12 Jul 2019

8 Resep JSR untuk Promil

Hari ini saya ke acara aqiqah Bu Nahdiyah, mantan ketua KPU kota Parepare. Raut wajahnya ceria sekali, bayangkan kurang lebih 4 tahun teman saya ini menunggu buah hati, alhamdulillah dikasih amanah tahun ini. Saya salut, dia telah mengambil keputusan terbaik untuk tidak mendaftar lagi menjadi penyelenggara pemilu di periode berikutnya, hadiahnya luar biasa, dapat baby cantik! Duh jadi turut senang.
source : www.flickr.com

Bertahun-tahun menikah akhirnya punya anak juga dialami pasangan Bang Boston dan Mba Ety, di tahun kesepuluh baru dikarunia anak. Saya pernah cerita tentang perihal mereka di sini

Perjuangan Bu Nahdiyah dan Mba Ety berakhir dengan happy ending, tapi yang masih berusaha tentu banyak. Termasuk adik saya. Saya mendoakan semoga keturunan yang diharapkan segera diamanahkan Allah kepada Adik dan teman-teman sekalian. 

Btw, saya akhir-akhir ini suka berkunjung ke akun Instagram dr @zaidulakbar. Beliau adalah penggagas jsr (jurus sehat Rasululullah). Saya baru tahu dari Pap Nay, tak hanya giat mengsosialisasikan resep.jsr, beliau juga aktif di komunitas pengguna mesin kangen water. Selain pak dokter, ada juga @sulistyowati_05. akun ibu ini lebih rapi, resep-resepnya lebih tertata di highlight Instagram. 

Dari hasil kepoin kedua akun ini, saya beberapa kali menemukan testimoni ibu-ibu yang akhirnya hamil setelah rutin mempraktikkan resep jsr. So, kali ini saya ingin share resep yang sempat saya baca ya, semoga jika diamalkan dan ternyata berhasil, saya juga dapat pahalanya…amiiiin: 

Resep 1: 
Manfaat : Memperlancar haid, mengatasi keputihan, nyeri haid, masalah haid yang lain, dan bisa juga untuk promil.
Bahan:
Kunyit 2 ukuran jempol dewasa
Jahe 1 jempol dewasa
Asam jawa secukupnya
Gula aren secukupnya
Air 300 ml
Sereh (optional) 
Caranya: Rajang/iris tipis jahe, kunyit dan sereh. Seduh dengan air mendidih, kemudian masukkan gula aren dan asam jawa. Diamkan sebentar, minum selagi hangat.

Resep 2: 
Manfaat: darah akan bersih, pencernaan lebih baik, kebanjiran enzim, tulang akan kuat, mecegah bakteri/virus menyerang tubuh kita.
Bahan: 
Kunyit 2 ukuran jari kelingking 
Jahe ukuran 2 jempol dewasa
Jeruk nipis peras 1 buah ukuran sedang 
Air 300 ml Sereh 1 batang (optional) 
Caranya: Kunyit, jahe, sereh direbus dengan air 300 ml. jangan sampai mendidih. Diamkan, setelah hangat kasih madu dan jeruk nipis peras. 

Resep 3: 
Manfaat: Memberi tenaga ke tubuh, bagus untuk bagian reproduksi, sumber enzim, dan masih banyak lagi manfaatnya.
Bahan: 
Kurma, Jahe, Kayu manis, air 
Caranya : cuci bersih kayu manis, rendam semua bahan dengan air biasa minimal 6 jam, maksimal 12 jam. 

Resep 4: 
Manfaat : merupakan minuman super enzim yang baik untuk tubuh
Bahan:
Jahe, kunyit, kurma (beserta bijinya), air 
Caranya : iris tipis kunyit, jahe. Masukkan semua bahan ke dalam air suhu biasa. Rendam minimal 6 jam. 

Resep 5:
Manfaat: meningkatkan kesehatan lambung, mencegah kanker, meningkatkan kesehatan hati, melawan peradangan, mencegah diabetes, meningkatkan kesehatan otak, baik untuk kesehatan mulut, memperbaiki fungsi ginjal, memperbaiki hormone tubuh yang bermasalah. 
Bahan: 
Licorice 3 batang Air 300 ml 
Caranya: Rendam licorice selama minimal 6 jam, maksimal 12 jam. 

