9 Sep 2017

Tetap Optimis Menjalani Hidup Setelah Resign? Lakukan Langkah-Langkah Ini

Tetap Optimis Menjalani Hidup Setelah Resign? Lakukan Langkah-Langkah Ini
Tetap Optimis Menjalani Hidup Setelah Resign? Lakukan Langkah-Langkah Ini

Per tgl 1 maret 2017 saya berhenti bekerja pada salah satu perussahaan multinasional. Ini keputusan yang besar, karena saya telah bekerja selama 12 tahun di sana. 

Saya bukan tipe pekerja kutu loncat, yang menemukan sedikit masalah langsung memilih pindah ke tempat lain. Oleh karena itu, beratnya saya meninggalkan perusahaan ini bukan karena persoalan gaji yang kata orang di atas rata-rata, atau bukan karena nama besar perusahaan itu sendiri. 

Saya merasa sedih karena orang-orang di dalamnya sudah menempati bagian tersendiri di hati. Mereka ibarat saudara yang setiap hari bertemu, berbagi suka dan duka. 

Saya ingat serunya berbuka puasa bareng di bulan Ramadhan. Menikmati secangkir teh dan bakwan goreng di kantor lebih lahap daripada menyantap hal yang sama di rumah. Celoteh-celoteh riang, candaan menghangatkan suasana buka puasa. Sehingga membuat penganan apapun yang terhidang terasa lezat.

Itu salah satu contoh kecil saja, banyak momen kebersamaan yang tak terlupakan bersama teman-teman kantor saya dulu.

Untungnya Parepare adalah kota kecil. Walaupun jarang berkunjung ke kantor, saya dan beberapa teman masih sering berpapasan, saling berjabat tangan dan bertukar kabar. 

***

Untuk menanggapi artikel Mak April Hamsa Cara Membangun Optimisme Supaya Tetap Semangat Menjalani Hidup, saya ingin berbagi artikel terkait bagaimana agar tetap optimis menjalani hidup setelah resign.

Ketika kamu sudah merasa tidak cocok pada suatu perusahaan, atau saat kamu ingin mengembangkan ide di tempat lain, baik itu perusahaan berbeda atau usaha sendiri, biasanya saat itulah kamu mempertimbangkan untuk resign.

Resign bukan kiamat. Ini adalah salah satu fase pilihan hidup. Hanya saja resign sebaiknya tidak dilakukan serta merta ketika niat tersebut terbesit di benak. Beberapa hal sebaiknya dilakukan. 

Baiklah secara garis besar, inilah yang saya sarankan kamu lakukan sebelum mengajukan surat permohonan berhenti kerja: 

Sholat Istikharah 

Mintalah pendapat Tuhan. Untuk yang beragama Islam lakukanlah sholat istikharah. Karena manusia hanya berencana, Allah yang paling tahu apa yang terjadi di masa depan. Dengan sholat istikharah, langkah kita menjadi mantap karena yakin apapun yang kita lakukan ada Allah SWT menyertai. 

Menjalankan Bisnis

Sebelum berhenti kerja, pastikan kamu punya usaha yang sudah berjalan. Tidak perlu usaha yang menguras tabungan. Sederhana saja dulu, yang operasionalnya bisa dijalankan tanpa kamu harus terjun langsung. 

Terlebih jika pasangan kamu tidak memiliki penghasilan, pastikan tips ini kamu lakukan. 

Setahun sebelum resign saya membuka kios pulsa. Kecil-kecilan, modal sewanya hanya 2 juta. Seiring waktu, usaha tersebut bertambah produk barang-barang kelontong. Ketika saya berhenti kerja, warung kelontong plus kios pulsa tersebut sudah memiliki pelanggan dan bisa memberikan pemasukan tambahan yang stabil. 

Lunasi Semua Utang

Jangan biarkan ada utang, apalagi utang berbunga yang menjeratmu saat resign. Miliki azzam yang kuat untuk melunasinya sebelum resign. Caranya percepat pelunasan utang bank. Jika gaji tidak cukup, carilah tambahan penghasilan seperti poin kedua di atas. 

Kalau utang saya terlalu banyak bagaimana Jeng? 

Kuatkan niat untuk melunasinya karena Allah, insya Allah dimudahkan ditunjukkan jalan olehNya. 

