4 Nov 2019

Etta Pergi


Bau rumah sakit itu aneh, paduan aroma obat dan penyakit. Bukan hanya di ruang pasien, ke tempat petugas mengurus administrasi pun seakan bau itu mengikuti hidungku.

Suasana tak begitu menyenangkan hatiku. Etta sakit, beliau tak mengeluh tapi wajahnya menunjukkan derita. Baring sejenak, bangkit lagi, rebahan lagi, berulang begitu.

 "Tabung oksigen tidak membantu" katanya. 
Saya panggil suster, “ini sudah maksimal bu" 

Etta rindu kipas anginnya. Adekku membawakan permintaan Etta. Pak Satpam mencegat, akhirnya benda itu menepi saja di sudut luar ruangan. Map berisi berkas hasil laboratirium Etta jadi penolong, kukipaskan sampai lenganku terasa pegal...

Thanks God, Etta akhirnya tidur.
Sejam kemudian Etta bangun. Bubur habis disantap. Hatiku lega. 

Tadi saya menungggu di ruang administrasi. Dapat nomer antrian ke 7, padahal tak ada orang antri di depan atau di belakangku. Kedua staf yang melayani bermuka masam, beradu pendapat dengan nada suara rendah. Mungkin mereka sedang ada masalah diinput sistem.

Saya duduk saja dengan tenang. Tidak membuka handphone. Tiba-tiba mataku tergenang air. Kutahan supaya tidak mengalir lebih kencang, malu dilihat orang. 

Alhamdulillah darah golongan B yang Etta butuhkan siap hari ini, Sarah, gadis manis di kantor mau mendonorkan sekantung darahnya. Saya sangat bersyukur. 

Bapak yang berada di balik tirai sebelah, berbicara dengan nada suara tinggi, mengeluhkan posisi badannya tidak nyaman, selang infus berdarah dan sebagainya. Dua orang perempuan, mungkin istri dan saudara perempuannya, membujuk-bujuk si bapak dengan sabar. Lalu mereka berulangkali memanggil suster. Melihat kehebohan dia, saya kembali menyadari Etta orang yang tabah.

Ibu di tirai sebelah menyapa, memberikan sepotong panininya "Panini ini sangat membantu" katanya. "Bapak kenapa" 
"Jatuh di wc" 


Hari ini saya malas bicara. Saya tidak mengatakan Etta mengidap leukemia. 

Memang Etta jatuh di WC menjelang subuh. Saya sudah tidur dekat kamarnya, mengapa saya begitu malas bangkit waktu mendengar Etta bangun. Saya menyesal.

"Saya juga pingsan di WC" lanjut ibu itu. saya tersenyum sopan. Dan kembali mengipasi Etta dengan Map berwarna pink. 

****
Dokter perempuan yang bertugas di UGD bertanya ke Etta “ Bagaimana Pak, bersediajeki ditransfusi darah, percuma Bapak dirawat di sini, kalau tidak mau ditransfusi” 

Dari kemarin-kemarin beliau tak mau menerima tindakan dokter jika berkenaan dengan transfusi darah. Etta menoleh kepadaku. Meminta pendapat. Saya mengangguk. Dan Akhirnya Etta mengangguk lemah tanda setuju. 

Etta sudah pindah dari ugd ke kamar perawatan. Kami lega, kipas angin bisa dipakai. tadinya saya heran, kenapa oksigen demikian kencang tak mempan. Rupanya rusak, Suster mengganti tabungnya. 

Etta makan sedikit, tapi masih mau. 

**** 

Kantung kedua darah sudah masuk, semoga darah itu punyaku. saya lemas semalaman setelah donor, jadi saya menjenguk keesokan harinya. 

"Bagaimana rasanya Ta?membaik kan?" 

Etta tidak mau menjawab 

**** 
Saya baru tiba di rumah sakit. Melihat Etta duduk sambil makan, rasanya lega. saya pencet tombol video call, menggirang-girangkan suaraku menyapa Adek yang menetap di Buol. 
"Lihat Etta, sudah baikan!!"

Etta lalu menangis terharu, saat berbincang dengan Adek yang sedang bersama nasabahnya.

**** 
Kamis, 1 Agustus 2019

Etta begitu payah. Bolak balik muntah, sampai isi perutnya habis terkuras. Air minum yang dia tuang ke mulutnya dia semburkan kembali. Etta menatap memandang ke atas. seakan melihat sesuatu yang tinggi, lalu mengalihkan pandangannya. tatapannya aneh dan menghindar. Hatiku berdesir, saya tahu bahwa Etta akan pergi. 

"Apa yang kita lihat Ta?" 
Etta tak menyahut. 

15.00 wita
Ucci bilang semalam Etta tidak tidur, jadi melihat beliau lelap sekarang saya mengucap syukur. Mungkin Etta menikmati murotal Yasin dari aplikasi hpku, sampai dia tertidur nyenyak. Suster pun kuhalau ketika obat akan disuntikkan. Biarkan Etta tidur.

Kenapa tiba-tiba air mata mengalir deras.  Akhir-akhir ini saya cengeng sekali, mungkin karena datang bulan. 

Waktu berlalu. Kenapa Etta kadang mengorok, apakah lendirnya? tapi kenapa sangat panjang. keluarga pasien sebelah bilang kalau Etta tidak tidur. Dadaku berdegup kencang. Etta koma! 

Suster memanggil-manggil nama Etta, Etta tak bergeming. Dokter dan suster berdatangan. Mencoba menyadarkan Etta dengan berbagai tindakan. Etta tetap tidur. 

Magrib dan Isya berlalu.....

Kapan Etta pergi? saya tidak menyadarinya. Padahal saya didekatnya setiap saat, baik di ruang perawatan maupun ruang ICU. Terus-terus kuulang kalimat tahmid di telinganya. Etta telah pergi di malam jumat. 