Resep 6: 
Manfaat: mengontrol gula dalam darah, anti infeksi, menurunkan kolestrol, baik untuk pencernaan, melancarkan system pernafasan, menghangatkan tubuh, bagus buat penderita endometriosis, PCOs, dan masalah wanita lainnya, bagus untuk ginjal, jantung. 
Bahan: 
Kayu manis 2 ukuran jari kelingking 
Kurma 3 buah
Caranya: Rendam semua bahan dalam air biasa sebanyak 600 ml semaleman. 

Resep 7: 
Manfaat: booster ASI, bagus untuk jantung, pembuluh darah, tulang, otak, kolestrol, dan bisa untuk promil 
Bahan:
Kacang pistachio secukupnya
Kacang almond secukupnya
Kacang walnut secukupnya
Kacang hazelnut secukupnya
Bubuk cokelat (optional) 
Air secukupnya
Caranya: Blender semua bahan hingga halus.

Resep 8: 
Manfaat: membantu memperbaiki sperma, membantu memperbaiki ovum. 
Bahan: 
1 cup biji semangka 
1 cup biji buah naga
Caranya: blender semua bahan dengan air secukupnya, biarkan hingga mengendap. Minum airnya.

Demikian resep jsr untuk promil. Manusia berharap, berdoa, dan berusaha…Tuhan jualah yang menentukan. Sambil meminum ramuan, alangkah baiknya kita tak lupa merayu DIA. See ya

Mantao

Apa makanan khas Parepare? 
Jawaban yang umum disebut warga pastilah “Mantao” 

Agak aneh karena sebenarnya kalau dicari sanadnya, mantao tidak ada di zaman nenek moyang asli Parepare. Makanan ini merupakan penganan khas Tiongkok. Maka tak heran, penjual mantao yang bertebaran di Parepare adalah warga keturunan China atau Tiongkok. 

Sinar Terang adalah toko terkenal yang memproduksi mantao enak di Parepare. Semacam pelopor gitu. 

Saya heran, kenapa mantao Toko Sinar Terang rasanya enak, padahal bahan mantao itu sederhana yakni tepung terigu, air, gula, susu dan ragi. Mungkin ada teknik pembuatan atau ramuan rahasia yang membuatnya berbeda. Bisa jadi juga karena produknya selalu fresh dari oven.

Jika Dinas Pariwisata atau dinas lain di Kota Parepare diundang ke acara pameran nasional, mantao Sinar Terang lah yang dibawa ke sana. Kabarnya dari beberapa pameran yang diikuti, mantao ini sangat laris, paling cepat habis. 

Tak dapat disangkal kalau mantao Sinar Terang memang enak. Setiap bepergian kemana-mana, kerap penganan ini dijadikan oleh-oleh. Hanya saja jika durasi perjalanan lama, tidak disarankan membawa mantao karena hanya bisa bertahan 2-3 hari di suhu ruangan. Tapi jika disimpan di dalam kulkas, kata penjualnya sih bisa sampai satu bulan. Saya belum pernah tes karena umumnya mantao tidak bertahan lama di rumah, langsung habis :D

Mantao dimakan langsung rasanya oke, tapi lebih nikmat jika diolah lagi seperti digoreng, dikukus ulang atau dipanggang. Saya lebih suka dipanggang. Lebih nikmat. Diberi topping parutan keju dan dicocol dengan sambel botol ABC, bikin saya bablas makan sampai beberapa biji. Kalau kamu doyan toping lain seperti susu kental manis, selai, cokelat juga enak, bahkan bisa dijadikan roti burger, sisa ditambahkan daging, sayuran dan mayones ditengahnya. 

Untuk harga lumayan terjangkau, Rp. 35.000 per pack untuk ukuran kecil, dan Rp.50.000 per pack untuk ukuran besar. Jika dijadikan oleh-oleh biasanya mantao dipacking rapi dalam dos. Tapi itu tadi, pastikan setelah sampai di tujuan, segera dikonsumsi dan sisanya dimasukkan di kulkas. 

Itulah salah satu oleh-oleh khas kota kami, Parepare. Kalau kamu mau mampir di toko Sinar Terang, ini alamatnya: Jl. Bau Massepe no 269 Kota Parepare. Cari di Google Map lebih mudah. 
See ya.

