19 Feb 2017

Tips Sehat dan Langsing Ala Dewi Hughes

Sumber: @hughes.dewi
Tips Sehat dan Langsing Ala Dewi Hughes. Masih ingat Dewi Hughes? Itu lho presenter kondang berbadan besar yang membawa acara Mimpi Kali Ye, Tali Kasih dan Angin Malam. Buat kamu yang hobi nonton program TV di tahun 90an ini pasti tahu sedikit banyak kenaikan ratingnya disumbang oleh kepawaian dia membawakan acara.

Dewi Huhges, perempuan multi talenta yang juga aktif di dunia edukasi dan pemberantasan perdagangan manusia ini ternyata sudah tidak segemuk dulu, doski terlihat lebih cantik, dan berwajah lebih tirus. Terang saja, berat badannya turun sampai 45 kg!

Tidak salah tulis jeng?

Yup benar, dalam 10 bulan Dewi Hughes mampu menurunkan berat badannya hampir setengah kwintal. Angka yang fantastis bukan? mengingat umurnya yang sudah menginjak angka 46 tahun. Seperti yang kita tahu bersama di usia segitu proses metabolisme sudah tidak secepat ketika muda, sehingga banyak terjadi berat badan naiknya kilat, tapi turunnya lambat.

So, metode apa yang dipakai Dewi Hughes selama ini, kok bisa ya. Penasaran? Ini dia rahasianya:

1. Mengubah mindset dengan hypnotherapy

Dewi Hughes percaya bahwa pikiran yang sehat, akan menghasilkan badan yang sehat pula. Jadi ubah mindset dulu. Caranya bagaimana? Pertama definisikan terlebih dahulu masalah di dalam diri, atasi, dan bangun kecintaan pada diri sendiri.
Jadi kamu-kamu jika sedang galau, cari tahu dulu pikiranmu kusut karena apa? Setelah itu atasi masalahnya, karena jangan sampai galau bikin kamu kalap makan.

Apalagi kalau kamu termasuk orang impulsif. Saat sedih pelariannya makanan, kala stres melanda pengennya ngemil, eh giliran bahagia dirayakan pula di restoran. Ayoo angkat tangan yang kesindir :D *yang nulis ngacung pertama

2. Pantangan

Dewi Hughes pantang makan nasi, roti, mie, menu yang digoreng, susu, dan makanan dalam kemasan. Roti dan mie merupakan jenis makanan yang telah melalui proses panjang, nilainya gizinya rendah, dan berpotensi menimbulkan kegemukan. Demikian pula makanan kaleng, dijauhinya karena pasti mengandung bahan pengawet.

Gula dan garam bagaimana? Dewi Hughes menghapus kedua item ini dalam campuran menunya.
Ya ampun ini memanjakan lidah buangett, tapi tidak sehat :(
3. Real Food

Nah inilah santapan sehari-hari Dewi Hughes. Real food di sini maksudnya makanan yang berasal dari tanah (buah dan sayur), disinari matahari (tidak dalam kaleng), dan lokal.

Kenapa harus lokal?

Tuhan menciptakan tubuh manusia itu sudah sesuai dengan lingkungan sekitarnya lho. Analoginya begini, masa iya kita-kita yang hidup di Indonesia, harus membutuhkan makanan yang berasal dari Meksiko misalnya, kalau tidak berasal dari sana maka akan sakit, tidak kan?

Jadi pilih buah dan sayur yang tumbuh di sekeliling kita saja. Lagipula buah lokal tidak perlu semprotan obat pengawet lagi, sehingga lebih aman untuk dikomsumsi. Dan jangan lupa, lebih MURAH. 😁
Pilih yang lokal saja, lebih sehat dan murah
4. Be Happy

Diet ala Dewi Hughes harus dilakukan dengan happy, jangan sampai tersiksa oleh rasa lapar. Makanlah sesering mungkin, lapar makan, lapar lagi, ya makan lagi. Tapi itu tadi pastikan asupannya adalah buah, sayur, dan kacang-kacangan. Sebenarnya rasa lapar itu bisa berasal dari pikiran, dengan perut yang tetap terisi, pikiran tersugesti untuk tetap happy.

Selain senang dan bahagia, kamu juga harus be mind full, makan jangan pakai mulut saja. Sebagai wujud syukur pada tuhan, ciptaanNya dalam hal ini badan kita harus dijaga. Setiap ketemu makanan, sebaiknya tanya dulu pada diri sendiri, “Apakah makanan ini berguna bagi tubuh saya?” jika jawabannya “ya”, berarti boleh lanjut, jika “tidak” sebaiknya dihindari.