Tips bebas dari utang bisa baca buku-buku Mas Saptuari Sugiharto, ikuti grup dan fans page beliau di Facebook. 

Jangan pakai gaji 6 bulan terakhir

Hal ini penting untuk berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ingat, ketika berhenti kerja, fasilitas seperti tunjangan kesehatan turut lenyap. 

Tidak memakai gaji 6 bulan terakhir untuk dana cadangan jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnya keluarga sakit, kecelakaan, dll. 

Selain itu, melakukan hal ini juga sebagai tes atau latihan untuk diri sendiri  “Benarkah saya sanggup bertahan tanpa gaji dari perusahaan?”

Jika kamu sanggup menabung gaji 80-100 %, berarti kamu sudah sangat siap mengajukan surat resign. 

Berat ya? 

Tidak. Kan poin-poin di atas sudah dilakukan; ada kios kecil-kecilan dan utang sudah lunas.

Ajukan Surat Pengunduran Diri, pamit baik-baik dan minta surat pengalaman kerja 

Saya pernah menemukan rekan kerja yang tiba-tiba pergi tanpa pamit, surat pengunduran diri beserta aset kantor dititip di satpam saja. Yang begini jangan ditiru ya hehehe

Itulah beberapa hal yang saya lakukan sebelum resign. Tips ini bukan saya comot dari buku atau artikel, tapi benar-benar saya praktekkan sendiri. 

Hasilnya bagaimana?

Alhamdulillah, saya tidak menemukan kesulitan yang berarti setelah resign, khususnya masalah keuangan. Kebiasaan-kebiasaan sebelum resign masih dilakukan, seperti belanja buku, baju, jajan, sesekali makan di cafe atau warung makan langganan tetap bisa dilakukan tanpa harus membuat suami pontang-panting cari uang tambahan. 

Dengan melakukan langkah-langkah di atas juga membuat kamu lebih relaks pasca resign. Kamu tidak perlu terburu-buru cari kerja atau membangun bisnis baru. Kamu punya banyak waktu untuk mempertimbangkan langkah terbaik apa yang selanjutnya dilakukan, memilih bisnis potensial apa yang cocok dengan kepribadian dan hobi kamu. 

Saya menemukan bisnis Kangen Water setelah dua bulan liburan dan mempertimbangkannya di rumah. Alhamdulillah, keputusan memiliki mesin Kangen Water adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya lakukan. Kami menjadi sehat sekeluarga, bisa bersedekah air sehat, dan juga menghasilkan uang. (Untuk info lebih lanjut tentang bisnis Kangen Water silahkan hubungi WA 081342045910) 

Semoga bermanfaat.

Nur Islah

7 Sep 2017

Merdeka Saat Menjadi Ibu Rumah Tangga


Eh sekarang hari apa ya? 

Kamu pernah lupa hari? Saya sering 6 bulan belakangan ini. Mengira jumat padahal kamis, menyiapkan seragam batik padahal harusnya pakaian pramuka buat dipakai Si Kakak. 

Itu baru persoalan hari, kalau ditanya tanggal, saya lebih sering lupa dari pada ingat.

Apakah saya terserang insomnia? 

Tidak. 

Saat menjadi ibu yang full time di rumah, saya menjadi kurang memperhatikan kalender. Sangat berbeda ketika kerja kantoran, tempo-tempo menengok kalender meja, lantaran kerap membuat email dan update data. 

Selama 6 bulan, saya cuma hilir mudik di bangunan 7 x 10 meter, yaitu dapur, kamar, dan teras. Paling jauh ke pasar, itupun selalu bersama Pap Nay dan anak-anak. Sangat jarang saya pergi sendiri. Seringnya rombongan sekeluarga. Kedengarannya sedih amat ya, terkungkung di rumah. 

Bisa jadi orang yang melihat berpikiran begitu, tapi percayalah 6 bulan itu masa-masa paling merdeka saya sebagai manusia.

Saya tidak harus buru-buru mandi,tidak dikejar laporan, tidak harus delapan jam di kantor, dan tidak perlu lembur. Saya bebas mau mandi jam berapa pun, entah itu pagi, siang, atau dijamak di sore hari. 