Kakiku lunglai. menangis, berpelukan dengan anak lelakiku yang berumur 6 tahun. Kami menangis bersama, bungsuku menutupi wajahnya dengan topi. Ini kematian pertama yang dia saksikan. Dia kehilangan kakeknya, saya menjadi yatim piatu


26 Jul 2019

The Good Doctor

The Good Doctor
source: id.wikipedia.org

Saya baru saja menyelesaikan nonton film The Good Doctor season 1 kemarin. Ada 18 episode, dan kelar hanya dua hari. Film ini dirilis tahun 2017, pertanyaannya adalah saya kemana aja, kok baru nonton di pertengahan 2019?:D

Awal mula nonton, kalau tidak salah bulan lalu, saat nginap di salah satu hotel di Makassar. Sudah terkesan kala itu, pas tahu ada di Hooq, langsung deh nonton marathon sampai habis. Adek Ayyan sampai penasaran kenapa Mama suka nonton film dokter-dokter.

Untuk kamu yang ternyata belum pernah nonton The Good Doctor, saya kasih sedikit sinopsisnya ya.

Dikisahkan seorang dokter bedah muda bernama Shaun Murphy pindah ke San Jose, California dan bekerja di sebuah rumah sakit bergengsi. Awalnya keinginan Shaun Murphy untuk menjadi dokter bedah di RS ini ditentang oleh banyak dokter dan dewan direksi. Tapi didukung dan diperjuangkan oleh Aaron Glassma, Presiden dari rumah sakit San Jose St. Bonaventure, yang telah menjadi mentor dan teman baik Shaun sejak Shaun berusia 14 tahun. Berkat Glassma yang berjanji mundur dari jabatannya jika Shaun tidak bekerja sempurna, akhirnya Shaun berhasil menjadi dokter bedah di sana.
Dr. Aaron Glassma, orangnya baek banget, menyayangi Shaun sepenuh hati
Source : abc.go.com

Sebagai seorang penderita Autis, Shaun sulit bersosialisasi dan berkomunikasi, tapi dia jenius, sering membuat diagnosa penyakit yang tidak terpikirkan oleh teman-teman dokternya yang lain. Seiring waktu, akhirnya rekan-rekannya mempercayai kemampuan Shaun sebagai dokter bedah yang baik.

Sebagaimana serial TV pada umumnya, setiap episode disajikan dengan konflik yang berbeda, pasien yang berbeda dengan tingkat kesulitan operasi yang tentu saja berbeda. Biasanya Shaun tampil memberikan ide cemerlang pada setiap kebuntuan tim dokter dalam menangani pasien.

Latar belakang kehidupan Shaun cukup menyedihkan. Dia diperlakukan buruk oleh Ayahnya karena mengidap autis. Ibunya pun hanya bisa diam. Untungnya dia memiliki adik laki-laki (Steve) yang sangat peduli padanya. Tapi saudaranya tersebut meninggal dunia saat jatuh dari gerbong kereta. Kematian Steve dan kelinci kesayangannya ini kelak menjadi alasan kuat Shaun ingin menjadi dokter.

Adegan kilas balik masa kecil Shaun ini kadang membuat air mata saya menetes.

Kita bisa mendapatkan hikmah dari setiap kisah di setiap episode. Lihat saja pada episode "Oliver", Shaun dan Claire ditugaskan ke rumah sakit lain untuk menjemput hati orang yang baru saja meninggal dunia. Hati ini rencananya akan didonorkan kepada Klaus, pasien mereka. Dalam perjalanan pulang, mereka mendapatkan banyak kendala; cuaca buruk sehingga helikopter batal berangkat dan terpaksa naik mobil polisi, suhu penyimpanan hati memanas sehingga harus direndam ke dalam air es, bahkan harus melakukan operasi hati di pinggir jalan.
Shaun & Claire
Source : hiddenremote.com

Ketika sampai di rumah sakit tempatnya bekerja, mereka mendapatkan kabar buruk. Klaus ternyata melanggar aturan penerima donor, yakni tidak boleh minum alcohol dalam jangka waktu 6 bulan. Hati Oliver kemudian dijemput oleh petugas rumah sakit lain untuk didonorkan kepada yang membutuhkan.

Claire terlihat sedih dan lelah.

Shaun masih bisa berkata "Hari ini begitu indah!! kita tetap menyelamatkan satu nyawa, tapi bukan Klaus"
Dr. Shaun Murphy 
Source: popsugar.com

Btw, Freddie Highmore yang memerankan Shaun Murphy adalah produser film ini lho. Keren ya?

23 Jul 2019

Begini Cara Mengubah Meja Lama Menjadi Baru dengan Biaya Murah

Punya meja usang? 
Jangan buru-buru disingkirkan. Barang lama kamu bisa jadi baru kembali dengan biaya murah lho.

Seperti yang dilakukan Pap Nay kemarin. Meja kami yang jeleknya tidak ketulungan, bisa tampil elegan. Saya saja hampir tidak mengenali pasca rekondisinya. Sungguh sayang saya tidak sempat mengambil gambar before. Saya juga coba cari-cari fotonya di hp tidak ada, saking ndak bangetnya tuh meja, tak sudi saya foto hahahaha.

Saya kasih gambaran ya, kami membeli meja tersebut sekitar 9 atau 10 tahun yang lalu, saya lupa tepatnya, awal-awal kami nikahlah. Tampilan barunya sih cantik, minimalis, warna hitam elegan. Nenekku waktu liat pertama sangat suka, dan pengen punya juga. 

Seiring waktu, tahun demi tahun berlalu, tampilan meja itu sudah jelekkkk buanget. Cat mengelupas sana-sini, untung masih ada bekas catnya sehingga ketahuan dulunya berwarna hitam. Sampai-sampai Novi yang berkunjung ke rumah bilang “ganti-gantimi meja ta kak!” tamu pun sudah menegur hahaha.

Saya pun sudah gerah dengan meja tersebut, Pap Nay selalu janji akan memperbaikinya, tapi berhubung dia selalu sibuk, permak meja tidak pernah kesampaian. 

Alhamdulillah, datanglah hari yang ditunggu-tunggu, Pap Nay membuka alat-alat pertukangannya. Fyi, dia sudah seperti tukang sejati, perlengkapannya lengkap, sampai dua box!! 

Seperti biasa saya adalah seksi keluarkan duit untuk belanja alat-alat yang dibutuhkan, jadi tahulah berapa budget untuk meja syantikkku ini:

Cat minyak + Kuas + amplas + thinner : 129.000 
HPL (High Pressure Laminate) :200.000 
HPLnya hanya dipakai seperempat, jadi sekitar Rp. 50.000.
Bahan-bahan yang lain seperti dempul, lem, dll pakai stock sisa. 
Jadi kalau dihitung-hitung biaya rekondisi meja ini hanya 179.000. murah yah

Cara mengerjakannya bagaimana? 

Pertama meja diamplas dulu. Setelah itu bagian atasnya diberi HPL. Baik bagian atas meja maupun HPLnya terlebih dahulu diberi lem merk Castol. Pastikan ukuran meja dan potongan HPLnya sama ya. Adapun jika ada kelebihan sedikit atau ada lengkungan pada bagian sudut meja, itu bisa disesuaikan atau dipotong menggunakan mesin gerinda. 

HPL telah tertempel rapi. Lanjutkan dengan memberi lakban bening di pinggiran meja bagian atas, ini supaya saat mengecat kaki meja, catnya tidak belepotan menyentuh HPL. Agar hasil lebih maksimal, lakukan pengecetan sebanyak dua kali. 

Taraaaaa…. 

Ini dia meja putihku, elegan, mirip yang dijual di mall kan ya??? Kursi kayu kami pun ikut cantik, cukup dicat dengan warna yang sama. 

Masih ada sisa HPL yang tidak terpakai, insya Allah akan digunakan merekondisi beberapa furniture di rumah, tunggu ceritanya ya di label DIY

Semoga bermanfaat. See ya

18 Jul 2019

7 Kegiatan Liburan Sekolah yang Menyenangkan

7 Kegiatan Liburan Sekolah yang Menyenangkan. Ketika libur panjang tiba, anak-anak senang sekali. Mereka tidak ke sekolah selama dua pekan. Eits tapiii, giliran ditanya mau menghabiskan liburan kemana, mereka bingung menjawab. Khususnya untuk bocah kami, mereka hampir tidak pernah nginap di rumah lain tanpa ditemani salah satu orang tua. Jadi ketika ditawarkan menghabiskan liburan di kampung, mereka mengiyakan asalkan ada Bapak atau Mama menemani. Tentu saja persyaratan itu tidak dapat kami sanggupi, karena libur panjang untuk orang kantoran tidak ada. Makanya buuuu, bisnis..bisnis :p

Berputarlah nih otak….hmmm bikin apa ya dua pekan ini, supaya anak-anak tetap menikmati liburan. Saya dan Pap Nay akhirnya sepakat, kita tetap ngantor seperti biasa, tapi sebisa mungkin berusaha agar ada aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan anak-anak setiap hari. Jadi, kali ini saya akan membagikan pengalaman kami mengisi liburan sekolah: 

1. Bermain di Diana Waterpark

Ketika kamu berharap bisa bermain air, menikmati pemandangan di atas bukit, dan sekaligus melihat ragam hewan di satu tempat, maka saya rekomendasikan ke Diana Water park.

Anak-anak puas bermain air di kolam yang dilengkapi seluncuran, walaupun waktu kami datang, airnya agak kotor. Gak masalah lah, yang penting setelahnya langsung mandi air bersih.

Di sini anak-anak juga bisa naik di punggung dinosorus, masuk ke mulut kuda nil, meraba-raba rusa, bergelayut di tangan panda. Tentu saja semua hanya replika, kalau asli sih bisa membuat kita pulang tinggal nama 😊 

Pengen melihat hamparan sawah sambil olah raga juga boleh, siapkan saja lututmu untuk mendaki, kamu akan menyaksikan permadani hijau ciptaan Tuhan dari atas bukit. Komplit ya. Tidak menyesal datang ke Diana Water Park, menjadi pengalaman baru Kakak Naylah dan Adek Rayyan. 


2. Melihat sawah di Wattang Bacukiki

Parepare memang kecil, luas wilayah hanya dibagi empat kecamatan. Mata pencaharian penduduk didominasi berdagang, karyawan, PNS, dan sebagian kecil merupakan petani. Sawah ini banyak ditemukan di salah satu kecamatan yaitu Bacukiki, tepatnya di kelurahan Wattang Bacukiki. 
Melihat padi tumbuh 

Supaya anak-anak tahu asal mula nasi yang tiap hari mereka makan, maka kami bawalah mereka ke sawah. Mereka menyaksikan langsung bagaimana bentuk daun dan bulir-bulir padi yang masih hijau, sambil emaknya menjelaskan proses tumbuhnya sampai menjadi beras.

3. Berpetualang di hutan belakang rumah

Etta sedang dirawat di rumah sakit. Anak-anak terpaksa menghabiskan waktu hanya di rumah saja. Supaya tidak bosan, anak-anak saya bawa ke hutan belakang rumah. 

Kok bisa? Iya, pohon jati, mangga, bambu, dan aneka pohon besar yang saya kurang paham namanya, tumbuh di tanah milik orang lain yang kebetulan letaknya di belakang rumah. Saya suka lingkungan begini, udara menjadi lebih sejuk, kurang polusi. Biasanya saya melarang anak-anak ke sana tanpa ditemani salah satu orang dewasa, takut ada ularnya.

Di sini, mereka menemukan jamur yang tumbuh di batang pohon yang tumbang, buah semak yang berduri yang Adek Rayyan kira buah durian :D 

Adek Rayyan memungut sebatang ranting, memukul-mukulkannya layaknya penjelajah yang sedang membuka jalan yang ditutupi semak belukar.

Baca cerita Naylah tentang Jalan-jalan di Hutan Belakang Rumah

4. Trans Studio Makassar

Pengalaman main di Trans Studio Makassar adalah puncak kesenangan liburan mereka. Bagaimana tidak, anak-anak mencoba puluhan wahana, menikmati beragam hiburan yang baru mereka lihat. Lagipula ini pengalaman pertama mereka di sini.
Trans Studio Makassar

Kakak Naylah sangat terkesan dengan pertunjukan drama musical “I Basse goes to Bollywood” sedangkan Adek Rayyan sering mengulang cerita tentang Science Center. 

Baca cerita Naylah tentang Bermain di Trans Studio Makassar

5. Ke Perpustakaan

Selama liburan, anak-anak juga saya ajak ke perpustakaan, memilih buku apa saja yang mereka sukai dan dibawa pulang. Periode peminjaman buku dibatasi satu pekan, tapi Naylah biasanya menuntaskan tiga buku dalam 2-3 hari saja.

Baca cerita Naylah tentang Ke Perpustakaan

6. Jalan-jalan sekitaran kompleks

Beberapa kali kami juga jalan-jalan subuh bersama. Supaya tidak bosan, rute yang dilewati tidak sama setiap hari. Kita ngobrol sepanjang jalan, membicarakan apa yang kami lihat.
“Rumah orang kaya bagus-bagus ya”
“Eh tanaman jagung itu bisa ya tumbuh di tanah gersang dan banyak sampahnya”
“Serangga sedang kawin!”
“itu bunga Putri Malu!”
Dan masih banyak lagi coletehan mereka.

Baca cerita Naylah Jalan-Jalan Subuh

7. Ngeblog

Untuk Naylah, selain enam di atas, aktivitas hariannya juga diisi dengan ngeblog. Sebenarnya blog Naylah sudah ada sejak 2014, tapi tidak kontinyu diisi. Di liburan kali ini, saya mengharuskan dia menuliskan semua kegiatannya di blog.

Awalnya Naylah merasa berat, lama-lama dia ketagihan sendiri menulis, bahkan membuat dadar telurpun dia simpan langkah-langkah membuatnya di blog www.naylahmahmudah.blogspot.com

Demikian kegiatan Kakak Naylah dan Adek Rayyan selama liburan sekolah.

Senin kemarin adalah hari pertama sekolah, tiba di rumah Naylah berseru “Benar Mama, untung saya tulis di blog. Tadi Bunda suruh saya menceritakan kegiatan liburan!”

Tak Terasa Waktu Berlalu di Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar
Trans studio Makassar merupakan salah satu alternatif hiburan buat keluarga. Dengan merogoh kocek Rp.200.000/orang, kamu sekeluarga dapat menikmati semua wahana yang tersedia, tidak perlu lagi isi ulang voucher. Oh ya, agar lebih efektif sebaiknya datang lebih awal, pukul 10.00 atau pukul 11.00 wita. Dengan demikian 20 wahana yang ditawarkan dapat leluasa dicoba. Di jam segitu, Trans studio juga masih sepi, parkir mobil lebih gampang :D

Sebelum berangkat pastikan kondisi anak-anak dalam keadaan prima. Semalam tidur cukup dan sudah sarapan. Tahu sendiri kan kalau anak-anak sedang bermain terkadang lupa lapar dan hausnya. Jangan sampai setelah pulang dari bermain, fisik mereka drop.

Petugas Trans Studio Makassar tidak mengizinkan pengunjung membawa makanan dan minuman, jadi kalaupun bawa, bekal akan dititipkan di tempat penitipan barang. Jangan khawatir, di sini ada café kok, harga menunya juga relatif terjangkau.

Tgl 12 Juli 2019 kemarin, Naylah dan Rayyan berkesempatan main di Trans Studio Makassar. Kenapa ke Trans Studio? Alasannya sih simple karena belum pernah 😊. Nah dari puluhan wahana yang tersedia, hampir semua kami coba kecuali yang super ekstrim seperti Dragon’s Tower, Putar Petir, dan Dunia Lain. Yang terakhir saya sebut tadi sengaja tidak kami masuki, karena khawatir akan menimbulkan phobia baru ke anak-anak. Ada beberapa wahana yang kami mainkan, tapi terlarang untuk Rayyan karena tinggi belum cukup. Ada juga sudah memenuhi syarat untuk Rayyan, tapi dia yang ogah coba karena takut 😊

Berikut wahana dan hiburan yang sempat kami mainkan dan nikmati berempat;

1. Grand Studio View
Di sini kita bisa melihat isi Trans studio secara keseluruhan dari atas, jadi kami pergunakan kesempatan ini mengincar kira-kira permainan apa lagi yang akan dimainkan selanjutnya.
pemandangan saat berada di atas

2. Magic Thunder Coaster
Wahana ini seru, semacam roller coaster tapi dengan panjang rel yang lebih pendek. Naik turun hempasnya cuma satu, dimainkan dua kali putaran. Lumayan menegangkan, tapi anak-anak suka.

3. Ayun Ombak
Kami menaiki perahu yang seakan-akan diayun bolak-balik oleh ombak, diputar ekstrim ke arah kiri, lalu di putar lagi ke kanan. Kamu yang kadang menderita mabok laut kemungkinan tidak cocok naik wahana ini.
Permaianan ayun ombak

4. House for Fun - Mirror Maze
Di sini seru. Pengunjung dimasukkan ke dalam ruangan penuh cermin. Kamu tidak akan tahu membedakan mana bayangan dan pintu keluar kalau tidak mengandalkan indera peraba. Di sini pengunjung dilarang berlari, supaya tidak merusak cermin.
Kakak Naylah di Mirror Maze

5. Trans City Theater
Untuk mendapatkan pengalaman menonton theater, inilah tempatnya. Pertunjukan I Basse Goes to Bollywood dimulai pukul 14.00 wita, sehingga pastikan kamu dan keluarga sudah antri di depan theater sebelumnya.

Oh ya, selain aksi joget-joget India, ada aktraksi kembang api juga lho. Ini bagian yang paling anak-anak suka. Saya kurang nyamannya satu, cerita yang disuguhkan adalah kisah cinta, beberapa adegan memperlihatkan Shahrul Khan dan I Basse saling berpegangan tangan dan berpelukan.

6. Sepeda Terbang
Semakin sepeda dikayuh, semakin naiklah kita ke atas. Adek teriak-teriak minta jangan dibikin terlalu tinggi. Memang agak serem juga sih, emaknya saja agak ngeri :D

7. Science Center
Anak-anak itu adalah makhluk yang keingintahuannya besar. Pantas saja Sience Center adalah tempat yang paling membuat mereka betah, sampai dua kali kami bolak-balik ke sini. Di Science Center, kamu bisa menyaksikan simulasi proses tsunami terjadi, merasakan getaran gempa dengan berbagai ukuran kekuatan, melihat cara kerja magnet, usus manusia, dan banyak teori ilmu Fisika dan IPA lainnya yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung.
Melihat kerangka manusia

Selain tujuh wahana/hiburan di atas, Kakak Adek juga naik kuda putar, main Mini Boom-boom Car, Si Bolang, jelajah, dll. Terakhir, tentu saja tak lupa mengambil gambar di berbagai spot di Trans Studio Makassar
Kuda Putar
Kakak Naylah dan Adek  Rayyan
cartoon city

Tidak terasa waktu berlalu di Trans Studio Makassar. Keluar area mall, waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 wita.

12 Jul 2019

8 Resep JSR untuk Promil

8 Resep JSR untuk Promil. Hari ini saya ke acara aqiqah Bu Nahdiyah, mantan ketua KPU kota Parepare. Raut wajahnya ceria sekali, bayangkan kurang lebih 4 tahun teman saya ini menunggu buah hati, alhamdulillah dikasih amanah tahun ini. Saya salut, dia telah mengambil keputusan terbaik untuk tidak mendaftar lagi menjadi penyelenggara pemilu di periode berikutnya, hadiahnya luar biasa, dapat baby cantik! Duh jadi turut senang.
source : www.flickr.com

Bertahun-tahun menikah akhirnya punya anak juga dialami pasangan Bang Boston dan Mba Ety, di tahun kesepuluh baru dikarunia anak. Saya pernah cerita tentang perihal mereka di sini

Perjuangan Bu Nahdiyah dan Mba Ety berakhir dengan happy ending, tapi yang masih berusaha tentu banyak. Termasuk adik saya. Saya mendoakan semoga keturunan yang diharapkan segera diamanahkan Allah kepada Adik dan teman-teman sekalian. 

Btw, saya akhir-akhir ini suka berkunjung ke akun Instagram dr @zaidulakbar. Beliau adalah penggagas jsr (jurus sehat Rasululullah). Saya baru tahu dari Pap Nay, tak hanya giat mengsosialisasikan resep.jsr, beliau juga aktif di komunitas pengguna mesin kangen water. Selain pak dokter, ada juga @sulistyowati_05. akun ibu ini lebih rapi, resep-resepnya lebih tertata di highlight Instagram. 

Dari hasil kepoin kedua akun ini, saya beberapa kali menemukan testimoni ibu-ibu yang akhirnya hamil setelah rutin mempraktikkan resep jsr. So, kali ini saya ingin share resep yang sempat saya baca ya, semoga jika diamalkan dan ternyata berhasil, saya juga dapat pahalanya…amiiiin: 

Resep 1: 
Manfaat : Memperlancar haid, mengatasi keputihan, nyeri haid, masalah haid yang lain, dan bisa juga untuk promil.
Bahan:
Kunyit 2 ukuran jempol dewasa
Jahe 1 jempol dewasa
Asam jawa secukupnya
Gula aren secukupnya
Air 300 ml
Sereh (optional) 
Caranya: Rajang/iris tipis jahe, kunyit dan sereh. Seduh dengan air mendidih, kemudian masukkan gula aren dan asam jawa. Diamkan sebentar, minum selagi hangat.

Resep 2: 
Manfaat: darah akan bersih, pencernaan lebih baik, kebanjiran enzim, tulang akan kuat, mecegah bakteri/virus menyerang tubuh kita.
Bahan: 
Kunyit 2 ukuran jari kelingking 
Jahe ukuran 2 jempol dewasa
Jeruk nipis peras 1 buah ukuran sedang 
Air 300 ml Sereh 1 batang (optional) 
Caranya: Kunyit, jahe, sereh direbus dengan air 300 ml. jangan sampai mendidih. Diamkan, setelah hangat kasih madu dan jeruk nipis peras. 

Resep 3: 
Manfaat: Memberi tenaga ke tubuh, bagus untuk bagian reproduksi, sumber enzim, dan masih banyak lagi manfaatnya.
Bahan: 
Kurma, Jahe, Kayu manis, air 
Caranya : cuci bersih kayu manis, rendam semua bahan dengan air biasa minimal 6 jam, maksimal 12 jam. 

Resep 4: 
Manfaat : merupakan minuman super enzim yang baik untuk tubuh
Bahan:
Jahe, kunyit, kurma (beserta bijinya), air 
Caranya : iris tipis kunyit, jahe. Masukkan semua bahan ke dalam air suhu biasa. Rendam minimal 6 jam. 

Resep 5:
Manfaat: meningkatkan kesehatan lambung, mencegah kanker, meningkatkan kesehatan hati, melawan peradangan, mencegah diabetes, meningkatkan kesehatan otak, baik untuk kesehatan mulut, memperbaiki fungsi ginjal, memperbaiki hormone tubuh yang bermasalah. 
Bahan: 
Licorice 3 batang Air 300 ml 
Caranya: Rendam licorice selama minimal 6 jam, maksimal 12 jam. 

Resep 6: 
Manfaat: mengontrol gula dalam darah, anti infeksi, menurunkan kolestrol, baik untuk pencernaan, melancarkan system pernafasan, menghangatkan tubuh, bagus buat penderita endometriosis, PCOs, dan masalah wanita lainnya, bagus untuk ginjal, jantung. 
Bahan: 
Kayu manis 2 ukuran jari kelingking 
Kurma 3 buah
Caranya: Rendam semua bahan dalam air biasa sebanyak 600 ml semaleman. 

Resep 7: 
Manfaat: booster ASI, bagus untuk jantung, pembuluh darah, tulang, otak, kolestrol, dan bisa untuk promil 
Bahan:
Kacang pistachio secukupnya
Kacang almond secukupnya
Kacang walnut secukupnya
Kacang hazelnut secukupnya
Bubuk cokelat (optional) 
Air secukupnya
Caranya: Blender semua bahan hingga halus.

Resep 8: 
Manfaat: membantu memperbaiki sperma, membantu memperbaiki ovum. 
Bahan: 
1 cup biji semangka 
1 cup biji buah naga
Caranya: blender semua bahan dengan air secukupnya, biarkan hingga mengendap. Minum airnya.

Demikian resep jsr untuk promil. Manusia berharap, berdoa, dan berusaha…Tuhan jualah yang menentukan. Sambil meminum ramuan, alangkah baiknya kita tak lupa merayu DIA. See ya

Mantao, Oleh-oleh Khas Parepare

Apa makanan khas Parepare? 
Jawaban yang umum disebut warga pastilah “Mantao” 

Agak aneh karena sebenarnya kalau dicari sanadnya, mantao tidak ada di zaman nenek moyang asli Parepare. Makanan ini merupakan penganan khas Tiongkok. Maka tak heran, penjual mantao yang bertebaran di Parepare adalah warga keturunan China atau Tiongkok. 

Sinar Terang adalah toko terkenal yang memproduksi mantao enak di Parepare. Semacam pelopor gitu. 

Toko Sinar Terang Parepare
Saya heran, kenapa mantao Toko Sinar Terang rasanya enak, padahal bahan mantao itu sederhana yakni tepung terigu, air, gula, susu dan ragi. Mungkin ada teknik pembuatan atau ramuan rahasia yang membuatnya berbeda. Bisa jadi juga karena produknya selalu fresh dari oven.

Jika Dinas Pariwisata atau dinas lain di Kota Parepare diundang ke acara pameran nasional, mantao Sinar Terang lah yang dibawa ke sana. Kabarnya dari beberapa pameran yang diikuti, mantao ini sangat laris, paling cepat habis. 

Tak dapat disangkal kalau mantao Sinar Terang memang enak. Setiap bepergian kemana-mana, kerap penganan ini dijadikan oleh-oleh. Hanya saja jika durasi perjalanan lama, tidak disarankan membawa mantao karena hanya bisa bertahan 2-3 hari di suhu ruangan. Tapi jika disimpan di dalam kulkas, kata penjualnya sih bisa sampai satu bulan. Saya belum pernah tes karena umumnya mantao tidak bertahan lama di rumah, langsung habis :D

Selalu ramai pembeli
Mantao dimakan langsung rasanya oke, tapi lebih nikmat jika diolah lagi seperti digoreng, dikukus ulang atau dipanggang. Saya lebih suka dipangg
ang. Lebih nikmat. Diberi topping parutan keju dan dicocol dengan sambel botol ABC, bikin saya bablas makan sampai beberapa biji. Kalau kamu doyan toping lain seperti susu kental manis, selai, cokelat juga enak, bahkan bisa dijadikan roti burger, sisa ditambahkan daging, sayuran dan mayones ditengahnya. 

Untuk harga lumayan terjangkau, Rp. 35.000 per pack untuk ukuran kecil, dan Rp.70.000 per pack untuk ukuran besar. Jika dijadikan oleh-oleh biasanya mantao dipacking rapi dalam dos. Tapi itu tadi, pastikan setelah sampai di tujuan, segera dikonsumsi dan sisanya dimasukkan di kulkas. 

Itulah salah satu oleh-oleh khas kota kami, Parepare. Kalau kamu mau mampir di toko Sinar Terang, ini alamatnya: Jl. Bau Massepe no 269 Kota Parepare. Cari di Google Map lebih mudah. 
See ya.

5 Jul 2019

Suatu Siang di Diana Waterpark

Suatu Siang di Diana Waterpark. Horeee libur telah tiba! Kakak Naylah dan Adek Ayyan sumringah.  Nah, emaknya yang bingung, mau diisi apa nih liburan mereka. Beberapa  opsi sudah ditawarkan: ke rumah nenek di Selayar, Soppeng,  Belawa atau Makassar, tapi semua dijawab gelengan kepala. Karena semua pilihan itu berarti berpisah sama mama (aduh nak kapan kamu mandiri)

Supaya liburan tidak garing, saya dan Pap Nay sepakat membawa anak-anak keluar lebih sering selama dua pekan ini.

Tanggal 2 Juli 2019 kemarin, kami sempatkan membawa Kakak dan Adek ke Diana Waterpark. Diana Waterpark adalah destinasi wisata baru yang terletak di Desa Balusu, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kami berangkat hampir pukul 11.00 wita. Matahari sudah tinggi. Tapi tidak masalah, jaraknya cukup dekat kok, hanya kurang lebih sejam perjalanan santai dari Parepare. 

Di mobil, anak-anak malah tidur. Mungkin kecapaian sepagian bergerak terus. mendekati lokasi baru mereka dibangunkan.

Oh ya, ibu pemilik warung empat kami membeli cemilan menyampaikan bahwa kemarin ada pengunjung yang meninggal di Diana waterpark. Saya lalu tanya balik “Jadi, sekarang sepi pengunjung bu?” “Ramai” kata dia. Tidak perlu khawatir berarti, lagipula media online memberitakan kalau mahasiswa yang meninggal tersebut kemungkinan kecapaian.
jumlah mobil di tempat parkir lebih banyak lagi
Rupanya benar-benar ramai, banyak mobil di tempat parkir. Karcis masuk ke Diana Water park adalah Rp.35.000/orang, tidak ada perbedaan tarif antara dewasa dan anak kecil.  
Tak sabar masuk ke dalam :D
Setelah karcis diserahkan kepada petugas, masuklah kami dengan setengah berlari...karena mengejar dua bocah yang sudah melesat duluan.

Eh, lho kok bagus tempat ini...hehehe amazing sendiri.

Cocok betul sebagai tempat rekreasi keluarga.  Taman bunga terhampar di depan mata, warna-warni. Walaupun setelah diperhatikan, ternyata beberapa jenis bunga seperti anggrek bukan asli melainkan artificial.

Yang mengesankan lainnya adalah beragam tiruan binatang ada di tempat ini, seperti rusa, anjing laut, gajah, bahkan ada dinosorus lengkap dengan telurnya. Jangan tanya bagaimana reaksi anak-anak. Mereka berlarian mendekati setiap hewan dan minta difoto. Di taman ini juga tersedia mushollah kecil, tempat kami dan pengunjung lain sholat dhuhur berjamaah.



Tentu saja, sebagaimana namanya “Diana Waterpark”, tersedia tempat bermain air yaitu kolam yang dilengkapi wahana seluncuran. Sebelum berangkat tadi saya sudah mempersiapkan baju untuk basah-basahan, tapi urung nyemplung karena melihat kolam terlalu ramai. Jadi saya hanya duduk di bawah pohon sambil mengawasi anak-anak.

Puas main air, Kakak Naylah dan Adek Ayyan kami ajak naik bukit.
Eh, kok bagus lagi....Sawah-sawah hijau yang kami lewati di perjalanan tadi, kelihatan dari sini. Demikian juga dengan wahana di kawasan Diana waterpark, semua terlihat secara keseluruhan dari atas bukit. Spot foto juga banyak, instagramable.  Tidak rugilah tadi ngos-ngosan mendaki :D
Turun dari bukit, Pap Nay mengajak pulang. Kepikiran mau buka bekal di rantang kok rasanya tanggung, jadilah bekal makan siang dibawa pulang ke Parepare. Kami terlalu asyik mengexplor Diana Waterpark sampai lupa makan :D

Diperjalanan menuju mobil, masih ada beberapa spot unik yang belum kami foto. Pap Nay bilang simpan untuk kunjungan selanjutnya.

3 Jul 2019

Jalan-Jalan di Belitung, Singkat tapi Berkesan


Kalau kamu mau pesan tiket ke Belitung, pastikan dulu kamu tahu Bandara tujuan dengan benar. Tidak jarang orang memilih lokasi yang salah yaitu Bangka. Padahal Bangka dan Belitung adalah tempat yang berbeda. Jika berada di Bangka, kamu harus menyeberang lagi sekitar 4 jam via kapal laut, atau naik pesawat lagi sekitar 30-40 menit ke Tanjung Pandang.
Teman saya yang salah memilih penerbangan, akhirnya harus cancel tiket dan menginap semalam di Jakarta agar mendapatkan penerbangan yang langsung ke Belitung.
Jadi, pastikan kamu memilih penerbangan dengan tujuan Tanjung pandang dengan nama Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin
Harga tiket bagaimana?
Karena memesan menjelang keberangkatan, saya mendapat harga cukup mahal, pergi tiket 2,3 jt dan pulang 2,9jt.
Boleh dikata perjalanan ke Belitung membutuhkan waktu yang lama. Saya berangkat pukul 06.30 dari Makassar, transit di Jakarta, lanjut lagi ke Tanjung Pandang sekitar pukul 11.00. Itu termasuk beruntung, kalau ditengok di Traveloka, durasi perjalanan termasuk transit bisa belasan jam lho.
Baik makassar-Cengkareng maupun Cengkareng-Belitung, saya lebih banyak tidur di pesawat. Cuaca cukup baik, sesuai penyampaian pilot saat berangkat. Sepanjang jalan tidak ada guncangan yang berarti. Saya benar-benar istirahat maksimal.
Wajar saya diserang kantuk. Saya kurang tidur di malam menjelang keberangkatan. Saya harus diantar ke Bandara Sultan Hasanuddin pukul 03.00 wita. Ini akibat pemindahan penerbangan sepihak dari dari maskapai.  Saya harus tiba minimal 3 jam sebelum keberangkatan untuk proses reissued tiket. Sampai sekarang saya masih gerah jika ingat proses komplain dengan operator mereka. Tapi ah sudahlah, tak akan dibahas di sini, merusak suasana hati saja ya :D
Berhubung kesempatan kami terbatas di Belitung, hanya 3 hari termasuk waktu perjalanan (25-27 Juni 2019) Maka, setiap detik di Bumi Belitung, saya dan rombongan pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Setiba di Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin,  kami diantar ke hotel Grand Orion oleh bus jemputan. Setelah proses checking kamar, sholat dan istirahat, pada pukul 14.00 wita, mobil yang kami sewa tiba. Kami membayar Rp. 500.000 untuk satu mobil. Jumlah itu sudah termasuk jasa sopir dan bbmnya. Lumayan murah menurut saya, apalagi kami share biaya berlima.
Sebenarnya Belitung memiliki banyak tempat wisata, tapi yang sempat kami kunjungi selama kurang lebih dua hari adalah berikut ini:
Pantai Tanjung Kelayang
Siang hari ke pantai membuat kesan pertama adalah panas. Pasir putih dan air laut memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan. Saya merasa agak menyesal lupa membawa kacamata dan masker, untungnya tidak lupa memakai sunblock. Oh ya, untuk kamu yang tidak pakai jilbab atau para pria, sangat disarankan memakai topi.
Setengah berlari kami mencari jalan yang lebih teduh agar mencapai pinggir pantai sesegera mungkin.
Saya terkesima dengan pemandangan batu granit yang berdiri di bagian pantai sebelah. Batu granit inilah yang menjadi ciri khas pantai di Belitung.
Tak sabar rasanya hendak ke batu tersebut. Setelah mengambil foto di beberapa spot seperti latar batu berbentuk burung garuda dan papan nama Tanjung Kelayang. Kami pun bergeser mendekati lokasi.  Batu-batu granit segera menjadi favorit kami, kami banyak menghabiskan waktu berfoto disini.

Oh ya, saya sempat keliru mengira batu berbentuk kepala burung garuda itu dapat dijangkau dengan jalan kaki. Ternyata untuk melihat dari dekat, wisatawan harus menyewa perahu dengan biaya 400.000-450.000, itu sudah bisa memuat kurang lebih sepuluh penumpang. Rombongan kami memutuskan untuk tidak menyeberang, karena ingin maksimal mengunjungi beberapa destinasi lain.
Seperti tempat wisata pada umumnya, di sekitar pantai beberapa warga mendirikan toko souvenir yang menjual aneka macam kaos, baju pantai, topi, snack khas Belitung, dan masih banyak lagi.

Pantai Tanjung Tinggi
Jejeran tenda penjual jajanan menyambut kami di pantai ini. Pantainya rameee banget. 
Aneka jenis dagangan ditawarkan penjual di sini, ada kelapa muda, jus, cilor, rujak, es krim. Ada juga yang jualan ikan kering, taripang, dan berbagai batu-batuan khas Belitung. Saya kasih bocoran ya, jangan lewatkan membeli cincin batu meteor di sini. Di semua tempat yang sudah kami kunjungi, harga disini yang paling bersahabat. Cincin sebiji dapat 100rb, di tempat lain ditawarkan 150-250rb.
Setelah melewati deretan penjual, kami disuguhi pemandangan tumpukan batu granit yang menakjubkan, tak heran kalau Indonesia selalu disebut kaya dan indah, memang luar biasa! disusun oleh arsitek maha Agung ...bagussss bangeeeet.
Lama juga kami menghabiskan waktu di tempat ini. Di sinilah lokasi syuting laskar pelangi yang fenomenal itu. Apalagi kami tiba sudah menjelang sore, panasnya tidak semenyengat tadi. Lagipula walaupun iya, akan terlupakan karena kerennya pemandangan.
Oh ya, disini juga tersedia kendaraan bebek-bebek (ini saya bingung namanya apa) yang disewakan untuk anak-anak. Jadi tempat ini ramah keluarga. Kita bisa berenang di laut, main pasir putih, petak umpet di celah batu-batuan, anak-anak naik bebek-bebek.
Danau Kaulin
Danau Biru atau danau Kaulin adalah danau yang terbentuk dari hasil penambangan pasir kaulin. Karena dikeruk, maka terbentuklah lubang yang luas dan dalam, sedikit demi sedikit terisi air dan akhirnya menjadi danau. Uniknya airnya berwarna kebiru-biruan, ini disebabkan masih adanya endapan mineral.
Saya tidak sempat menyentuh air danau Kaulin, karena lokasi danau dipagar dan tidak pernah juga kepikiran untuk turun. Di bawah  sana masih terlihat kendaraan keruk terparkir, menandakan bahwa danau ini akan semakin meluas kelak. Sementara di seberang jalan, terlihat hasil tambang berupa tumpukan pasir kaolin serupa gunung.
Tumpukan kaulin yang menggunung
Penjual cincin batu meteor di sekitar Danau Kaulin


Toko Khas Oleh-oleh Belitung
Menjelang magrib, kami singgah di Toko Klapa, toko yang menjual aneka macam oleh-oleh khas Belitung. Sebenarnya saya ingin sekali membeli jam yang dibuat dari pasir dan dihias berbagai jenis kerang dan rumah kepiting. Urung, karena membayangkan harus membawanya seperti bayi di perjalanan. Jadilah saya hanya membeli berbagai macam kerupuk saja, ringan dan praktis karena dipacking rapi pakai dos. Oh ya, diantara jenis kerupuk yang dijual saya paling suka makan pletek ikan cap keluarga, menyusul kerupuk yang berbahan dasar telur cumi. Mereka-mereka ini, dicemil atau dijadikan pelengkap saat makan nasi, sama enaknya. 

Makan Bedulang
Makan bedulang adalah prosesi makan bersama dalam satu dulang yang terdiri dari empat orang duduk bersila saling berhadapan mengitari tempat yang berisikan makanan. Secara harfiah, makan bedulang adalah makan menggunakan dulang, yaitu talam atau nampan besar yang berbentuk bulat (wikipedia)
Di Restauran WanBie, kami disuguhi makanan di atas dulang, hanya saja makannya sambil duduk di kursi, bukan bersila. Isi dulang disebut pelayan resto merupakan makanan khas Belitung. Ada ikan teri yang digoreng kering, bakso ikan, dan ikan masak kuah (Gangan). Untuk yang tersebut terakhir ini, rasanya juara! Kamu wajib cicipi.
Oh ya, harga per orang untuk satu dulang adalah 65-75ribu, bukan dihitung dulangnya ya, tapi orangnya. Sehingga jika kamu berjumlah 4 orang, berarti kamu harus bayar 75.000 x 4 = Rp. 300.000. Penting saya memberitahu ini, supaya tidak salah kaprah hehehe.

Gantung
Gantung adalah nama desa Ikal dan kawan-kawan. Di sinilah Replika SD Muhammdiyah Gantong berdiri.  Saya dan teman-teman berlagak sebagai ibu Muslimah dan anggota Laskar Pelangi di dalam kelas, acting sedang upacara, memberi hormat pada bendera. Kami mencoba meresapi suasana belajar mereka.

Di desa Gantung, kami menyempatkan diri singgah di rumah masa kecil Ahok, melihat dari jauh kediaman Ikal dan berfoto di depan musium Andrea Hirata.



Makan Empek-empek
Sebenarnya kita bisa menemukan penganan ini hampir di semua daerah. Di kota kecil saya pun demikian, ada beberapa penjual empek-empek.  Tapi apa kata dunia jika ke Belitung tanpa menikmati empek-empek. Sebagai penutup hari, kami mengganjal perut di warung Mama Rio, menyantap empek-empek asli Belitung.
Demikian catatan perjalanan saya di Belitung, singkat tapi berkesan.
Saat perjalanan pulang, dari atas pesawat saya memandang pulau Belitung mulai tertutup awan. Saya membatin semoga bisa kembali ke sini bersama suami dan anak-anak.