorang atau beberapa orang anak. Panggilannya bisa ayah, bapak, abi, atau Papa.

Yang perlu saya garis bawahi di sini adalah pria pendamping kita ini dulunya adalah seorang lajang, bujangan yang memiliki kebiasaan dan hobi sendiri. Mungkin dia penyuka futsal, suka nongkrong di warung kopi sampai tengah malam, nonton atau aktifitas lainnya. Semua itu dilakukan bebas tanpa ada teguran dari siapa-siapa. Setelah menikah, aktifitas sewaktu masih bujang otomatis harus dikurangi.

Pagi kemarin terlibat obrolan dengan bapak-bapak di kantor. Rupanya mereka juga punya unek-unek seperti kita dan saling curhat sesamanya.

“ Yang saya tidak suka dari istriku, dia selalu suruh singgah beli ini itu kalau saya keluar rumah” kata si A sambil bersungut

Disambung sama si B “persis istriku, setiap pulang kantor, kalau tidak disuruh singgah beli susu, popok, macam-macam permintaannya, sepertinya selalu ada yang habis di rumah”

“Kita sama ternyata “ kata si A sambil ngajak tos si B

Cerita mereka sambung menyambung yang intinya adalah betapa repotnya mereka dengan titipan istri setiap mereka berada di luar rumah. Mereka heran kenapa semua printilan teringat saat-saat demikian, bukan pada saat belanja bulanan atau saat mereka berdua sedang keluar rumah.

Terus terang saya ngikik pas mendengar obrolan ini, persis dengan keluhan Pap Nay. SMS daftar pesanan saya kalau dia di luar lumayan panjang. Karena menyadari hal ini, dia pantang tidak menyimpan uang cadangan di dompetnya.

Wajar sebenarnya jika para suami mengeluh, otaknya tidak dirancang untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. Mereka terbiasa fokus pada satu hal saja, kalau rencana ke toko bahan bangunan, maunya ke toko itu saja, bukannya disuruh singgah beli ini itu. Tidak seperti kita kaum perempuan, otak bercabang membuat kita mudah saja ber-multi tasking.

Saat menganalisis hal kebiasaan buruk istri mereka, si bapak-bapak yang ngerumpi mengambil kesimpulan berbeda-beda.

“Sepertinya itu bagian dari cara istri saya bermanja-manja” kata si A

“Mungkin dia takut uang yang di dompet saya dipakai untuk foya-foya, makanya disuruh ini itu untuk keperluan rumah” sahut si B

Saya yang mendengarnya langsung mengklarifikasi, mungkin karena kami para istri memang kurang fokus, karena mengurusi banyak hal, jadinya banyak yang terlupa. Lagipula yang paling sering keluar rumah kan para ayah, mereka lebih mobile, jadi nyaman bagi istri menitip kepada mereka.

Disadari atau tidak para ayah juga memiliki kerempongan, tapi jenisnya berbeda. Kita tidak tahu desakan apa yang dia terima dari bosnya di kantor, tiba-tiba dalam perjalanan pulang ada amanah singgah beli titipan istri, setiba di rumah diserbu anak yang mengajak main. Itulah makanya banyak ayah yang mengharapkan menikmati kegiatan me time seperti saat mereka masih bujangan.

Berawal dari obrolan teman pagi itu saya melakukan survey kecil-kecil apa saja jenis kegiatan yang para ayah inginkan sebenarnya. Jawaban yang saya terima berbeda-beda, beberapa cukup mengejutkan dan tidak saya sangka.

1. Ngumpul dengan keluarga

Amin (3 anak), karena rumah tinggal di Makassar sementara dia berkantor di Parepare, Pak Amin harus jauh dari keluarga selama 5 hari dalam seminggu. Teman ini mengaku bahwa sangat menikmati waktu berkumpul dengan keluarga di akhir pekan. Biasanya dia mengajak anak istrinya makan-makan di café atau di restoran. Jika waktu libur lebih panjang, teman yang hobi jogging ini sering rekreasi bersama keluarganya.

Tampaknya seperti bukan kegiatan me time ya? teman saya ini berkilah, itulah hal yang paling menyenangkan baginya. Ya baiklah, kita masukkan kegiatan ngumpul dengan keluarga adalah salah satu kegiatan me time.

2. Main game

Boston (1 anak ) sangat menyukai game, khususnya game online. Ketika ditanya bagaimana dia ingin menikmati waktu senggangnya, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah main game.

3. Ngumpul dengan teman

Lain lagi dengan Yopi (1 anak), dia sangat menyukai ngumpul dengan teman-temannya.