Walaupun bukan akhir pekan, saya enteng membawa anak-anak ke cafe. Menikmati semilir angin laut sambil menyantap penganan pisang goreng keju dan jus jeruk kesukaan Ayyan. Pap Nay tidak pernah melarang, kalau sempat, beliau mengantar. Jika tidak, kami bertiga menunggu pete-pete kuning, cukup bayar Rp.5000, pak sopir mengantar sampai tujuan.

Saya bisa menjalankan bisnis dengan nyaman. Tidak perlu khawatir terdengar si bos kalau lagi menerima telepon pelanggan. Bebas menuangkan ide-ide marketing tanpa harus terganggu pikiran masih ada email yang harus di follow up. 

Tentu saja merdeka bukan berarti semua harus indah. Langit saja gak selalu biru cerah, sering mendung, bahkan sesekali ada petirnya. Tayangan sinetron India kesukaanmu pun ada jeda iklannya, padahal jantungmu sudah berdegup kencang menunggu kelanjutan adegan si aktor dan aktris bertatap-tatapan dan berbicara dalam hati :D 

Sama. 

Menjadi ibu rumah tangga memang menyenangkan, sambil dasteran bisa menjalankan hobi tanpa terikat jam kerja. Tapi iklan menguras emosinya juga buaaayaakkkkkkkk. (tuh kan sampai butuh K berlapis)

Berbulan-bulan saya berusaha menyesuaikan diri dengan ritme kerja IRT, kadang merasa lemas duluan melihat pakaian kotor menggunung, sementara keranjang penuh pakaian bersih menunggu dilipat. 

Saya teringat istilah produk jualan di kantor dulu, barang yang cepat laku disebut fast moving product. Nah pekerjaan IRT itu perputarannya tak kalah cepat. Lantai disapu sekarang sebentar kotor, disapu lagi kotor lagi. Dibereskan di sini, di situ berantakan. Kondisi rumah rapi menjadi berantakan itu terjadi dalam hitungan menit. 

Bukan hanya beradu dengan kekompakan dua bocah mengobrak-abrik keranjang mainan, menggunting kertas, memasukkan segala macam ranting ke dalam rumah. Saya juga beradu dengan angin yang selalu merontokkan daun dua pohon mangga depan rumah. Kalau lagi rajin dua kali sehari saya menyapu halaman. Saat berat tulang diajak gerak, ya menunggu angin membawa pergi tuh daun :D 

Sekarang, saya mulai bekerja lagi. Diamanahi profesi baru yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Yang sekarang ini tidak memakai jam kerja harus datang pukul 8 pulang jam 4 teng, tapi harus siap bekerja setiap saat jika dibutuhkan. 

Saya percaya setiap profesi ada suka dukanya. Setiap jalan hidup ada tantangannya. Kalau mau senang terus, ya nanti...di surga. 

Tulisan ini untuk menanggapi artikel #KEBloggingCollab Mak Diah Kusumastuti di sini.

23 Agt 2017

Ketika Handphone Membuang Waktumu

Ketika Handphone Membuang Waktumu

Islah, seorang ibu dua anak, mengeluhkan waktu yang sangat kurang. Dia merasa pagi baru dimulai kenapa azan magrib begitu cepat terdengar. Sementara pekerjaannya belum rampung semua. Ada pakaian bertumpuk belum dicuci, sementara jemuran kemarin menunggu dilipat. 

Islah memiliki daftar yang panjang rencana pekerjaan yang akan dia selesaikan hari itu, dia sudah berencana melakukannya satu per satu nanti. Mengapa ketika hari menjelang malam, hanya setengah dari daftar pekerjaannya yang berkurang.

Islah mengevaluasi diri, apa yang salah dengannya hari ini? 

Tadi pagi, anak pertamanya sudah berangkat sekolah. Seharusnya saat itu adalah jadwal menyapu. Tapi dia memutuskan mengambil HP, menjawab chat yang masuk. Ada percakapan menarik di grup whatsapp yang dia ikuti. Dia baru sadar, jam sudah menunjukkan pukul 9 ketika memutuskan menyimpan gadgetnya. 

Baru juga dia akan beranjak dari kursi, tiba-tiba anak kedua bangun. sudah menjadi kebiasaan ketika bocah laki-laki berusia 4 tahun itu bangun, dia akan bermanja-manja pada ibunya. Sembari meminum susu, dia akan berada di pangkuan ibunya sekitar 10-15 menit. Di saat itu, plan kerja sudah kacau, Islah sudah lupa dengan jadwal yang sudah disusunnya semalam, dan mulai mengabaikannya.

Islah mulai menyapu halaman. Selesai satu. Tapi dapur masih berantakan, bekas minyak masih banyak menempel di kompor. Tadi adiknya membuat sarapan menu telur ceplok, percikannya menyebar sampai di lantai. 

HP berbunyi, nada pesan masuk terdengar berulang. Ah, mungkin itu pesan dari calon pembeli, karena Islah seorang ibu yang juga berbisnis dari rumah, mengabaikan bunyi chat masuk bisa menghilangkan potensi rezeki. Detik ini dia sudah lupa kalau dia akan membereskan dapur.

Benar saja, seorang teman bertanya-tanya tentang bisnisnya. Islah menjelaskan apa yang ditanyakan teman dan tak lupa menawari ikut seminar untuk lebih paham. Sebenarnya percakapan online dengan teman ini hanya berlangsung 5-10 menit, tapi Islah tidak menyimpan HP setelahnya, melainkan tergoda membuka facebook. 

Beranda facebook dipenuhi cerita lucu percakapan Aylaview, Islah tidak tahan untuk tidak komentar atau sekedar memberi jempol pada status yang memang membuatnya tertawa. Aktivitas ini tidak terasa membuang banyak waktunya, hari sudah menjelang siang.

 ***

Yang saya tulis di atas itu nyata, terjadi pada tokoh Islah memakai nama saya sendiri. Mungkin saya tidak sendiri, banyak ibu-ibu lain yang mengalami hal serupa. 

Ada beberapa penghambat mengapa produktivitas menjadi sangat berkurang. Seperti tidak menyusun daftar pekerjaan dan melakukannya berdasarkan tingkat prioritas, tidak mendelegasikan yang bisa didelegasikan, dan sebagainya. 

Tapi sebenarnya penyebab utama adalah kita terlalu banyak bermedia sosial. Padahal jika dihitung-hitung, banyaknya waktu yang terbuang dengan aktivitas ini tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan. Malah, saya pribadi merasa telah kelebihan informasi. Otak saya bekerja lebih keras, berusaha memilah dan menyaring berita. 

Sebut saja contoh, cerita seorang istri yang baru saja kehilangan suaminya yang kanker mulut. Pada awalnya suami mengeluhkan sariawan yang tak kunjung sembuh, dan akhirnya ketahuan sakit setelah kanker yang dia derita sudah mencapai stadium akhir. Cerita sedih ini viral dalam hitungan jam di fesbuk. 

Sedikit banyak ini mempegaruhi pikiran, tadinya saya tidak mengkhawatirkan sariawan yang saya derita sejak dua pekan lalu, akibat berita viral ini saya tiba-tiba menjadi sangat khawatir. 

Itu hanya salah satu contoh saja. Jika dihitung-hitung aktivitas bermedia sosial memakan banyak sekali waktu tanpa kita sadari. Riset yang dilakukan oleh Vserv, rata-rata penggunaan smartphone di Indonesia menghabiskan waktu 129 menit per hari. Bayangkan 2 jam 15 menit! Kalau dipergunakan maksimal, waktu segitu lebih dari cukup untuk membersihkan satu rumah sampai kinclong. 

Jumlah 129 menit itu hasil risetnya, kenyataannya kita mengeloni smartphone jauh lebih lama dari itu. 

Saya pernah meng-upload di instagram @pulau_ila tentang bagaimana anak kedua saya sampai menanyakan sesuatu yang sangat menusuk. Begini percakapannya; 

Rayyan : "Mama sayang HP?"
Mama   : "Tidak"
Rayyan : " Kenapa Mama selalu pegang HP?"

Duh, detik itu handphone langsung saya singkirkan, menyimpannya di atas lemari. 

Untungnya saya segera menyadari kekeliruan ini. Saya mulai mengatur waktu kapan boleh menyentuh handphone, kapan menyimpannya. Jika ingin berselancar di dunia maya, saya mulai membatasi diri dengan cara melihat jam sebelum bermedsos supaya tidak lagi kebablasan. 

Bagaimana dengan kalian, moms? Share ya cara kalian mengatur jadwal bermedsos di kolom komentar.

Artikel ini untuk menanggapi tulisan Mak Irna Octaviana Latif di sini

16 Agt 2017

Boston


Boston. Sulit untuk tidak menyimpan nama dia dalam pikiran atau hatimu, walaupun baru pertama kali bertemu. 

Perawakan besar cenderung bulat. Kepala botak, bibir tebal yang selalu berbentuk bulan sabit. Wajahnya selalu terlihat tersenyum. 

Kalau baru ketemu, tanganmu akan dijabat erat. Siapapun kamu, entah kamu memang suka lawakan atau tipe pendiam, kamu akan tetap mendengar joke keluar dari mulutnya. Dia tidak akan peduli lucu atau tidak, tapi biasanya yang mendengar akan tergelak. Bisa jadi bukan karena banyolannya, tapi mimik dan tingkah laku Boston memang mengundang tawa.


Dia adalah penghibur terbaik yang pernah saya kenal. 

Kadangkala, jika kami berjumpa dengan kenalan baru, dia melontarkan kalimat-kalimat lucu. Biasanya bukan kawan baru itu yang heboh tertawa tapi saya yang terpingkal-pingkal.

 Umumnya jika berada di kantor, bahan gurauannya adalah saya, pilihan Boston selalu jatuh pada saya.
"Eh, kenapa kalau bilang tua liatnya ke Nuri" katanya sambil tersenyum jail.

Lihatlah, dia menyebutku Nuri, padahal rekan kerja yang lain memanggilku Ila atau Islah. Dia senang menjuluki teman-teman akrabnya dengan nama alias bikinan sendiri. Dan itu sifatnya tidak sementara, tapi selamanya. 

Baca juga contoh obrolan kami di Fun with coffee

Pedda untuk Asrul, Om Sod untuk Yoseph, Bemz untuk Vetri, Emmang untuk Noni. Yang terakhir hanya karena nama lengkap Noni adalah Emma Noni. 

Apakah ada yang marah? 

Mungkin pada awalnya iya. Kenyataannya kami tidak akan pernah sanggup marah lebih dari sehari pada Boston. 

Selama 12 tahun mengenalnya, sekali saya pernah marah. Gara-gara bertanya padanya saat dia sedang sibuk. Tetiba jawabannya ketus, saya ngambek seharian. 

Apa yang dilakukan Boston? 

Dia berkeliaran di sekitarku sepanjang hari, merayu-rayu, bikin lelucon sampai saya mau tertawa lagi. Padahal dia sedang sibuk. Endingnya, kami berbaikan sebelum balik ke rumah. 

Saling meledek kami lakukan hampir tiap ketemu. Dia bilang sesuatu untuk lucu-lucuan, saya menimpalinya. Selalu begitu. Kami terlihat tidak akur tapi selalu tertawa bersama. Hubungan yang aneh ya. 

Walaupun demikian, hampir seluruh masalah saya ceritakan padanya. Di antara semua teman dialah yang paling tahu isi hati dan kepalaku. 

Dia yang mula-mula tahu ketika bapak sakit. Dia yang pertama datang saat saya akan melahirkan karena dialah yang mengantar ke rumah sakit, dia yang tahu pertama saat saya berencana resign, bahkan berbulan-bulan sebelumnya. 

Saya tidak pernah sungkan curhat padanya karena saya tahu hatinya seputih kertas, tak akan dia sebar rahasia di belakang. Saya tahu dia akan menjaga rahasiaku.

Ketika curhat, dia selalu memberi solusi, kadangkala terasa menggurui, kadangkala dia memarahi, kadangkala dia menyalahkan. Tapi saya tetap plong berbicara padanya, karena saya tahu apa yang dikatakannya benar, semua untuk kebaikanku. 

Dia editorku. Draft artikel paling mentah untuk ditayangkan di blog pun sering saya kirim kepadanya. Susah untuk mendapatkan pujian. Dia menyuruh ganti ini itu. 

"feelnya tidak dapat" 
"Kalimatnya lompat-lompat" 

Mungkin dia satu-satunya editor yang tidak bisa menulis, tapi dia pembaca berita online yang bagus. 

Dia teman yang paling senang pada apapun pencapaianku. Ketika mengkritik dia jujur, ketika memuji dia tulus. 

Baca juga artikel tentang Boston di Kesabaran Berbuah Bahagia

Dari Boston saya mendapatkan definisi me time yang kurang saya sepakati. Me time itu kamu melakukan hal yang kamu sukai tanpa peduli akibatnya. Tak perlu hirau baik untuk kesehatan atau tidak. Saya gemes dia berprinsip begitu.

Boston sangat hobi main game, sering kebablasan sampai larut malam. Dia suka makan makanan enak. Siapa yang tidak suka ya? Bedanya ketika Boston menyukai sesuatu, tidak tanggung-tanggung, benar-benar sampai puas. 

Saya angkat topi betapa Boston menikmati hidup. Tapi saya gerah melihatnya begitu, dan teramat sering membicarakannya sambil berdebat.

Hidup hanya sekali katanya, "Nikmati saja!" 

Boston, teman terbaik itu pergi tgl 13 Mei 2017, sepekan sebelum air kangen yang saya janjikan padanya datang. 

"Katanya kamu mau lihat saya sehat, nanti kasih gratis segalon nah" 
"Kalau untuk kamu apa yang tidak bisa Ton" 

Itu salah satu percakapan saat chat panjang terakhir kami, 4 hari sebelum kematiannya. 

Boston meninggal mendadak, tiba-tiba dadanya sakit sepulang acara ulang tahun ibunya. 

Beliau role model dalam berteman. Sampai sekarang, ketika merasa kurang nyaman pada seseorang saya akan bertanya pada diri sendiri "Kalau begini, kira-kira Boston akan bersikap bagaimana?" 

Ton, saya tidak menduga kamu pergi begitu cepat. Yang pasti ada sekeping hatiku hilang, belum sempat kusampaikan padamu kalau kami semua sayang padamu brother.

13 Jun 2017

5 Gaya Formal Cardigan Batik Muslimah


5 Gaya Formal Cardigan Batik Muslimah [Sponsored Post]

Siapa sih yang tak kenal dengan cardigan

Jenis pakaian yang satu ini merupakan pakaian luar yang sangat digandrungi wanita. Bahkan kini wanita muslimah yang mengenakan hijab juga bisa menggunakan cardigan sebagai andalan. Ada banyak sekali variasi gaya cardigan yang siap menyempurnakan penampilan kita.

Kalau tak ingin ketinggalan saat bergaya, yuk kenali dulu 5 gaya formal cardigan batik muslimah berikut ini!

Cardigan Cantik Berbahan Songket 

Kita akan kelihatan lebih elegan jika menggunakan cardigan berbahan songket pada acara-acara formal. cardigan berbahan songket biasanya dibuat dari benang berkualitas dengan warna-warna yang terkesan glamor. Jenis outer yang satu ini mudah dipadukan dengan variasi baju polos lainnya. 

Cardigan Batik dan Kemeja Polos

Perpaduan cardigan batik dengan kemeja polos akan membuat penampilan wanita muslimah semakin elegan. Kalau ingin lebih serasi, sesuaikan saja warna cardigan batik dengan warna kemeja yang kita kenakan. Hindari cardigan ketat agar kita tetap tampak sopan dan leluasa beraktivitas.

Gamis yang Dipadukan dengan Cardigan 

Siapa bilang mengenakan gamis membuatmu jadi tidak bisa memakai cardigan. Justru gamis polos bisa dipadukan dengan cardigan untuk menampilkan kesan etnik. Gaya berpakaian yang satu ini merupakan alternatif tepat bagi kita yang bosan dengan gamis aneka motif. Kita bisa melakukan berbagai aktivitas secara nyaman sepanjang hari dengan gamis dan cardigan batik. 

Warna Cardigan yang Senada dengan Hijab 

Bila ingin penampilan makin matching dan manis, pilih saja warna cardigan batik yang senada dengan warna hijab. Usahakan untuk mengombinasikan maksimal 3 warna. Supaya penampilan kita tak kelihatan berlebihan. Aneka warna netral seperti cokelat, hitam, dan abu-abu adalah pilihan warna terbaik karena mudah dipadukan dengan jenis warna lainnya. 

Penampilan Elegan dengan Cardigan dan Jump Suit

Cardigan batik muslimah juga tampak serasi jika dipadukan dengan jump suit berwarna gelap. Kita bisa mengandalkan perpaduan gaya ini saat beraktivitas di kantor atau menghadiri pesta. Tambahkan aksesori pelengkap berupa ikat pinggang atau kalung untuk menyempurnakan penggunaan cardigan batik dan jump suit.

Jangan berkecil hati bila belum memiliki cardigan batik yang menarik. Yuk belanja dulu di MatahariMall. Karena MatahariMall punya koleksi cardigan dan busana muslim yang lengkap, berkualitas, dan harganya terjangkau. Belanja pakaian, pasti bikin kita ingat MatahariMall.

7 Mei 2017

Salah Satu Rekomendasi Online Shop SK II


Hai girls, kamu yang suka produk sk ii harus baca ini! 

Kok begitu amat sih kalimat pembukanya ya hehehe 

Jadi begini.. 

Artikel “Mengecek Keaslian SK II” yang saya tulis tahun 2015 silam, tidak disangka tidak dinyana menduduki halaman pertama google dengan mengetik kata kunci “mengecek Sk ii”, “sk ii asli” dan sejenisnya. Sehingga postingan tersebut benar-benar menjadi penyumbang terbesar visitor organik di www.nurislah.com, kejar-kejaran dengan artikel “Membuat Kanopi Sendiri” 

Saya tidak menyangka, tulisan yang saya tulis ala kadarnya itu, bisa menyumbang traffic lumayan buat blog tercinta ini. Apalagi saya bukan beauty blogger dan tidak pernah mereview produk kecantikan sama sekali di blog. 

Nah terkait hal itu, banyak pertanyaan lanjutan dari teman-teman yang menanyakan di mana sih tempat membeli sk ii asli. 

Untuk itu, kali ini saya ingin membagi info tempat saya membeli sk ii dua tahun belakangan ini. 

@skii_world 

Ketemunya di mana? 

Lupa tepatnya kapan, secara tidak sengaja saya membaca tulisan di blog salah seorang beauty blogger, lupa pula namanya siapa. Di situ dia menyinggung tempat langganan belanja SK II. Setelah saya cek IG yang dia maksud, benar-benar racun. 

@Skii_world dimiliki oleh Via Winata. Wanita ini masih berusia 26 tahun tapi sudah sukses jualan online. Jumlah followernya sampai artikel ini ditulis mencapai angka 56.8K! 

Awalnya doski fokus jualan Sk II saja, belakangan skin care nya semakin bervariasi dengan produk merk-merk yang terkenal premium lainnya seperti Laneige, Nature Republic, Miladopiz, Lancome, dll. 

Kenapa saya betah belanja di sini?

Karena harganya murah sis. 

Lihat saja time line IGnya, diskonnya gede, ditambah produk lagi. Misalnya nih kamu beli RNA Essence 50 ml seharga 1.350.000, itu sudah jauh di bawah harga normal, yaitu 1.933.000. Tidak sampai di situ ,kamu juga mendapatkan gratis 1 pcs RNA cream 15 gram senilai 210rb. Lebih murah kan? Kalau dituruti bisa bikin ATM bergetar-getar menggelepar.

Lapaknya mungkin ada di berbagai marketplace, tapi saya biasanya belanja dengan melihat dagangan dia di Instagram. Kemudian chat langsung via line atau whats app. Anaknya ramah, fast response, karena jumlah staf yang membantu juga ada beberapa. 

Keasliannya bagaimana? 

Beberapa tahun berturut-turut Via Winata mendapatkan predikat top buyer sk ii. Hadiahnya gak main-main, biasanya iphone keluaran terakhir. 

Kok saya tahu? Iya karena dia sering menjual hadiah yang dia dapatkan di Instagram. Kalau sudah jadi top buyer dan resmi diapresiasi SK II, masa iya sih produk yang dia jual palsu. 

Di saya kekurangannya satu, ongkirnya agak mahal. @Skii_world selalu pakai Jne reguler yang tarifnya lebih premium. Tapi segera saya pahami ketika menanyakan alasannya, supaya barang yang dia kirim lebih aman sampai di tempat tujuan.

Semoga artikel singkat ini bisa membantu teman-teman yang jauh dari gerai resmi SK II. Ini salah satu rekomendasi saja. Jika teman-teman punya online shop langganan yang lain, boleh ya ditulis di kolom komentar. 

Happy shopping!

Semoga bermanfaat 

Nb : penting! ini bukan sponsored post, tapi kalau dapat gift dari @skii_world setelah baca tulisan ini, lain cerita ya :D

25 Apr 2017

Memilih Nutrisi Tepat di Masa Kehamilan


Banyak ditemukan bayi lahir berukuran kecil padahal kenaikan berat badan ibunya sangat tinggi selama hamil. Ini terjadi akibat ibunya makan banyak tapi jenis makanannya tidak memiliki cukup kandungan gizi yang dibutuhkan. Hal ini dipicu oleh anggapan bahwa makan ketika hamil harus dobel porsi.

"Bukan tidak boleh makan banyak, tapi sebaiknya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh menutrisi janin” kata Dr Tan Shot Yen, seorang pemerhati nutrisi dan praktisi energy healing .

Lebih lanjut Dokter Tan mengatakan bahwa apabila indeks tubuh termasuk kategori normal yaitu indeks massa tubuh 18,5-22,9 sebelum hamil, maka pertambahannya ketika mengandung bisa ditoleransi hanya sampai 10-11 kg atau rata-rata sekitar 1/2 kg per minggu (diatas tri semester pertama). Jika melebihi angka tersebut maka bisa berakibat buruk bagi sang ibu.

Bukan hanya unsur vitamin dan mineralnya, bahkan bau makanan yang dikomsumsi ibu hamil bisa dicium oleh sang janin lho. Dalam sebuah penelitian, diuji coba pemberian kapsul susu dan kapsul bawang putih pada ibu yang berbeda di usia kehamilan 6 bulan. Hasilnya saat pecah ketuban, dokter bisa menebak ibu mana yang mengkomsumsi bawang putih dan yang mana rutin minum kapsul susu.

Untuk itu sebaiknya para ibu menyadari bahwa apapun makanan yang dia komsumsi akan terpecah menjadi molekul-molekul kecil dalam usus, nutrisinya akan dialirkan ke seluruh tubuh, termasuk ke plasenta tempat janin berada. 

Kenapa ibu hamil membutuhkan nutrisi yang baik? 

Nutrisi yang tercukupi akan membantu perkembangan janin di dalam kandungan. Terutama kaitannya dengan perkembangan otak. Janin yang berusia 5 bulan sampai anak berusia 5 tahun sangat membutuhkan gizi yang baik agar cerdas dan pertumbuhan badannya juga baik.

Makanan apa yang tepat untuk ibu hamil?

Berikut ini adalah jenis-jenis nutrisi beserta contoh makanan yang sebaiknya dikomsumsi selama hamil. 

Asam folat

Asam folat bisa didapatkan dari roti gandum, alpukat, kacang almond, pisang, dan bayam. Kegunaannya banyak sekali diantaranya untuk pembentukan sel darah merah pada ibu hamil dan mencegah kecacatan otak atau kecacatan tabung syaraf pada janin. 

Vitamin D

Untuk menjaga penyerapan dan pemanfaatan kalsium pada masa kehamilan. Vitamin D yang cukup juga mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan diabetes. Sumber asupannya berasal dari Ikan tuna, salmon, dan susu. Vitamin ini selain didapatkan dari makanan, juga dari sinar matahari.

Zat besi 

Sebaiknya ibu hamil mengkomsumsi tomat, kentang, daun bayam, kacang merah, dan daging merah agar zat besinya terpenuhi. Ini perlu untuk mencegah terjadinya pendarahan, anemia dan persalinan prematur. 

Vitamin A 

Sangat disarankan kepada ibu hamil untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayuran, utamanya wortel. Selain untuk kesehatan mata, juga sebagai anti oksidan yang akan membuat kulit menjadi lebih baik. 

Kalsium

Tulang terasa linu adalah salah satu tanda tubuh kita kekurangan kalsium. Hal ini sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Wajar, karena kalsium ibu diambil oleh janin. Sehingga sangat penting ibu hamil mengkomsumsi makanan seperti kacang, yogurt, kacang kedelai, dan brokoli agar kebutuhan akan nutrisi ini terpenuhi. Dan jangan lupa kalsium dari susu juga sangat membantu pertumbuhan janin, membuat tulang anak kuat, tinggi badannya serasi. 

Itulah nutrisi makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh ibu hamil agar proses kehamilan sampai persalinan berjalan lancar, janin sehat, lahir sebagai anak kuat dan cerdas.


Referensi: dari berbagai sumber