Bagaimana teman-teman? jadi tahu kan kenapa Dewi Hughes berhasil diet? kalau tertarik mengikuti gaya hidup baru Dewi Hughes luruskan niat dulu, ubah mindset bahwa tujuan clean eating pada dasarnya agar tubuh lebih sehat, jauh dari penyakit. Dengan demikian dietnya tidak terpaksa tapi dengan happy, kalaupun kamu jadi langsing itu hanyalah bonus.

Tulisan ini untuk menanggapi artikel Mak Diah di sini

8 Feb 2017

Cara Membangun Pagar Rumah Dengan Besi Kotak

[Sponsored Post] Belakangan ini, besi kotak merupakan material yang paling banyak dimanfaatkan sebagai pagar. Besi kotak sendiri dibagi menjadi dua yaitu besi kotak full dan besi kotak lubang. Dimana harga jual besi kotak keduanya berbeda. Begitupula bila ditinjau dari segi kekuatan. Maka besi kotak full tentu lebih kuat.
 
Dalam pembuatan pagar, umumnya kedua jenis besi ini dipakai. Namun yang paling banyak digunakan adalah besi kotak lubang. Karena harga jual besi kotak pipa jauh lebih murah. Adapun langkah - langkah dalam pembuatan pagar rumah umumnya dibagi menjadi dua langkah.
 
Pertama langkah untuk membuat pagar besi dan kedua untuk membuat pagar tembok tempat pagar besi tersebut diletakkan.
 
Proses Pembuatan Pagar Besi

1. Tahap awal pembuatan pagar besi adalah siapkan peralatan dan bahan terlebih dahulu. Peralatan dan bahan ini seperti besi kotak yang disesuaikan dengan ukuran sketsa. Las listrik, palu, dan berbagai alat lainnya.
 
2. Selanjutnya, buat sketsa gambar pagar yang ingin dibuat. Dalam membuat pagar besi ada tiga motif yang sangat umum yaitu kaligrafi, kotak, dan motif. Biasanya pola ukuran kaligrafi kurang lebih 270 cm x 90 cm, motif kotak 330 cm x 90 cm. Untuk pengerjaannya serahkan saja pada tukang las besi.
 
3. Biasanya, proses pengelasan motif kaligrafi dan kotak dilakukan satu per satu. Pengelasan ini menggunakan media besi kotak dengan ketebalan 19 mm. Pada bagian pintu, biasanya disusun dari besi hollow 4/4 yang dilas menjadi bentuk pagar.
 
4. Terakhir, lakukan pengecatan pada pagar besi yang sudah dibuat dengan warna - warna sesuai dengan keinginan. Tujuan mengecatnya, selain untuk keindahan juga agar besinya lebih awet dan tahan lama.

Umumnya proses pembuatan pagar besi ini memakan waktu hingga 1 minggu, bergantung dari cepat tidaknya pengerjaan.
 
Proses pembuatan pagar tembok
 
1. Berbeda dengan pagar besi yang berurusan dengan las, pembuatan pagar tembok berurusan dengan semen dan batu bata. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menggali tanah dengan kedalaman kurang lebih 40 cm sebagai pondasi dan 30 cm untuk sloof pagar.
 
Untuk pagar dengan panjang 10,2 meter, sangat disarankan menggunakan delapan buah fondasi setempat yang masing - masing kurang lebih berukuran 40 cm x 40 cm dan tiga fondasi untuk pagar kaligrafi (tiga untuk besi kotak, dan sisanya untuk pintu tulangan besi fondasi dan sloof 10 mm)
 
2. Pasang sloof dengan ukuran 15 cm x 15 cm dan ikat diantara fondasi untuk mendistribusikan beban pagar. Selanjutnya pasang kolom praktis yang berukuran 15 cm x 15 cm di atas fondasi tinggi kolom berukuran 110 cm sesuai dengan tinggi tembok. Lalu tuang cor beton ke sloof dan fondasi lalu diamkan kurang lebih 5 hari hingga cor kering.
 
3. Setelah tiang - tiang fondasi dibuat, selanjutnya pasang dinding bata di atas sloof, juga di bagian kiri dan kanan kolom praktif. Susun batu bata selang seling agar saling mengikat dan kuat. Diamkan kurang lebih satu hari agar semen kering sempurna.
 
Setelah tembok berdiri, pasang pintu pagar besi tadi dengan mencoak tembok hingga menembus kolom sloof. Selanjutnya sambung besi pagar dengan besi kolom dan sloof. Lalu lakukan proses pengelasan untuk menyatukan pagar sehingga pagar kaku dan kuat.
 
Sedikit catatan dalam proses pemasangan palang pintu besi, dapat dilakukan dengan mencoak lantai lalu tanam palang pada coakan tersebut. Selanjutnya pasang engsel palang pada tembok dengan skrup lalu engsel di pasang pada palang.
 
Cukup rumit memang, sehingga sangat disarankan mengajak orang yang telah berpengalaman dalam dunia konstruksi atau pembuatan pagar. Untuk bahan pagarnya sendiri, sangat disarankan memilih bahan pagar yang berkualitas baik, kuat, dan anti korosif. Meski harga jual besi kotak tersebut lebih mahal. Namun dalam segi keamanan, daya tahan, dan usia jelas lebih lama. Sehingga patut diperhitungkan.
 
Bagaimana teman-teman, sudah tahu kan langkah-langkahnya? Selamat merancang pagar impian ^_^

3 Feb 2017

5 Hal Ini Membuat Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal Perlu Kamu Baca

 
 
 
Merantaulah…
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang).

Merantaulah…
Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran.
Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.
Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni

Merantaulah…
Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing (di negeri orang)

*****
Agaknya syair indah Al Imam Asy Syafi’i itu terserapi dengan baik oleh Cheriatna. Pada tahun 1998, dia yang merupakan seorang anak petani kembang merantau ke Jepang selama 8 bulan untuk menuntut ilmu dan pengalaman dalam sebuah program Noogyou Kenshuu. Puas memetik ilmu di sana, dia rupanya ketagihan mengunjungi tempat baru. Dia kemudian melakukan travelling ke beberapa negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan China.

Sekembalinya ke tanah air, dia lalu  diajak seorang kawan menjual paket umroh. Tak disangka hasil penjualan begitu menggembirakan, ribuan jamaah berhasil diberangkatkan ke tanah suci. Inilah cikal bakal dari bisnis wisata halal yang ia dirikan, Cheria Holiday.

Tak cukup hanya menjadi praktisi saja, rupanya bapak yang memiliki sembilan orang anak ini merasa tidak pantas jika ilmu hanya dipendam sendiri. Beliau kemudian membuat e-book berisi panduan menjalankan bisnis wisata halal yang sudah 5 tahun belakangan ini ditekuninya. E-book ini dibagikan secara gratis kepada siapa saja yang mau belajar bisnis wisata halal.

Pada postingan kali ini saya akan menuliskan resensi buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal, mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan bahan bacaan buat teman-teman, khususnya yang berminat membuka usaha di bidang ini.

Saya merangkum setidaknya ada lima poin yang menjadi alasan kenapa buku ini menarik untuk dibaca:

1. Penulisnya praktisi bisnis wisata halal

Penulis, dalam hal ini Cheriatna merupakan praktisi bisnis travel sejak tahun 2012. Cheria group awalnya hanya memiliki sedikit karyawan dan sekarang sudah mencapai puluhan orang.


Pelayanan ramah dan sempurna membuat daftar tunggu  kebanyakan diisi klien berulang

Cheria Holiday telah mengantarkan ribuan wisatawan ke berbagai negara di belahan bumi ini, seperti Jepang, China, Korea dan Arab Saudi. Rata-rata mereka merasa puas, ini dilihat dari testimoni yang mereka berikan umumnya positif. Tidak mengherankan jika Cheria Holiday dinobatkan sebagai salah satu nominator biro perjalanan wisata halal pada kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional tahun 2016.

Dengan segala kelebihan tersebut, rasanya patutlah kita menyerap pengalaman dari penulis lewat buku ini.

2. Bisnis Umroh Vs Wisata Halal

Sebaik-baiknya buku menurut saya adalah apabila kamu mendapatkan wawasan baru setelah membacanya.

Saya menemukan saran bijak penulis yang ditujukan bagi pemula bisnis travel. Kalau ingin terjun di bisnis ini jangan langsung ambil yang terlalu beresiko, pilih paket travel dulu baru menjual paket umroh. Kenapa? karena bisnis umroh itu berisiko lebih tinggi, contohnya terkait visa yang tidak keluar, pesawat delay, hotel penuh, izin umroh mahal, dan lain sebagainya. Dengan banyaknya ketidakpastian saat pengurusan umroh, sangat rentan bagi pemula mendapatkan kesulitan, utamanya terkait kerugian materi.

Benar juga sih, bayangkan misalnya kita sudah menawarkan paket umroh murah, tiba-tiba di kemudian hari biaya-biaya yang disebutkan tadi harganya melonjak. Oleh karena itu memulai dengan bisnis wisata halal lebih disarankan, toh di dalamnya bisa dimasukkan paket ke Arab Saudi misalnya.

Tapi jika memang teman-teman sangat berniat menjalan usaha umroh, sebaiknya jadi agen saja dulu di perusahaan yang sudah matang, ini lebih minim resiko tapi tetap memberikan peluang keuntungan yang masih tinggi.

3. Kenapa bisnis wisata halal ada?

Jangankan berbicara lingkup luar negeri, pada perjalanan domestik saja travel wisata halal sudah sangat dibutuhkan. Seperti pada pengalaman saya beberapa tahun silam. Saya dan teman-teman berkesempatan berkunjung ke Tana Toraja. Panorama daerah Tana Toraja sungguh indah, mata dimanjakan dengan view yang serba hijau, tempat-tempat yang kami kunjungi eksotis, kami bolak balik masuk gua-gua yang berisi tengkorak. Karena berada di daerah pegunungan, hawa juga sangat memanjakan, sejuk dan adem.

Tapi sayang, satu yang kami sesalkan. Pada saat jam makan tiba, kami kebingungan akan bersantap di mana, karena penduduk Toraja mayoritas non muslim, tanpa pemandu kami kesulitan mencari warung makan yang halal.

Itu masih dalam negeri ya, entah bagaimana jadinya jika jalan-jalan ke Korea, China, Jepang dan negara-negara non muslim lainnya.
Makan enak dan halal adalah keharusan saat travelling

Itulah pentingnya memakai jasa travel yang benar-benar memastikan seluruh perjalanan kita halal. Halal di sini maksudnya, mulai dari makanan, tahu arah kiblat saat sholat, menemukan masjid-masjid terdekat, sampai memastikan selama perjalanan tidak ada kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan ajaran agama islam, seperti minum minuman beralkohol.

4. Cara mudah travelling gratis

Suka mupeng kan liat artis-artis macam inces Syahrini kibas-kibas rambut di Eropa, hari ini di Swiss besok dia ke Paris. Buat dia yang ngetwit saja konon tarifnya puluhan juta sih memang enteng saja selalu keliling Eropa. Tapi untuk kebanyakan dari kita khususnya saya, mimpi masih menggantung di awan-awan kalau harus bayar sendiri. Nah Pak Cheriatna memotivasi kita pada buku ini bahwa siapapun bisa jalan-jalan dengan gratis. Mau tau caranya?

Cheriatna bersama istri keliling dunia berkat bisnis wisata halal
Begini, kamu jualan baju, biasanya untungnya sering kepake juga kan ya. Dulu saya bisnis kecil-kecilan pakaian anak, sampai bertahun-tahun saya tidak pernah beli baju anak lagi,si bocah pakai baju gratis, selalu saja ada yang bisa mereka pakai, baik itu dari keuntungan langsung, atau dapat diskonan dari supplier. Begitu pula dengan bisnis travel, kamu selalu jualan tiket, cepat atau lambat kata pak Cheriatna, kamu pasti akan jalan-jalan ke luar negeri.

5. Bagaimana memulai Bisnis wisata halal?

Nah ini yang paling menarik dari keseluruhan isi buku.

Pada e-book ini penulis mengulas bagaimana menjalankan bisnis travel, bagaimana memulainya, bagaimana menghitung biaya operasionalnya, dan yang paling penting bagaimana trik memasarkannya. Penulis memberikan bocoran-bocoran digital marketing yang timnya lakukan seperti facebook ads, lewat aplikasi google, tulisan blog, dan banyak lagi. Khusus untuk tulisan blog, travel cheria terkenal “ramah blogger”, kenapa saya bilang demikian? Karena setiap tahun sejak tahun 2014 selalu saja ada lomba menulis yang hadiahnya sangat menggiurkan berupa jalan-jalan ketempat-tempat eksotik baik di dalam maupun di luar negeri, berikut uang saku.

Menurut Bapak Cheriatna, tulisan di blog ini menyumbang pendapatan yang lumayan, bayangkan tulisan tahun 2012 saja masih menghasilkan closing sampai sekarang, maka tak berlebihan jika beliau mengklaim bahwa “Tulisan lebih berharga dari emas”.

Tidak sampai di situ, penulis mengajak kita juga lho belajar langsung padanya, tak sungkan-sungkan beliau mencantumkan alamat lengkap berikut nomer telepon yang bisa dihubungi. Cheria travel bahkan membuka program magang untuk orang-orang yang berniat serius menekuni bisnis travel halal.

Itulah 5 hal menarik yang saya dapatkan dari buku bisnis laris manis bisnis wisata halal.

Apa kekurangan buku ini?

Tentu saja tidak ada satupun buatan manusia yang sempurna, demikian juga dengan buku ini, beberapa hal yang sedikit mengganggu saya temukan di e-book ini.

Saya bingung ketika ingin kembali mencerna poin-poin yang terlewat, karena daftar isinya belum ada. Saya harus bolak-balik baca ulang secara cepat untuk menemukan bagian yang diinginkan. Beberapa kesalahan penulisan berupa tanda baca dan masih perlu sedikit perbaikan pada struktur pembahasannya, agar lebih tersruktur saja. Selebihnya oke. Semoga versi cetaknya nanti lebih mantap.

Bagaimana teman-teman? Tertarik membaca? Silahkan unduh ya bukunya, gratis kok.

Caranya? Like facebook fanspage Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal dan unduh e-booknya di sini.

Selamat membaca ^_^

24 Jan 2017

Terbang Nyaman Bersama Anak dengan AirAsia


[Sponsored Post] Membawa anak travelling adalah tantangan tersendiri. Bayangkan kerepotan yang akan dihadapi, namun hal tersebut bukan menjadi halangan, bukan? Karena menurut penelitian membawa anak untuk liburan dan mengunjungi tempat baru akan menambah kecerdasan si anak.
 
AirAsia sebagai maskapai LCC (Low Cost Carrier), memang memiliki kebijakan untuk membawa anak saat terbang. Tapi sebelum melakukannya, pastikan sudah membaca dan mengerti semua ketentuannya ya.
 
Kadang banyak penumpang lain yang merasa terganggu jika ada anak atau bayi yang rewel dalam pesawat, dan ternyata hal tersebut dapat dicegah, lho.
 
Nah, untuk orang tua yang berniat bepergian dengan pesawat AirAsia dan akan membawa anak, ini dia beberapa tipsnya:
 
1. Perhatikan detail ketentuan maskapai
 
Beberapa maskapai mengijinkan adanya stroller di kabin, namun untuk AirAsia hal ini tidak diijinkan mengingat untuk kenyamanan bersama. Juga jangan lupa mengecek harga tiket. Beberapa maskapai menentukan tarif pesawat yang berbeda untuk infant dan anak-anak.
 
2. Siapkan dokumen
 
Jika liburan kamu masih domestik, maka dokumen tak perlu banyak disiapkan. Namun, jika kamu hendak bepergian ke luar negeri. Maka pastikan paspor dan visa ada jauh-jauh hari sebelumnya, dan simpan di tas yang mudah dijangkau.
 
3. Perhatikan jarak dan waktu penerbangan
 
Pertimbangkan berapa lama kita harus berada di atas langit, agar kita dapat memprediksi apa saja yang harus dipersiapkan untuk membuat anak lebih nyaman.
 
4. Lakukan pembagian tugas yang jelas
 
Agar tak kerepotan saat membawa si kecil, usahakan jangan membawa barang terlalu banyak. Bawa kebutuhan si kecil dalam tas kecil untuk memudahkan.Jangan lupa melakukan pembagian tugas selama perjalanan, misalnya, Ibu bertugas menggendong anak, dan mengurus kebutuhannya, dan Ayah bertugas membawa barang bawaan yang lain.
 
5. Bawa barang keperluan si kecil dalam tas yang mudah diraih
 
Siapkan keperluan si kecil dalam tas yang mudah diraih. Siapkan pula earplug atau penutup telinga khusus anak, untuk melindungi telinganya dari suara deru mesin pesawat.
 
6. Pastikan si kecil merasa nyaman
 
Agar si kecil lebih nyaman, gunakan bantal leher saat penerbangan. Untuk mengatasi udara dingin, pastikan si kecil menggunakan jaket agar ia merasa hangat dan tak kedinginan.
 
7. Datanglah ke bandara lebih awal
 
Ini dilakukan agar semua anggota keluarga tidak repot dan terburu-buru, sehingga kita memiliki banyak waktu untuk check in dan mengurangi lamanya antrian.
 
8. Pastikan si kecil kenyang
 
Agar ia tak rewel, berilah si kecil makan sebelum pergi dan pastikan perutnya kenyang saat memasuki pesawat. Jika masih menyusu, gunakan pakaian yang mudah menyusui atau siapkan botol susu di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini juga ternyata akan mencegah anak merasa sakit telinga karena perubahan tekanan udara.
9. Bawa snack dan mainan favoritnya
 
Untuk mengalihkan perhatiannya agar tak merasa bosan, bawa mainan favorit dan juga cemilan ringan, atau hal-hal yang dapat membuatnya nyaman selama perjalanan. Bisa menonton atau membawa buku favorit mereka.
 
10. Beli tiket secara online
 
Mengapa secara online? Karena kamu dapat menghemat waktu dan tenaga. Dan pastikan beli tiket AirAsia di Traveloka di https://www.traveloka.com/airasia
 
Jadi, sudah siap melakukan perjalanan dengan anak menggunakan AirAsia? Pastikan kenyamanan kamu dan keluarga tetap menjadi nomor satu. Liburan pun akan lebih menyenangkan dan aman.
 
Kemana destinasi liburan kamu dan keluarga kali ini?

11 Jan 2017

Rumah Tanpa pembantu

 
Dinding kamar lumutan, merahnya pudar berjamur. Bagian kiri kanan terkelupas, menampakkan daging-daging semen yang menganga. Sisi yang tiga tahun silam kremnya kalem bersih, sekarang penuh coretan abstrak.
 
Di kamar mandi, air selalu tergenang, keramik jadul standar terpasang asal, membuat air susah mengalir ke arah seharusnya. Lantainya tampak kotor, bahkan pada menit pertama selesai disikat dengan susah payah.
 
Kasur ukuran nomer satu, sudah berjasa selama 10 tahun terakhir, sekarang kempes karena sering beralih fungsi jadi matras. Berapakalipun larangan dikeluarkan tidak pernah anak-anak pedulikan. Sesekali, jika ingat, pintu kamar dikunci sebelum ke kantor, hanya demi bisa tidur nyenyak nanti malam, karena seprai tidak gatal, selebihnya lupa.
 
Masih di kamar pribadi, kamar utama yang jadi tempat beristirahat Tuan dan Nyonya rumah, Lemari kayu pecah cerminnya, sudah lama sejak si bungsu menghantamnya dengan sekali tinju, sampai sekarang selalu saja belum sempat diganti dengan cermin yang baru. Triplek yang menutupinya pun tak pernah menyangka akan bertahan sekian lama tanpa diganti. Cobalah buka pintunya, kain, baju, celana semrawut, siapapun yang buka akan menutup cepat-cepat. Tengoklah di atasnya, bertumpuk koper, berhimpitan, pemiliknya pun sampai lupa entah berisi apa.
 
Di kamar ini, kami bercengkrama, memadu kasih, bercinta dengan ganas atau biasa-biasa saja. Di kamar ini, kami bercerita dengan tawa, atau saling berteriak padahal jarak tidak lebih dari semeter.
 
Di kamar ini, anak-anak suka berkumpul, bermain, bercanda atau bertengkar, dan seringkali sampai tertidur, membuat bapaknya mengungsi di belakang.
 
Yah kamar utama tak terurus.
 
Dapur berantakan dengan sisa minyak memenuhi kompor, Padahal tadi pagi kinclong mengkilap. Pakaian kotor tidak ada habisnya, bahkan pakaian baru cuci saja belum dijemur, tambah lagi yang kotor.
 
Sungguh jika bisa, ingin saya poles semua dengan lap sampai mengkilat. Tapi dengan tenaga sisa dari kantor, hanya bisa menatap nanar tak berdaya. Lemas jiwa raga melihat kekacauan saat baru tiba di rumah. Padahal masih terasa capeknya berjuang tadi pagi membersihkannya.
 
Saya merasa jadi nyonya rumah yang gagal.
 
***
 
Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Ini kegalauan yang saya tulis beberapa hari yang lalu. Saat itu, asli sedih sekali. Saya menghakimi diri, jadi istri yang gagal menata rumah. Memang beberapa tahun ini saya memutuskan tidak mempekerjakan pembantu lagi, kapok berurusan dengan mereka, ada-ada saja alasan yang intinya mereka tidak masuk kerja. Untung ada Adik yang menolong jaga anak-anak, jadi saya masih bisa ke kantor dengan tenang. Tapi untuk urusan kebersihan rumah, kami jadi harus ekstra keluarkan tenaga.
 
Di hari-hari normal, saya masih bisa meninggalkan rumah dengan keadaan bersih. Tapi jika buru-buru rumah saya tinggalkan dengan kondisi seADAnya, maksudnya ADA piring di atas meja, ADA kaos kaki di kursi, ADA bekas tidur yang belum dirapikan.. parah ya *tersipumalu
 
Tapi percayalah ditinggalkan dengan kondisi bersih atau kotor, sepulang dari kantor saya akan mendapatinya sama..berantakan :D
 
Jika sedang tidak sensitif, tiba di rumah bisa langsung bersih-bersih. Tapi kalau habis lembur trus sedang datang bulan pula, bukannya ambil sapu, malah sedih atau marah-marah :D
 
Karena sibuk berkutat dengan rutinitas kantor, urusan domestik rumah tangga, bersih-bersih, belakangan ditambah tetek bengek kios, otomatis tidak ada waktu untuk berleha-leha. Jangankan memperbaiki yang rusak, yang rutin-rutin saja seputar cucian dan jemuran seakan-akan tidak pernah kelar. Jadi barang-barang yang rusak macam lemari, kursi, meja yang perlu perbaikan selalu terabaikan.
 
Barulah akhir-akhir ini saya sadar, wah rumah sudah mulai kurang nyaman. Ternyata sudah 3 tahun berlalu sejak renovasi terakhir, sepertinya kami perlu lagi meluangkan waktu, menyiapkan tenaga dan budget untuk memperbaiki rumah dan perabot.

Sebenarnya sudah pernah berkali-kali berniat menemui tukang, tapi Pap Nay pasti melarang. Dia bilang untuk apa membayar orang kalau dia bisa melakukannya sendiri. Saya sih bersyukur punya suami yang sanggup, masalahnya cuma satu, dia tidak punya waktu :D yah sama saja tidak.
 
Jadi begitulah…
 
Untuk sementara hanya bisa melakukan yang disanggupi dulu, macam kemarin blanja blanji tempat penyimpanan, supaya yang barang-barang seperti mainan anak-anak tidak asal taruh. Selanjutnya mudah-mudahan diberi keluasan waktu, tenaga dan budget.

6 Jan 2017

Bersyukur

 
Pada suatu siang di lorong kamar radiologi…
 
Seorang gadis kecil duduk di tepi ranjang, ditemani bapak ibunya. Mereka terlihat gelisah.
 
“Anak saya mau di MRI juga, biar suami ibu duluan, soalnya dia tidak tenang” kata si Bapak memulai pembicaraan.
 
Saat itu saya sedang mengantar Pap Nay memeriksakan pinggangnya yang terasa tidak normal, dia khawatir terkena penyakit syaraf terjepit. MRI (Magnetic resonance imaging) adalah proses pemeriksaan yang harus dia jalani untuk memastikan apakah ada yang tidak normal dengan tulang belakangnya. Proses MRI memang agak beda. Suara keras selama kurang lebih sejam akan membuat gugup siapapun yang berbaring dalam tabung, saking ributnya bahkan masih terdengar walaupun sudah memakai penutup telinga. Jadi sangat dimaklumi kalau anak si bapak tadi sampai menangis saat berada dalam ruangan MRI.
 
Si bapak pergi, sepertinya dia mengurus proses administrasi yang diperlukan. Saya sempat ngobrol ibunya.
 
 “Anak saya umur 3 tahun, tapi gak bisa jalan, ini baru aja bisa ngomong dikit-dikit” katanya sambil membelai kepala bocahnya.
 
“Adek sakit apa bu?”
 
“Kelainan sejak lahir, bu”
 
“Memang ibu ada gejala apa waktu hamil?”
 
“gak ada, malah sangat sehat, gak ada ngidam, gak ada flek, bahkan tidak sulit melahirkannya”
 
Saya memandang iba gadis cilik di sampingnya. Dia duduk tenang di sana, menatap polos tanpa suara. Jilbab hitam hampir menutupi pandangannya, tapi tidak sekalipun dia berusaha memperbaiki posisinya. Fisiknya tampak masih berumur 2 tahun. Sebentar lagi dia akan disuntik obat penenang. Anak yang malang.
 
Entah penyakit apa yang dia derita. Si Ibu menjelaskan kalau ada cairan di dalam tulang sejak lahir, bahkan tengkorak kepalanya pun tidak terbentuk sempurna. Karena kelainan itu pertumbuhan fisik jadi lambat.
 
Tiba-tiba saya menyadari betapa baiknya Tuhan kepada diriku. Dia amanahkan dua anak yang sempurna, baik fisik maupun mental. Mereka lincah dan sehat. Walaupun Kakak Naylah semasa balita juga sering sakit, tapi seiring waktu semakin jarang dia dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah Adek Ayyan malah lebih baik dari kakaknya, jarang demam, lebih sering bolak-balik UGD karena kecelakaan main saja.
 
 
Saya tidak bisa membayangkan berada di posisi ibu ini. Dia setiap saat harus kontrol, tempo-tempo harus siap tenaga dan materi demi buah hatinya bisa sehat dan normal. Mungkin ada saat dimana dia harus menahan keinginan ini itu karena harus menabung biaya berobat. Mungkin bapaknya harus berkali-kali minta cuti di kantor karena harus menemani anak ke rumah sakit. Bisa jadi suami istri ini kadang terbangun kaget di tengah malam karena anak mereka menangis kesakitan.
 
Seketika saya bersyukur.

#ODOPfor99days #1

28 Des 2016

[Sport Jantung] Adek Dijahit Lagi


Kalau boleh memilih saya tidak mau label sport jantung ini bertambah sampai kapan pun, tapi yang namanya kemalangan yah, kalau datang tak dapat ditolak. Hanya dapat diterima dan dilihat sisi baiknya saja. Selalu saya tulis di blog bukan untuk diratapi, tak lain agar kelak dapat dikenang, suatu hari saat membacanya kembali kami akan tertawa dan berkata “oh pernah begini rupanya”

Lagi-lagi Ayyan jatuh sampai lukanya harus dijahit, kejadian yang sama saat dia berumur 2 tahun, terulang hari ini jadi serasa de javu.

Baca juga Ahh Adek Jatuh lagi

Awal hari semua baik-baik saja, suasana adem, anak-anak tidak rewel karena malamnya tidur banyak. Pagi-pagi saya menghadiri acara di Hotel Parewisata, talk show “Ibu dirindukan surga” diadakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Saya berangkat bersama Kakak Nay, sementara Pap Nay ke toko grosir langganan di pasar. Memang hari sabtu atau ahad adalah jadwal rutin kami belanja keperluan kios.

Belum juga berapa lama acara talk show berlangsung. Saya yang duduk di depan menyimak, tiba-tiba dicolek salah satu panitia, dia mengabarkan kalau saya ditunggu suami di luar. Mulai disini, perasaan saya sudah tidak enak, musti ada kabar yang sangat penting kalau begini.

“Adek jatuh, mau dibawa rumah sakit, kayaknya perlu dijahit!” Kata Pap Nay

Ya Allah…

Namanya ibu ya, kabar yang begini pasti bikin jantung berdegup lebih kencang. Saya tidak bisa membayangkan ada orang tua yang suasana hatinya adem saat menerima kabar serupa.

Saat itu tiba-tiba pula saya panik, kakak Nay yang tadi pamit ke belakang tidak ada. Tadinya saya pikir kakak mau main dengan temannya di bangku belakang. Saya dan Pap Nay mencari dia sampai di lantai bawah, bahkan dibantu panitianya, tapi tidak ketemu juga. Mana kepikiran pula ada Adek Ayyan yang kepalanya berdarah-darah. Ya Allah, gusarnya perasaan waktu itu. Untung tidak lama kemudian, ketemu. Rupanya kakak di WC sedang buang hajat. Ini anak sampai dua kali bolak-balik buang air besar gara-gara kebanyakan makan :D

Saat tiba di mobil, saya lihat Adek sedang duduk tenang dipangku Omnya, dahinya sudah diplester seadanya, pertolongan pertama dari bapaknya tadi.

“Adek kenapa” tanyaku

“Adek Jatuh”

“ini berapa Dek?” sambil saya angkat jari di depan matanya

“Dua” kata dia mantap

Perasaan jadi agak lega, setidaknya mata sama otaknya masih nyambung.

Kami membawa Adek ke UGD rumah sakit Fatimah, tempat andalan kami jika sedang mengalami kejadian darurat. Rumah sakit ini paling recommended untuk urusan beginian. Layanannya cepat.

Kami ditanya penyebab Adek jatuh, apakah langsung nangis setelahnya atau pingsan, dll

Adek jatuh saat lompat. Sebenarnya dia sudah ahli lompat dari atas meja, jarang jatuh. Tapi karena ramai dengan teman-temannya, terlalu semangat, juga sebelumnya sering berputar-putar, jadi dia kehilangan keseimbangan. Pasti jatuhnya keras, kepala bagian kanan yang menyentuh lantai duluan. Dahinya robek lumayan, terbuka, mengucurkan darah banyak sekali.

Di rumah sakit, sepertinya Adek ingat kejadian setahun yang lalu, ingat betapa sakitnya disuntik dan dijahit. Adek memeluk erat digendongan. Tidak mau sama sekali diletakkan di ranjang. Sambil menunggu persiapan jahit menjahit kelar, saya mulai membujuk…

“Dek, kalau Adek tidak nangis nanti Mama belikan es krim dua, kalau nangis cuma satu, Adek mau yang mana?”

Adek malah bilang begini… “Satu untuk kakak, bapak, Tata Uul…bla-bla” dia mengabsen nama-nama.

Sampai detik ini Adek belum nangis, hanya merengek tidak mau lepas dari pelukan. Cerewet Adek juga tidak berkurang, dia mengomentari bantuan pernapasan seorang anak di ranjang sebelah, komputer, dll.

Saat tindakan mau dimulai, barulah dia nangis kencang. Butuh bantuan bapaknya, saya dan satu orang perawat untuk menahan tangan dan kaki Adek agar dokter bisa memulai menyuntik. Wajah Adek mulai ditutup. Benjol yang terbuka di dahi Adek ternyata butuh 4 jahitan!

Masya Allah, Adek meronta-ronta. Darah di dahinya mengucur banyak. Susternya bilang

 “ Kalau nangis nanti darahnya tambah banyak”

Adek lalu lebih merendahkan lengking tangisannya. Tapi saat di suntik Adek menangis kencanggggg sekaliiii. Memang sakit ya pasti. Saya beberapa kali memalingkan wajah, tidak tega melihatnya. Adek teriak-teriak minta dipeluk, saya jadi tambah sedih, saya memegang tangannya sambil memeluk dia.

Setelah obat bius bekerja tangisan Adek mereda lagi. Sembari dia dijahit kami berusaha mengajak Adek ngobrol tentang rasa es krim yang dia inginkan. Setelah selesai saya tanya Adek begini

“Adek mau es krim satu atau dua?”

“tiga” kata dia mantap

Hahaha bagus nak, akalnya masih jalan terus.

Tahu tidak bun, sampai di rumah Adek langsung lompat-lompat lagi, bikin kami seisi rumah kompak berteriak melarang.

Begitulah salah satu kelebihan punya anak yang suka bergerak, bikin emaknya sering-sering sport jantung. Sehat selalu ya Nak, malampe sungeta, salamaki lino ahera.

Parepare, 25 Desember 2016