“Keluargamu dikorbankan dong, setiap weekend kamu pergi? tanyaku dengan kebiasaannya itu. Soalnya saya tahu selama 5 hari penuh dia keluar kota, berpisah dengan keluarga.

“Saya punya triknya Mba, saya bawa dulu mereka jalan-jalan, habis itu antar ke rumah, trus saya keluar lagi”

Dia menambahkan bahwa memang agar keduanya terlaksana, dia menjadi lebih capek, tapi itu menyenangkan baginya. Nice trick Yopi.

4. Nonton

Nasrul (1 anak) mengaku sangat menikmati kegiatan nonton kartun. Kata dia kartun bisa membuatnya tertawa lepas. Dengan tertawa beban hidup terasa lebih ringan. Film kartun favoritnya ipin-upin, cerita kancil dan banyak lagi.

Lain lagi dengan Yani (3 anak), bapak penggemar berat ayam KFC ini sangat menyukai film horor, uniknya dia lebih menikmati film jika suasana disekitarnya mendukung. Jadi gorden dibiarkan terbuka seakan-akan hantunya mengintip di balik jendela, nontonnya pun harus tengah malam. Katanya lagi lebih afdol lagi jika filmnya ditonton di malam jumat, lebih mencekam. Hahaha ada-ada saja.

Hadi (2 anak), bapak yang hobi fotografer ini juga memilih nonton sebagai bagian dia menikmati waktu senggang, pilihan tontonannya acara lawak di TV.

Oh ya, suami saya juga suka nonton tapi dia memilih acara berita dan national geographic.

5. Jalan-jalan

Arpan (1 anak) memilih naik motor di daerah pegunungan, selain udara lebih segar, dia juga sangat menikmati berkendara di jalanan yang sepi.

Jufri (3 anak) juga memilih jalan-jalan sebagai kegiatan favoritnya, bedanya Jufri menyukai jalan bareng teman-teman, apalagi jika hari itu berakhir dengan acara makan-makan, katanya lebih mengenyangkan menyenangkan lagi.

6. Tidur

Beberapa teman yang sering begadang memikirkan target penjualan di hari kerja memilih tidur sepanjang hari untuk memulihkan tenaganya di akhir pekan.

7. Menyendiri

Indra (4 anak), bapak yang satu ini sangat menyukai  duduk sedirian di bawah pohon depan rumahnya sambil menikmati secangkir kopi, dia bisa menghabiskan berbatang-batang rokok menyaksikan orang yang lalu lalang *anehgaksih

Othman (2 anak) mendambakan sekali-kali bisa tidur di hotel sendirian, bebas menonton sambil makan cemilan, tanpa rengekan anak dan gangguan lainnya. Boleh juga idenya nginap di hotel, apalagi kalau hotelnya seperti JW Marriot Surabaya ya, pasti lebih asyik.

Itulah jenis-jenis kegiatan "me time" versi ayah atau suami. Baru sadar tidak ada yang memilih shopping ya hehehe.

Jadi begitu ternyata, suami tercinta kita mendambakan juga sekali-kali bisa menikmati hobi seperti waktu dia masih bujang. Supaya sama-sama bahagia, yuk kenali kesukaan suami masing-masing dan biarkan mereka memiliki waktu untuk menikmatinya. Tapi para ayah juga jangan sampai kebablasan ya, jangan lupa ada anak istri di rumah menunggumu. ^_^

12 komentar:

  1. suami saya main sama teman dan ngelakuin olahraga favorit hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh sama suami saya, dia juga senang olahraga ;)

      Hapus
  2. Suamiku me timenya ngegame sama dinas luar kota, soalnya sambil dinas sambil jalan-jalan juga dia.. tinggallah istrinya yg mewek ngurus anak sendirian.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi sabar ya mba *pukpuk

      Hapus
  3. ahahay, ternyata para ayah dan suami ini juga butuh me time yah Mba, kirain hanya kita-kita para wanita dan ibu ini yang butuh me time :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayah juga bisa setress tapi ibu lebih baper :D

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. para suami butuh me time nya dengan cara masing2 rupanya :D aku baru denger curahan para bapak itu deh mba.. hihihi, menarik!


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata mereka bisa curhat2an juga ya😁

      Hapus
  6. Hihi saya juga begitu, suka nitip.
    Bahkan pembalut. Untung suamiku mau ji belikan.

    Bagus tulisan ta'.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak, sy juga sering skl nitip2, sampe suami kadang protes hehe

      Hapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis