25 Nov 2016

4 Cara Sederhana Mengurangi Dampak Global Warming

Sebagai seorang ecomom, ada baiknya kita update sama perkembangan zaman. Saya pernah membaca artikel tentang global warming. Ternyata serem juga dampak yang bisa ditimbulkan si gobal warming. Salah satu impact buruknya adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es akan mencair dan es yang mengapung di laut akan semakin berkurang. Ini berarti bumi terkena pemanasan global. Aduh, tidak kebayang bagaimana jadinya kalau seluruh dunia kena pemanasan global.

Walaupun cuma artikel, tapi ini benar-benar berpengaruh pada diri saya. Tiba-tiba jadi takut saja kalo apa yang saya lakukan selama ini malah menambah dampak global warming. Dari situ saya berpikir buat mengatasi global warming, minimal dari keluarga saya dulu. Ada beberapa rencana yang akan saya lakukan buat mengatasi global warming, beberapa rencana ada yang sudah berjalan sih. Berikut beberapa hal yang sudah saya lakukan sama keluarga.

1. Mengajarkan anak-anak untuk cinta lingkungan
Anak saya dua, masih kecil. Yang satu kelas satu SD yang satunya belum sekolah . PR buat saya untuk selalu menanamkan kepada mereka tentang pentingnya cinta lingkungan. Pelan-pelan memberi tahu mereka untuk mencintai lingkungan. Misalnya nih, kalo mereka lagi jajan, bungkus makanannya saya suruh buang langsung ke tempat sampah, jangan sampai di buang seenaknya. Ya pokoknya as simple as that.  

2. Memberikan contoh

Kita yang mengajak, kita yang mengajarkan, ya pasti kita juga harus ikut mempraktekan hidup cinta lingkungan buat mengatasi dampak dari global warming. Salah satu contoh kecil, saya sering keluar keluar rumah bawa tumbler sendiri, jadi tidak perlu beli air minum kemasan di luar sana. Di rumahpun saya jarang beli minuman manis kemasan,lebih sering bikin minuman sendiri, seperti jus atau es buah. Makanya saya selalu sedia buah-buahan di dalam kulkas yang punya teknologi econavi inverter, energy savingnya bisa menghemat energy dan mendinginkan lebih cepat, jadi kalau bikin jus saya jarang pakai es batu, cukup disimpan sebentar di kulkas juga dingin.

3. Kerja bakti keluarga

Kemarin sempet baca artikel tentang tips parenting di sini ecomom.co.id ternyata ya banyak juga kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan supaya bikin si anak aktif. Salah satunya ya dengan ngajak dia bekerja bakti, kasih dia tugas-tugas kecil buat lingkungan, misal menyiram tanaman.

4. Memberikan barang-barang ramah lingkungan

Kasih mereka barang-barang ramah lingkungan, misalnya sapu tangan, tumbler dll. Biar mereka terbiasa saja sih buat lebih ramah lingkungan dengan pakai barang-barang yang bisa digunakan terus menerus, bukan barang yang sekali pakai terus dibuang, yang bikin sampah di dunia ini semakin bertambah. Kalau memang cinta lingkungan, ayok kita ajak orang-orang terdekat kita buat turut andil dalam usaha mengurangi dampak global warming. Tidak usah yang berat-berat, cukup dengan memulai dengan membuang sampah pada tempatnya. :D

22 Nov 2016

Tentang Bosan pada Tiga Masa

Tentang_bosan

Hai kembali edisi #CeritaRingan sekaligus menambah artikel berlabel collaborative blogging. Kali ini untuk menanggapi tulisan Bu Guru Umi (tengok di sini)

Saya akan menceritakan tentang bosan dan perintangnya  pada tiga masa ya, soalnya jenis kegiatannya memang beda-beda.

Masa sekolah

Ini adalah masa kreatif-kreatifnya membuat suasana apapun tidak membosankan.

Saya dan Cut sebangku tiga tahun, dari kelas I-III SMU. Posisi kursi terletak paling belakang, itu penyebab kenapa kami bisa leluasa membuang rasa bosan dengan berbagai aktivitas, salah satunya membuat pantun. Saking seringnya, saya pernah seahli pujangga, hanya hitungan menit seuntai kata berakhiran sama terangkai. Kami sering mengoper gulungan kertas itu ke anak cowok di bangku depan. Kami gemes melihat dia rajin sekali belajar, seakan dunia ini akan berakhir kalau dia santai sejenak. Biasanya dia akan membaca kiriman kami sekilas, lalu lanjut lagi menyimak materi. Anehnya semakin dia cuek, semakin semangatlah kami mengiriminya pantun hahaha  (mungkin  ini jawaban kenapa saya belum sukses ya, kualat!)

Zaman sekolah dulu, salah satu kebiasaan buruk kami adalah selalu menghitung kata berulang yang diucapkan guru. Paling umum kata “eh”. Biasanya masing-masing berkolaborasi dengan teman sebangku. Jika kata itu terdengar lagi kami akan saling menyikut dan menambah jumlahnya di selembar kertas.

Kami juga punya diary. Buku ini punya Cut sebenarnya. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba menjadi diary bersama. Setiap orang boleh menulis apa saja di situ. Kami sering mengedarnya pada saat jam pelajaran berlangsung. Yang mengisi tentu saja hanya para siswi. Sampai sekarang diary itu masih awet disimpan Cut.

Alangkah banyak dosa pengusir bosan yang kami lakukan dulu; yang membaca tolong jangan ditiru, yang dijaili mohon kami dimaafkan, kepada yang Maha Melihat semoga kami diampuni.

Masa lajang

Terus terang ini masa paling banyak waktu luangnya. Apalagi baru mulai kerja di kampung orang. Tidak ada teman jalan-jalan di akhir pekan. Makanya untuk mengusir bosan, barang yang terbeli saat menerima gaji pertama adalah TV. Saya sering mendatangi tempat penyewaan vcd; Ultra dan Odiva. Sampai stafnya kenal betul wajah saya. Sayang beberapa tahun kemudian salah satu tempat penyewaan tersebut bangkrut.

Karena tidak punya teman bergaul, saya sering kesepian. Jadi untuk menyenangkan diri, saya sering mentraktir diri sendiri di warung makan kesukaan. Tempat favorit di Mas Sunarto, lidah saya sangat cocok dengan sambelnya. Makanya awal-awal kerja sampai sekarang badan sampai melebar kesamping.

Oh ya, selain nonton saya hoby menulis diary. Isinya full curhat, mulai dari detail kegiatan seharian, harapan-harapan, film-film yang baru ditonton, dan bla..bla. Pokoknya diary saya perlakukan seperti teman. Saya menghabiskan 3-4 diary selama lajang, lumayan banyak ya.

Masa jadi ibu

Inilah masa sekarang. Masa dimana berat badan menjadi masalah utama *eh
Terus terang yang paling menarik, membahagiakan dan menyenangkan adalah fase ini. Bersuami dan punya anak. Rasanya seperti dianugerahi dan dipercayai oleh tuhan.

Eh tapi ternyata ya, di balik kebahagian fase ini, ada konsekuensi yang harus saya terima. Sekarang sangat sulit curi-curi menikmati waktu luang. Rasanya waktu tidak pernah cukup. Ada-ada saja perintang. Dulu hampir tiap pekan saya dipijat, kalau bukan ke tempatnya langsung, mba-mba pemijatnya yang ke rumah, sekarang beruntung sekali kalau tiba-tiba suami berbaik hati mau memijat agak lama, biasanya hanya hitungan detik dia sudah menyerah hahaha

Akibat lain kurangnya waktu luang, buku yang bersegel menumpuk di lemari, blog jarang update, nonton TV kebanyakan lihat acara kartun. Khusus yang terakhir ini kalau ada cerdas cermat film kartun, saya berani ikut, hampir semua karakter saya kenal, bahkan berikut kalimat-kalimat khasnya. Saya jadi hapal karena ada raja kecil di rumah yang luar biasa teguh pendiriannya dengan channel kartun :D

Jadi begitulah… Kalau masa lajang hanya bertanggung jawab dengan bahagia, sedih dan aneka macam dosa sendiri, sekarang tidak lagi. Kalau dulu mau ini itu, kesana kemari tidak ada yang melarang, sekarang sudah beda. Saya harus menyesuaikan diri, tidak boleh asal keluar rumah, apa-apa harus izin suami, kalau blio melarang yah tidak boleh pergi.

Juga, sebisa mungkin waktu luang diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Lagipula ada dua makhluk peniru yang menyimak dan menyerap seperti spon. Jadi diusahakan mereka melihat dan mencontoh kegiatan ibunya yang baik-baik saja.

Kalau rasa bosan datang bagaimana?

Kami biasanya jalan-jalan bersama, tidak musti wah harus nginap di hotel berbintang misalnya. Duduk di warkop langganan atau makan nasi kuning di pinggir pantai sudah cukup, yang penting suasananya beda, rasa bosan bisa sirna.

Kalau kamu bagaimana?

3 Nov 2016

6 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Makan

[Sponsored Post] Apa yang Bunda rasakan ketika anak malas makan? Rata-rata sama ya; resah dan khawatir anak akan menjadi kurus dan kurang gizi. Belum lagi jika ditimbang ternyata beratnya memang di bawah garis ideal, aduh rasanya gimana gitu waktu ditegur bidan.

Saya pun demikian, memiliki dua anak yang punya sejarah malas makan. Baik si Kakak maupun Adek, semua pernah butuh effort lebih soal urusan isi perut. Macam-macam tingkah mereka: mulut ditutup rapat, berpaling atau lari menjauhi makanan. Khusus Adek Ayyan, malah makin pintar cari trik. Kadang disuap mau saja membuka mulut, tapi tidak lama kemudian dia akan berlari ke dapur memuntahkan isi mulutnya. Ditanya kenapa? dia akan menjawab “Adek kenyang, nanti perut Adek sakit”.

Sebenarnya ada macam-macam penyebab anak-anak malas makan, antara lain karena, masalah pencernaan, perut kembung, cacingan, sakit atau baru sembuh, makanan yang disediakan tidak disukai, asyik bermain, terlalu banyak makan cemilan atau snack, dan kebanyakan minum susu. Salah satu saja dari alasan tersebut muncul, maka anak akan susah makan.

Sampai sekarang Adek malas makan seringnya karena ada gangguan di pencernaannya, misalnya perutnya kembung atau lagi sembelit. Kalau sedang begini dia maunya minum susu saja. Padahal Adek Ayyan aktif luar biasa, berhenti bergerak hanya pada saat tidur. Jika dia malas makan, kalori yang keluar tidak sebanding yang masuk, makanya anaknya selalu kelihatan imut.

Dari hasil belajar dan pengalaman mempunyai dua anak yang pernah malas makan, saya menemukan bahwa enam cara ini cukup efektif mengatasinya:

Atasi dulu masalahnya

Jika anak malas makan disebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, lagi sembelit, atau cacingan, atasi dulu itu ya. Karena diusahakan suap bagaimanapun caranya kalau perut ogah menerima input makanan yah tidak akan bisa. Sebaiknya atasi perut kembung anak dengan sering-sering memberinya minyak telon, atau kalau mau cara yang lebih tradisional boleh pakai parutan bawang putih, cukup parut sebiji bawang putih, balurkan pada perut si kecil, insya Allah anginnya cepat pergi.

Demikian juga jika ternyata anak cacingan, jangan lupa memberi obat minimal 6 bulan sekali, kasihan juga kan kalau sudah capek-capek membujuk makan, ternyata dibantu serap gizinya oleh si cacing :p

Makan ramai-ramai

Makan ramai-ramai dengan teman atau sepupu sebaya biasanya dapat mendongkrak nafsu makan si kecil. Apalagi jika diadakan adu "siapa cepat selesai dia jagoannya", mereka akan berlomba-lomba menelan makanan. Saya juga suka menyuap Adek kalau ada tamu.

 “Om…lihat adek jago makan, coba lihat om nasinya cepat habis…”

Kalimat serupa itu sangat mempan, Adek akan mengunyah lebih cepat. Tapi liat-liat dulu siapa tamunya, kalau yang datang Bapak Walikota ya janganlah :D

Masak makanan kesukaannya

Tidak bisa dipungkiri sebagian besar anak-anak adalah pemilih, hanya lauk pauk tertentu saja yang mereka sukai. Di antara dua anak saya, yang pernah jadi picky eater sejati adalah Si Kakak, dia tidak suka sayur jenis apapun, tidak doyan buah kecuali jeruk, anggur dan pisang. Untungnya semakin besar, daftar jenis makanan yang dia hindari semakin berkurang, Kakak sudah mau mencoba berbagai jenis menu/buah.

Di antara beberapa pilihan menu, Kakak Naylah dan Adek Ayyan akan makan lahap jika disediakan lauk ini: ikan tuna goreng tepung, teri goreng tepung, teri kacang, dan tempe goreng. Kakak Nay sekarang malah lebih enteng lagi, asal ada sambel, menu apapun pasti dia lahap.

Oh ya yang perlu dicatat jangan sekali-kali memaksa anak makan, apalagi sampai merecokinya dengan sendok, karena bisa menimbulkan trauma, setiap kali mamanya datang membawa piring, dia akan stress duluan.

Percantik tampilan makanan

Buatlah makanan dengan tampilan menarik. Ide penyajiannya bisa dicari di internet, tutorialnya pun tidak kalah banyaknya di you tube. Misalnya wortel bisa diolah agar tampilannya mirip mie, nasi berbentuk kroket, dll. Apalagi jika Bunda membuat bento yang lucu-lucu, anak-anak pasti tertarik untuk makan.

Makan sambil bermain atau nonton

Ada dua pendapat sih soal ini, sebagian ibu disiplin melarang anak makan sambil main dan ada juga yang membolehkan. Tapi kalau saya lebih memilih tetap menyuap mereka sambil nonton atau bermain. Biasanya makanan di piring tandas tanpa mereka sadari. Cuma memang harus perhatikan dua hal ya, jangan melakukannya di tempat yang makanannya rawan dihinggapi lalat atau debu, dan lebih memperhatikan anak jangan sampai tersedak.

Rutin minum madu

Madu adalah obat segala macam penyakit, tapi sayang sekali madu asli sangat jarang ditemukan. Seringkali ada campuran gulanya, kalau mengkomsumsi madu yang begini bukannya sehat malah bisa membawa penyakit.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman madu dari Grow n Health, produk ini sangat membantu mengatasi masalah Adek Ayyan yang malas makan. Kandungan madu suplemen pertumbuhan anak yang baru launching di bulan Oktober 2016 ini cukup lengkap, ini diantaranya:

Madu murni

Berguna membantu pertumbuhan karena mengandung banyak nutrisi dan vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, D, E, K, uric acid dan asam dikotinal.

Ekstrak kulit manggis

Khusus kandungan yang ini saya percaya betul manfaatnya, banyak anggota keluarga besar saya mengkonsumsi ekstrak kulit manggis. Manfaatnya sangat bagus sebagai antimikroba dalam menangkal penyakit serta memiliki antioksidan yang tinggi untuk menambah kekebalan tubuh.

Ekstrak temulawak

Nah ini yang berperan meningkatkan nafsu makan anak, juga berfungsi sebagai penjaga fungsi hati karena mengandung zat katogaga yang memproduksi empedu dalam hati serta menrangsang pengosongan empedu.

Eksrak ikan gabus

Pernah dengar orang tua kita dulu menyuruh orang sakit rajin mengkomsumsi ikan gabus? Ternyata itu bukan sekedar mitos, kandungan protein ikan gabus sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu ekstrak ikan gabus juga bisa meningkatkan kecerdasan anak.
Kakak meminum madu sebelum ke sekolah

Supaya manfaatnya maksimal sebaiknya madu Grow and Health dikonsumsi  2 kali sehari dengan takaran 2 sdt sekali minum. Berikan pada anak sebelum makan dan sebelum tidur. Khusus kakak Naylah saya minumkan juga sebelum dia berangkat sekolah, supaya dia tidak gampang tertular jika ada teman-temannya yang flu atau demam. Kalau Adek Ayyan sesuai aturan saja, atau dilebihkan dosisnya jika penyakit malas makannya kambuh lagi hehehe.

Teman-teman ingin tahu tentang madu Grow n Health bisa baca-baca di :
Web : www.grownhealth.org
Instagram : @grownhealth
Twitter : @Grownhealth
Facebook fan page : GrowNHealth

Yang berminat bisa langsung pesan di nomer yang tercantum di bawah ini ya, jangan lupa pakai kodenya supaya dapat diskon 10 persen, kan lumayan buat menutupi ongkos kirim.

Memesan dengan memakai kode ini akan mendapatkan diskon 10%

18 Okt 2016

Tips Menulis di Blog Ala Ollie


Tips Menulis di Blog Ala Ollie. Kamu sering kesulitan membuat pembuka dan menutup tulisan? Toss dulu, berarti saya ada temannya :D

Saya sering sekali tidak jadi menulis gara-gara kesulitan membuka, padahal biasanya tulisan jika sudah dimulai, maka selanjutnya lebih mudah, ide akan mengalir mengikuti ketukan jari di keyboard. Tidak jarang juga kejadiannya begini, inspirasi kalimat pembuka ada, tapi kesulitan menutupnya. Untungnya artikel yang dibuat peruntukannya untuk blog sendiri, bukan untuk media cetak, jadi jika sudah mandek, saya tutup saja seadanya dengan kalimat apa yang terpikirkan saat itu.

Apa saya lakukan itu bukannya salah, tapi ternyata ada triknya. Nah pada collaborative blogging kali ini Mak Diah Kusumastuti membahas tentang “blogger masa kini dituntut keren”. Jika Mak Diah menyinggung pentingnya seorang blogger berpenampilan keren, maka saya akan menulis bagaimana tips seorang blogger keren menulis artikel.

Kali ini saya akan membagi tips menulis konten dari Aulia Halimatussadiah atau sering disapa Ollie. Ollie ngeblog sejak 2003 (salsabila.com), lumayan lama ya. Menurutnya dia sudah pantas disebut “tante” dalam dunia blog saking lamanya. Keren, karena berkat ngeblog, doi menjadi penulis buku yang produktif, bisa jalan-jalan bukan di dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri..gratisss lagi.

Menulis konten ala Ollie

Membuat konten blog itu dimulai dari pemilihan judul yang tepat. Ini sangat penting, karena setiap hari muncul ribuan artikel baru di internet, untuk memikat perhatian pembaca, sebisa mungkin judul postingan kita bisa bersaing dengan artikel yang ribuan tadi.

Bagaimana judul yang baik itu?

Menurut Ollie judul sebaiknya informatif, menggambarkan isi post, sekaligus membuat penasaran pembaca untuk membaca lebih lanjut. Coba bandingkan judul ini “ Cerita weekendku” atau “Weekend di pantai terindah di Indonesia”. Yang kedua lebih membuat penasaran bukan?

Jika boleh saya tambahkan, judul juga jangan terlalu bombastis. Saya seringkali kecele dengan artikel yang berjudul wah, tapi isinya tidak sesuai. Web atau blog yang begini biasanya tidak akan saya kunjungi dua kali.

Ollie juga menyarankan, jika ingin blognya dibaca banyak orang, kita harus tahu kebutuhan dasar manusia, yaitu: psikologi, keamanan, sosial, percaya diri, dan aktualisasi diri. Setelah paham dengan kelima kebutuhan dasar itu, kita tinggal mencari artikel apa yang kira-kira menarik emosi pembaca yang sesuai dengan kebutuhan dasar mereka.

Judul sudah oke, sekarang pembuka.

Paragraf pertama juga sangat menentukan artikel kita lanjut dibaca atau tidak. Ada beberapa cara yang biasa Ollie pakai, ini diantaranya

Tulis ringkasan post

Kesimpulan ditulis sebagai pembuka kalimat. Dengan demikian pembaca akan mengerti tujuan postingan dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan membaca.

Beri pertanyaan

Kalau saya perhatikan Rockingmama sering memulai artikelnya dengan cara ini, coba deh perhatikan.

Memang artikel yang dimulai dengan pertanyaan akan membangkitkan rasa ingin tahu pembaca, akhirnya membaca tulisan kita sampai akhir.

Gunakan statistik yang mengejutkan

“Pada tahun 2015, 90 dari 100 peserta jomblo yang mengikuti pengajian rutin di Masjid Al Ikhlas Parepare akhirnya mengakhiri masa lajangnya”

Tertarik baca lebih lanjut kan jika kalimat pembukanya seperti di atas? Ini statistik karangan saya saja ya, para jomblo tidak perlu mengecek kebenarannya hehehe.

Kutipan atau quote orang terkenal

Kutipan juga ampuh membuat pembaca tertarik melanjutkan bacaan. Kutipan mudah ditemukan di internet, Ollie sering mengambil kutipan di sini http://www.brainyquote.com/

Di situs ini kutipan cukup lengkap, kita bisa memilih topik atau tokohnya secara langsung.

Kutip sebuah cerita yang menarik

Bagi blogger rasanya tidak mungkin sebuah cerita menarik dibiarkan berlalu begitu saja tanpa dituangkan di blog, ya gak? jangankan cerita menarik, daun jatuh pun bisa jadi blog post. Nah kata Ollie, simpan cerita menarikmu di paragraf pertama, kemungkinan pembaca akan bereaksi sama dengan kamu. Ide bisa didapatkan dari bacaan tadi siang, atau kisah unik teman saat makan malam bersama.

Pasang gambar di paragraf pertama

Rasanya semua pasti setuju, tulisan yang dimulai dengan gambar yang ciamik membuat pembaca tertarik membaca artikel kita dibandingkan dengan post tanpa gambar sama sekali.

Gunakan imajinasi pembaca

Coba ikat perhatian pembaca dengan memancing imajinasi mereka. Misalnya menggunakan kalimat ini: “ Mari bersama kita bayangkan…” “Bagaimana jika…” “Coba bayangkan …” dan lainnya. Dengan menarik gambaran mental pembaca akan membuat mereka akan mengklik “read more” artikel kita.

Konten Blog

Judul sudah, pembuka sudah. Sekarang menulis kontennya.

Ollie sering membuat kerangka tulisan menggunakan mind map. Mind map ini semacam konsep diagram untuk mencari ide-ide terkait dengan kata kunci yang ingin kita tulis. Saya sempat mencoba belajar mind map, memang benar ampuh dalam pengumpulan ide. Sayang belajarnya cuma sambil lalu, sampai sekarang saya masih kebingungan mengolah ide menjadi sebuah artikel yang terstruktur. Kalau mau belajar tentang mind map Muhammad Noer banyak membahas ini di blognya (muhammadnoer.com)

Penutup

Penutup sama pentingnya dengan pembuka. Sebaiknya kalimat penutup itu mengarahkan pembaca apa yang harus mereka lakukan setelah membaca artikel kita. Bisa ditutup dengan pertanyaan, penawaran, atau mengarahkan ke link menuju next action.

Demikianlah tips menulis ala Ollie. Sebenarnya tips ini saya tulis agar setiap saat bisa ditengok di blog sendiri. Saya masih perlu banyak belajar agar tulisan lebih enak dibaca, lebih terstruktur, dan lebih banyak mengundang pembaca.

 Bagaimana tips menulis ala Ollie ini? Teorinya sudah paham, yuk kita praktekkan.
 Happy Blogging ^_^

Sumber : Buku “Creative Blog Writing” by Ollie

11 Okt 2016

Gagal Dapat Motor Baru


Gagal_dapat_motor_baru
Kalau ada yang tanya, suami siapa tidak romantis? maka saya akan acungkan tangan paling tinggi, mungkin ngacungnya sambil berdiri saking semangatnya hihihi.
 
Coba suami mana kalau ditanya apa dia sayang atau tidak, sikapnya akan begini… Mulutnya dibuka lebar-lebar meniru lagak orang mengantuk, lalu bergumang tidak jelas. Setelah itu dia akan berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Kalau moodnya lagi baik dia akan tertawa sambil berkata
 “lebih baik disuruh dorong mobil daripada disuruh bilang cinta”
Lebih parah lagi kalau bertanya saat suasana hatinya buruk, dia akan menjawab dengan kalimat diplomatis “Yang begini tidak perlu dipertanyakan lagi”
 
Alamak! Padahal maksud hati bertanya supaya dirayu-rayu.
 
Dia sering heran kenapa perempuan selalu mempertanyakan hal-hal yang sudah diketahuinya. Menurut dia sayangnya tidak perlu dipertanyakan, jawabannya sudah sangat jelas. Pap Nay kemudian memaparkan bukti-bukti kongkrit, akurat, dan tidak terbantahkan (kok ini jadi kayak presenter silet ya)
 
Jadi begitulah, percakapan soal “apakah kamu sayang aku” akhirnya berakhir dengan cekikikan bersama menertawakan ketidakahliannya merayu. Kalau tidak, saya manyun, melupakan begitu saja pertanyaan yang tak berjawab.
 
****
 
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah belajar naik motor, tapi mahirnya hanya di lapangan saja. Setiap kali mencoba di jalan raya, pasti endingnya buruk alias jatuh. Maklum saya orangnya panikan, melihat mobil dari depan, saya pikir mobil itu pasti akan menabrak, apalagi kalau yang di depan truk tiba-tiba lutut jadi gemetaran, saya jadi lupa yang mana rem, yang mana gas. Terakhir saya jatuh di selokan, padahal kondisi saat itu sedang hamil. Untung bayinya baik-baik saja. Sejak itu keinginan belajar naik motor tidak pernah muncul lagi.
 
Karena tidak bisa bawa kendaraan sendiri, jadinya Pap Nay yang mengantar. Pagi-pagi diantar ke kantor, siang dijemput makan, sejam kemudian diantar lagi ke kantor, sore di jemput pulang. Tidak hanya seputar urusan rumah-kantor-rumah, tapi juga urusan lain seperti ke pasar, ke toko, belanja keperluan toko, ngaji, dll semua diantar Pap Nay. Entah itu hujan atau panas, entah dia memang lagi lowong, sibuk atau sedang tidur, Pap Nay selalu mengantar *jaditerharu
 
Untungnya saya tipe emak rumahan, juga tidak punya banyak jadwal arisan. Untungnya lagi pekerjaan Pap Nay lebih santai, dia punya banyak waktu luang. Tambahan pula kami tinggal di kota yang tidak begitu luas, kemana-mana jaraknya dekat dan bebas macet. Jadi saya menikmati saja diantar suami.
 
Begitulah setiap hari, sampai suatu ketika Pap Nay mulai mengeluh karena seringkali urusannya sendiri dikesampingkan karena mengantar saya. Pap Nay menyarankan agar saya mulai belajar naik motor lagi. Saya pun setuju. Saya minta Pap Nay mulai cari-cari motor yang spesifikasinya begini : matic, tidak terlalu besar, tidak mudah oleng dan tidak terlalu mahal. Pap Nay mengiyakan.
 
****
 
Anak-anak sudah tidur saatnya pillow talk, saya dan Pap Nay ngobrol ringan seputar kegiatan hari itu. Tiba-tiba terselip percakapan ini
 
“Ma, si Anu mau cerai”
“Kenapa?”
“Seperti istrinya tidak butuh lagi sama dia”
 
Pap Nay cerita kalau si istri tidak peduli sama suaminya, dia mendiamkan si suami sudah sekian lama. Akibatnya anak-anaknya kurang terurus, si suami jadi kurus, bla..bla
 
Kata Pap Nay lagi, satu penyesalan terbesar si suami, dia menyesal telah mengajari istrinya naik motor. Sejak bisa bawa kendaraan sendiri, istrinya jadi mandiri, kemana-mana bisa tanpa harus ditemani lagi. Seandainya tidak kata si Anu itu, mungkin istrinya masih bergantung padanya.
 
Cerita berakhir, hening….
 
“Jadi bagaimana Pa? jadi beli motor?” godaku
 
“Tidak lagi” kata Pap Nay dengan tegas
 
“Nanti ditinggalkan juga sama istriku” lanjutnya dengan suara yang sangat pelan, hampir tidak tertangkap telinga.
 
Hahaha (sambil dalam hati teriak-teriak hore menang!)
 
Suami saya memang tidak pandai merayu, tapi saat-saat begini, tingkah lakunya lebih manis dari gulali. Yah gagal deh dapat motor baru ^_^

 
Itulah cerita momen romantis yang tidak terlupakan di bulan Oktober, penting diabadikan karena jarang terjadi :D

Tulisan ini diikutkan dalam Irawati Hamid First Giveaway “Momen yang Paling Berkesan & Tak Terlupakan.

Dear Mba Ira, Selamat ulang tahun untuk dirimu dan blognya, semoga dua-doanya berumur panjang, Mba Ira sukses dan blognya juga sukses. Amin

 

4 Okt 2016

Inilah 5 K Alasan Orang Berhutang


Dari tiga tema artikel collaborative blogging, tugas ini yang terus-menerus membayangi. Karena topiknya tentang hutang, jadinya saya merasa dihutangi artikel tanggapan terus-menerus *apasihmak

Sebelum mulai baca dulu artikel yang ditulis Mak Haeriah di sini, ulasannya tentang hutang cukup komplit, sampai bingung mau menanggapi bagaimana.

Siapa sih yang tidak pernah berhutang sekarang ini, hampir semua ya. Nenek saya sampai bilang begini “sininna lolo-lolo’e kulinoe engkamaneng inrengna” jika diartikan bebas semua manusia yang ada di muka bumi ini pernah berhutang. Mungkin terdengar agak berlebihan, tapi ada benarnya juga sih, jangankan yang miskin, orang kaya saja punya hutang, walaupun konteks dan tujuannya mungkin berbeda.

Ada berbagai alasan orang berhutang, tapi jika dipersempit, maka inilah 5 K alasan orang berhutang

1. Kepepet

Ini yang paling umum terjadi. Kejadian memalukan yang pernah menimpa saya waktu masih mahasiswi. Ketika itu saya sedang naik pete-pete, ini istilah untuk mobil angkutan umum di Makassar. Ketika tiba di daerah kampus, saya baru menyadari ternyata saya lupa bawa dompet. Seandainya ada kenalan di mobil satu saja, saya bisa saja meminjam uangnya, tapi tidak ada sama sekali. Untungnya ada seorang ibu yang baik hati membayarkan ongkosnya. Di kemudian hari, saya melakukan hal serupa pada orang lain, untuk menebus hutang pada ibu baik hati yang menolong waktu itu.

Saat-saat jadi mahasiswi itulah saya sering merasakan masa-masa kepepet. Daripada kelaparan, kami sering saling pinjam meminjam uang antar teman kos, tentu saja dengan kesadaran penuh merealisasikan janji untuk segera membayarnya ketika dompet sudah terisi lagi. Ahh..untungnya masa-masa itu sudah berlalu.

2. Kebutuhan

“Butuh” adalah alasan klasik nomer dua orang berhutang. Kebutuhan juga macam-macam, tapi yang umum adalah ada anggota keluarga yang sakit, entah itu anak, suami atau orang tua. Sebenarnya hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan dana cadangan khusus keadaan darurat. Tapi yah namanya musibah ya kadang datangnya beruntun, uang yang sudah disiapkan ternyata tidak mencukupi, akhirnya mencari pinjaman jadi solusi.
3. Kesempatan

Jika sudah berurusan dengan bisnis, konsep hutang piutang menjadi beda.

Istijanto dalam bukunya menjelaskan bahwa salah satu rahasia sukses Toko Tinghoa adalah berusaha agar cash flow berputar cepat sedangkan pelunasan pembelian barang modal diperlambat. Mereka berusaha agar semua stok barang segera laku. Tapi pelunasan barang dagangan diusahakan diperpanjang tempo pelunasannya agar uang bisa dipakai membeli barang jualan yang lain.

Berbicara soal kesempatan, suatu hari adik saya ditawari mobil dengan harga yang sangat murah. Karena orang yang menawarkannya butuh uang dengan segera, adik saya kemudian meminjam uang  lima juta untuk menutupi kekurangan dananya. Belum juga beberapa lama, mobil itu sudah ditawar orang melebihi harga yang dia bayar.

Jika sudah menyangkut investasi, bisnis dan kesempatan yang tidak datang dua kali, berhutang bisa jadi pertimbangan tapi lakukan dengan bijak.

4. Ingin terlihat Keren

Banyak yang bilang, sebenarnya biaya hidup itu murah, yang mahal biaya gaya hidup.
Yes ini 100 % benar. Coba perhatikan, apa yang paling banyak menjadi tagihan kartu kredit? Gadget, pakaian, tas, dompet, sepatu. Semuanya untuk penampilan bukan? Bagi yang bijak mengelola pemakaian kartu kreditnya sih tidak masalah, tapi jika tidak, penggunanya akan jadi keteteran sendiri melunasi tagihan yang membesar seperti bola salju. Jangankan melunasi pokoknya, bunganya saja sulit.

Jika sudah menghadapi kondisi begini, gunting kartu kreditnya kemudian rem keinginan belanja. Setiap ketemu barang menggoda, duduk dulu tarik nafas dalam-dalam lalu tanyakan pada diri sendiri “apakah barang ini SANGAT saya butuhkan” jika tidak skip dari ingatan selamanya.

5. Kebiasaan

Jika alasan kesempatan yang terbaik, bagian terburuk dari berhutang adalah karena kebiasaan. Banyak orang terbiasa berhutang, segala sesuatu pengennya dicicil. Padahal bisa jadi dia sanggup untuk membayarnya cash.

Waktu saya cuti hamil, kan tinggal di rumah lumayan lama ya, tiga bulan. Pada waktu itu saya baru sadar kenapa tetangga-tetangga selalu menutup rapat rumahnya. Rupanya hampir tiap hari kami didatangi salesman, mulai dari sales panci, sales alas setrika, sampai alat perbaikan kompor juga ada. Jadi kita berada di rumah, tapi serasa tinggal di pasar, semuanya serba ada hahaha.

Karena saya kurang pengalaman, saya biarkan sajalah mereka masuk. Salesman kan sudah dibekali keterampilan menjual, apapun yang saya bilang untuk menolaknya bisa ditangkis oleh mereka, dan akhirnya ujung-ujungnya saya membeli. Saya ingat sempat membeli perhiasan dinding senilai tiga juta dan harus saya bayar dengan cara mengangsur. Setelah itu saya membeli lagi alas setrika senilai seratus ribu. Saya sudah bilang tidak punya uang, salesmannya ngotot menawarkan dan membolehkan saya membayar keesokan harinya. Alamak!

Akhirnya Pap Nay menyuruh saya menutup pintu rapat-rapat, dia khawatir istrinya terbiasa berhutang.

Kebiasaan berhutang sangat berbahaya, bukan saja kita dibebani kewajiban untuk membayarnya. Tapi juga membuat hubungan dengan si pemberi hutang jadi renggang. Saya jadi ngikik baca puisi Mak Irna di sini, segitu dalam akibatnya urusan hutang piutang ini, sampai terbit puisi menyentuh hati tentang kehilangan seorang teman.

Berhutang kepada teman atau saudara memang ada enaknya, insya Allah bebas bunga. Tapi biasanya yang berhutang jadi sensitive, niat teman mungkin hanya menyapa tapi disangka akan menangih. Makanya sering muncul joke “Kenapa lirik-lirik memang saya ada hutang?!!” Bayangkan lirikan disangka tagihan hahaha

Have a nice day kawan semoga kita bebas dari hutang.

29 Sep 2016

7 Kegiatan "Me Time" Versi Ayah


7 kegiatan "me time" versi ayah. Berbicara tentang me time, biasanya lebih banyak mengarah ke ibu-ibu. Maklum, para ibu yang selalu disibukkan dengan rutinitas harian seperti mengurus anak, suami, menyiapkan makan, bahkan sebagian ibu melakukan semua itu setelah pulang dari kerja. Dengan segala macam kesibukan yang tidak ada habisnya itu, rasanya wajar jika banyak ibu mengeluhkan perlunya mereka menyenangkan diri sendiri.

Banyak artikel yang membahas tentang hal ini, mulai dari penjelasan tentang perlunya me time, jenis-jenis kegiatan yang bisa dilakukan, dan tips mencuri waktu untuk menikmatinya. Sangat penting untuk menyediakan waktu menikmati hidup agar kita tetap waras. Karena kitalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak, ibu yang tidak bahagia akan membesarkan anak yang tidak bahagia juga. Kira-kira begitulah isi artikel yang sering saya baca baik dari buku maupun dari media online tentang pentingya me time bagi para ibu.

Bagaimana dengan ayah? Apakah perlu me time juga? Jika didefinisikan bebas, ayah adalah seorang pria yang dulunya lajang, kemudian terikat pada sebuah pernikahan, lalu dikarunia seorang atau beberapa orang anak. Panggilannya bisa ayah, bapak, abi, atau Papa.

Yang perlu saya garis bawahi di sini adalah pria pendamping kita ini dulunya adalah seorang lajang, bujangan yang memiliki kebiasaan dan hobi sendiri. Mungkin dia penyuka futsal, suka nongkrong di warung kopi sampai tengah malam, nonton atau aktifitas lainnya. Semua itu dilakukan bebas tanpa ada teguran dari siapa-siapa. Setelah menikah, aktifitas sewaktu masih bujang otomatis harus dikurangi.

Pagi kemarin terlibat obrolan dengan bapak-bapak di kantor. Rupanya mereka juga punya unek-unek seperti kita dan saling curhat sesamanya.

“ Yang saya tidak suka dari istriku, dia selalu suruh singgah beli ini itu kalau saya keluar rumah” kata si A sambil bersungut

Disambung sama si B “persis istriku, setiap pulang kantor, kalau tidak disuruh singgah beli susu, popok, macam-macam permintaannya, sepertinya selalu ada yang habis di rumah”

“Kita sama ternyata “ kata si A sambil ngajak tos si B

Cerita mereka sambung menyambung yang intinya adalah betapa repotnya mereka dengan titipan istri setiap mereka berada di luar rumah. Mereka heran kenapa semua printilan teringat saat-saat demikian, bukan pada saat belanja bulanan atau saat mereka berdua sedang keluar rumah.

Terus terang saya ngikik pas mendengar obrolan ini, persis dengan keluhan Pap Nay. SMS daftar pesanan saya kalau dia di luar lumayan panjang. Karena menyadari hal ini, dia pantang tidak menyimpan uang cadangan di dompetnya.

Wajar sebenarnya jika para suami mengeluh, otaknya tidak dirancang untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. Mereka terbiasa fokus pada satu hal saja, kalau rencana ke toko bahan bangunan, maunya ke toko itu saja, bukannya disuruh singgah beli ini itu. Tidak seperti kita kaum perempuan, otak bercabang membuat kita mudah saja ber-multi tasking.

Saat menganalisis hal kebiasaan buruk istri mereka, si bapak-bapak yang ngerumpi mengambil kesimpulan berbeda-beda.

“Sepertinya itu bagian dari cara istri saya bermanja-manja” kata si A

“Mungkin dia takut uang yang di dompet saya dipakai untuk foya-foya, makanya disuruh ini itu untuk keperluan rumah” sahut si B

Saya yang mendengarnya langsung mengklarifikasi, mungkin karena kami para istri memang kurang fokus, karena mengurusi banyak hal, jadinya banyak yang terlupa. Lagipula yang paling sering keluar rumah kan para ayah, mereka lebih mobile, jadi nyaman bagi istri menitip kepada mereka.

Disadari atau tidak para ayah juga memiliki kerempongan, tapi jenisnya berbeda. Kita tidak tahu desakan apa yang dia terima dari bosnya di kantor, tiba-tiba dalam perjalanan pulang ada amanah singgah beli titipan istri, setiba di rumah diserbu anak yang mengajak main. Itulah makanya banyak ayah yang mengharapkan menikmati kegiatan me time seperti saat mereka masih bujangan.

Berawal dari obrolan teman pagi itu saya melakukan survey kecil-kecil apa saja jenis kegiatan yang para ayah inginkan sebenarnya. Jawaban yang saya terima berbeda-beda, beberapa cukup mengejutkan dan tidak saya sangka.

1. Ngumpul dengan keluarga

Amin (3 anak), karena rumah tinggal di Makassar sementara dia berkantor di Parepare, Pak Amin harus jauh dari keluarga selama 5 hari dalam seminggu. Teman ini mengaku bahwa sangat menikmati waktu berkumpul dengan keluarga di akhir pekan. Biasanya dia mengajak anak istrinya makan-makan di cafĂ© atau di restoran. Jika waktu libur lebih panjang, teman yang hobi jogging ini sering rekreasi bersama keluarganya.

Tampaknya seperti bukan kegiatan me time ya? teman saya ini berkilah, itulah hal yang paling menyenangkan baginya. Ya baiklah, kita masukkan kegiatan ngumpul dengan keluarga adalah salah satu kegiatan me time.

2. Main game

Boston (1 anak ) sangat menyukai game, khususnya game online. Ketika ditanya bagaimana dia ingin menikmati waktu senggangnya, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah main game.

3. Ngumpul dengan teman

Lain lagi dengan Yopi (1 anak), dia sangat menyukai ngumpul dengan teman-temannya.

“Keluargamu dikorbankan dong, setiap weekend kamu pergi? tanyaku dengan kebiasaannya itu. Soalnya saya tahu selama 5 hari penuh dia keluar kota, berpisah dengan keluarga.

“Saya punya triknya Mba, saya bawa dulu mereka jalan-jalan, habis itu antar ke rumah, trus saya keluar lagi”

Dia menambahkan bahwa memang agar keduanya terlaksana, dia menjadi lebih capek, tapi itu menyenangkan baginya. Nice trick Yopi.

4. Nonton

Nasrul (1 anak) mengaku sangat menikmati kegiatan nonton kartun. Kata dia kartun bisa membuatnya tertawa lepas. Dengan tertawa beban hidup terasa lebih ringan. Film kartun favoritnya ipin-upin, cerita kancil dan banyak lagi.

Lain lagi dengan Yani (3 anak), bapak penggemar berat ayam KFC ini sangat menyukai film horor, uniknya dia lebih menikmati film jika suasana disekitarnya mendukung. Jadi gorden dibiarkan terbuka seakan-akan hantunya mengintip di balik jendela, nontonnya pun harus tengah malam. Katanya lagi lebih afdol lagi jika filmnya ditonton di malam jumat, lebih mencekam. Hahaha ada-ada saja.

Hadi (2 anak), bapak yang hobi fotografer ini juga memilih nonton sebagai bagian dia menikmati waktu senggang, pilihan tontonannya acara lawak di TV.

Oh ya, suami saya juga suka nonton tapi dia memilih acara berita dan national geographic.

5. Jalan-jalan

Arpan (1 anak) memilih naik motor di daerah pegunungan, selain udara lebih segar, dia juga sangat menikmati berkendara di jalanan yang sepi.

Jufri (3 anak) juga memilih jalan-jalan sebagai kegiatan favoritnya, bedanya Jufri menyukai jalan bareng teman-teman, apalagi jika hari itu berakhir dengan acara makan-makan, katanya lebih mengenyangkan menyenangkan lagi.

6. Tidur

Beberapa teman yang sering begadang memikirkan target penjualan di hari kerja memilih tidur sepanjang hari untuk memulihkan tenaganya di akhir pekan.

7. Menyendiri

Indra (4 anak), bapak yang satu ini sangat menyukai  duduk sedirian di bawah pohon depan rumahnya sambil menikmati secangkir kopi, dia bisa menghabiskan berbatang-batang rokok menyaksikan orang yang lalu lalang *anehgaksih

Othman (2 anak) mendambakan sekali-kali bisa tidur di hotel sendirian, bebas menonton sambil makan cemilan, tanpa rengekan anak dan gangguan lainnya. Boleh juga idenya nginap di hotel, apalagi kalau hotelnya seperti JW Marriot Surabaya ya, pasti lebih asyik.

Itulah jenis-jenis kegiatan "me time" versi ayah atau suami. Baru sadar tidak ada yang memilih shopping ya hehehe.

Jadi begitu ternyata, suami tercinta kita mendambakan juga sekali-kali bisa menikmati hobi seperti waktu dia masih bujang. Supaya sama-sama bahagia, yuk kenali kesukaan suami masing-masing dan biarkan mereka memiliki waktu untuk menikmatinya. Tapi para ayah juga jangan sampai kebablasan ya, jangan lupa ada anak istri di rumah menunggumu. ^_^