5 Jul 2019

Suatu Siang di Diana Waterpark

Horeee libur telah tiba! Kakak Naylah dan Adek Ayyan sumringah.  Nah, emaknya yang bingung, mau diisi apa nih liburan mereka. Beberapa  opsi sudah ditawarkan: ke rumah nenek di Selayar, Soppeng,  Belawa atau Makassar, tapi semua dijawab gelengan kepala. Karena semua pilihan itu berarti berpisah sama mama (aduh nak kapan kamu mandiri)

Supaya liburan tidak garing, saya dan Pap Nay sepakat membawa anak-anak keluar lebih sering selama dua pekan ini.

Tanggal 2 Juli 2019 kemarin, kami sempatkan membawa Kakak dan Adek ke Diana Waterpark. Diana Waterpark adalah destinasi wisata baru yang terletak di Desa Balusu, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kami berangkat hampir pukul 11.00 wita. Matahari sudah tinggi. Tapi tidak masalah, jaraknya cukup dekat kok, hanya kurang lebih sejam perjalanan santai dari Parepare. 

Di mobil, anak-anak malah tidur. Mungkin kecapaian sepagian bergerak terus. mendekati lokasi baru mereka dibangunkan.

Oh ya, ibu pemilik warung empat kami membeli cemilan menyampaikan bahwa kemarin ada pengunjung yang meninggal di Diana waterpark. Saya lalu tanya balik “Jadi, sekarang sepi pengunjung bu?” “Ramai” kata dia. Tidak perlu khawatir berarti, lagipula media online memberitakan kalau mahasiswa yang meninggal tersebut kemungkinan kecapaian.
jumlah mobil di tempat parkir lebih banyak lagi
Rupanya benar-benar ramai, banyak mobil di tempat parkir. Karcis masuk ke Diana Water park adalah Rp.35.000/orang, tidak ada perbedaan tarif antara dewasa dan anak kecil.  
Tak sabar masuk ke dalam :D
Setelah karcis diserahkan kepada petugas, masuklah kami dengan setengah berlari...karena mengejar dua bocah yang sudah melesat duluan.

Eh, lho kok bagus tempat ini...hehehe amazing sendiri.

Cocok betul sebagai tempat rekreasi keluarga.  Taman bunga terhampar di depan mata, warna-warni. Walaupun setelah diperhatikan, ternyata beberapa jenis bunga seperti anggrek bukan asli melainkan artificial.

Yang mengesankan lainnya adalah beragam tiruan binatang ada di tempat ini, seperti rusa, anjing laut, gajah, bahkan ada dinosorus lengkap dengan telurnya. Jangan tanya bagaimana reaksi anak-anak. Mereka berlarian mendekati setiap hewan dan minta difoto. Di taman ini juga tersedia mushollah kecil, tempat kami dan pengunjung lain sholat dhuhur berjamaah.



Tentu saja, sebagaimana namanya “Diana Waterpark”, tersedia tempat bermain air yaitu kolam yang dilengkapi wahana seluncuran. Sebelum berangkat tadi saya sudah mempersiapkan baju untuk basah-basahan, tapi urung nyemplung karena melihat kolam terlalu ramai. Jadi saya hanya duduk di bawah pohon sambil mengawasi anak-anak.

Puas main air, Kakak Naylah dan Adek Ayyan kami ajak naik bukit.
Eh, kok bagus lagi....Sawah-sawah hijau yang kami lewati di perjalanan tadi, kelihatan dari sini. Demikian juga dengan wahana di kawasan Diana waterpark, semua terlihat secara keseluruhan dari atas bukit. Spot foto juga banyak, instagramable.  Tidak rugilah tadi ngos-ngosan mendaki :D
Turun dari bukit, Pap Nay mengajak pulang. Kepikiran mau buka bekal di rantang kok rasanya tanggung, jadilah bekal makan siang dibawa pulang ke Parepare. Kami terlalu asyik mengexplor Diana Waterpark sampai lupa makan :D

Diperjalanan menuju mobil, masih ada beberapa spot unik yang belum kami foto. Pap Nay bilang simpan untuk kunjungan selanjutnya.

3 Jul 2019

Jalan-Jalan di Belitung, Singkat tapi Berkesan


Kalau kamu mau pesan tiket ke Belitung, pastikan dulu kamu tahu Bandara tujuan dengan benar. Tidak jarang orang memilih lokasi yang salah yaitu Bangka. Padahal Bangka dan Belitung adalah tempat yang berbeda. Jika berada di Bangka, kamu harus menyeberang lagi sekitar 4 jam via kapal laut, atau naik pesawat lagi sekitar 30-40 menit ke Tanjung Pandang.
Teman saya yang salah memilih penerbangan, akhirnya harus cancel tiket dan menginap semalam di Jakarta agar mendapatkan penerbangan yang langsung ke Belitung.
Jadi, pastikan kamu memilih penerbangan dengan tujuan Tanjung pandang dengan nama Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin
Harga tiket bagaimana?
Karena memesan menjelang keberangkatan, saya mendapat harga cukup mahal, pergi tiket 2,3 jt dan pulang 2,9jt.
Boleh dikata perjalanan ke Belitung membutuhkan waktu yang lama. Saya berangkat pukul 06.30 dari Makassar, transit di Jakarta, lanjut lagi ke Tanjung Pandang sekitar pukul 11.00. Itu termasuk beruntung, kalau ditengok di Traveloka, durasi perjalanan termasuk transit bisa belasan jam lho.
Baik makassar-Cengkareng maupun Cengkareng-Belitung, saya lebih banyak tidur di pesawat. Cuaca cukup baik, sesuai penyampaian pilot saat berangkat. Sepanjang jalan tidak ada guncangan yang berarti. Saya benar-benar istirahat maksimal.
Wajar saya diserang kantuk. Saya kurang tidur di malam menjelang keberangkatan. Saya harus diantar ke Bandara Sultan Hasanuddin pukul 03.00 wita. Ini akibat pemindahan penerbangan sepihak dari dari maskapai.  Saya harus tiba minimal 3 jam sebelum keberangkatan untuk proses reissued tiket. Sampai sekarang saya masih gerah jika ingat proses komplain dengan operator mereka. Tapi ah sudahlah, tak akan dibahas di sini, merusak suasana hati saja ya :D
Berhubung kesempatan kami terbatas di Belitung, hanya 3 hari termasuk waktu perjalanan (25-27 Juni 2019) Maka, setiap detik di Bumi Belitung, saya dan rombongan pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Setiba di Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin,  kami diantar ke hotel Grand Orion oleh bus jemputan. Setelah proses checking kamar, sholat dan istirahat, pada pukul 14.00 wita, mobil yang kami sewa tiba. Kami membayar Rp. 500.000 untuk satu mobil. Jumlah itu sudah termasuk jasa sopir dan bbmnya. Lumayan murah menurut saya, apalagi kami share biaya berlima.
Sebenarnya Belitung memiliki banyak tempat wisata, tapi yang sempat kami kunjungi selama kurang lebih dua hari adalah berikut ini:
Pantai Tanjung Kelayang
Siang hari ke pantai membuat kesan pertama adalah panas. Pasir putih dan air laut memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan. Saya merasa agak menyesal lupa membawa kacamata dan masker, untungnya tidak lupa memakai sunblock. Oh ya, untuk kamu yang tidak pakai jilbab atau para pria, sangat disarankan memakai topi.
Setengah berlari kami mencari jalan yang lebih teduh agar mencapai pinggir pantai sesegera mungkin.
Saya terkesima dengan pemandangan batu granit yang berdiri di bagian pantai sebelah. Batu granit inilah yang menjadi ciri khas pantai di Belitung.
Tak sabar rasanya hendak ke batu tersebut. Setelah mengambil foto di beberapa spot seperti latar batu berbentuk burung garuda dan papan nama Tanjung Kelayang. Kami pun bergeser mendekati lokasi.  Batu-batu granit segera menjadi favorit kami, kami banyak menghabiskan waktu berfoto disini.

Oh ya, saya sempat keliru mengira batu berbentuk kepala burung garuda itu dapat dijangkau dengan jalan kaki. Ternyata untuk melihat dari dekat, wisatawan harus menyewa perahu dengan biaya 400.000-450.000, itu sudah bisa memuat kurang lebih sepuluh penumpang. Rombongan kami memutuskan untuk tidak menyeberang, karena ingin maksimal mengunjungi beberapa destinasi lain.
Seperti tempat wisata pada umumnya, di sekitar pantai beberapa warga mendirikan toko souvenir yang menjual aneka macam kaos, baju pantai, topi, snack khas Belitung, dan masih banyak lagi.

Pantai Tanjung Tinggi
Jejeran tenda penjual jajanan menyambut kami di pantai ini. Pantainya rameee banget. 
Aneka jenis dagangan ditawarkan penjual di sini, ada kelapa muda, jus, cilor, rujak, es krim. Ada juga yang jualan ikan kering, taripang, dan berbagai batu-batuan khas Belitung. Saya kasih bocoran ya, jangan lewatkan membeli cincin batu meteor di sini. Di semua tempat yang sudah kami kunjungi, harga disini yang paling bersahabat. Cincin sebiji dapat 100rb, di tempat lain ditawarkan 150-250rb.
Setelah melewati deretan penjual, kami disuguhi pemandangan tumpukan batu granit yang menakjubkan, tak heran kalau Indonesia selalu disebut kaya dan indah, memang luar biasa! disusun oleh arsitek maha Agung ...bagussss bangeeeet.
Lama juga kami menghabiskan waktu di tempat ini. Di sinilah lokasi syuting laskar pelangi yang fenomenal itu. Apalagi kami tiba sudah menjelang sore, panasnya tidak semenyengat tadi. Lagipula walaupun iya, akan terlupakan karena kerennya pemandangan.
Oh ya, disini juga tersedia kendaraan bebek-bebek (ini saya bingung namanya apa) yang disewakan untuk anak-anak. Jadi tempat ini ramah keluarga. Kita bisa berenang di laut, main pasir putih, petak umpet di celah batu-batuan, anak-anak naik bebek-bebek.
Danau Kaulin
Danau Biru atau danau Kaulin adalah danau yang terbentuk dari hasil penambangan pasir kaulin. Karena dikeruk, maka terbentuklah lubang yang luas dan dalam, sedikit demi sedikit terisi air dan akhirnya menjadi danau. Uniknya airnya berwarna kebiru-biruan, ini disebabkan masih adanya endapan mineral.
Saya tidak sempat menyentuh air danau Kaulin, karena lokasi danau dipagar dan tidak pernah juga kepikiran untuk turun. Di bawah  sana masih terlihat kendaraan keruk terparkir, menandakan bahwa danau ini akan semakin meluas kelak. Sementara di seberang jalan, terlihat hasil tambang berupa tumpukan pasir kaolin serupa gunung.
Tumpukan kaulin yang menggunung
Penjual cincin batu meteor di sekitar Danau Kaulin


Toko Khas Oleh-oleh Belitung
Menjelang magrib, kami singgah di Toko Klapa, toko yang menjual aneka macam oleh-oleh khas Belitung. Sebenarnya saya ingin sekali membeli jam yang dibuat dari pasir dan dihias berbagai jenis kerang dan rumah kepiting. Urung, karena membayangkan harus membawanya seperti bayi di perjalanan. Jadilah saya hanya membeli berbagai macam kerupuk saja, ringan dan praktis karena dipacking rapi pakai dos. Oh ya, diantara jenis kerupuk yang dijual saya paling suka makan pletek ikan cap keluarga, menyusul kerupuk yang berbahan dasar telur cumi. Mereka-mereka ini, dicemil atau dijadikan pelengkap saat makan nasi, sama enaknya. 

Makan Bedulang
Makan bedulang adalah prosesi makan bersama dalam satu dulang yang terdiri dari empat orang duduk bersila saling berhadapan mengitari tempat yang berisikan makanan. Secara harfiah, makan bedulang adalah makan menggunakan dulang, yaitu talam atau nampan besar yang berbentuk bulat (wikipedia)
Di Restauran WanBie, kami disuguhi makanan di atas dulang, hanya saja makannya sambil duduk di kursi, bukan bersila. Isi dulang disebut pelayan resto merupakan makanan khas Belitung. Ada ikan teri yang digoreng kering, bakso ikan, dan ikan masak kuah (Gangan). Untuk yang tersebut terakhir ini, rasanya juara! Kamu wajib cicipi.
Oh ya, harga per orang untuk satu dulang adalah 65-75ribu, bukan dihitung dulangnya ya, tapi orangnya. Sehingga jika kamu berjumlah 4 orang, berarti kamu harus bayar 75.000 x 4 = Rp. 300.000. Penting saya memberitahu ini, supaya tidak salah kaprah hehehe.

Gantung
Gantung adalah nama desa Ikal dan kawan-kawan. Di sinilah Replika SD Muhammdiyah Gantong berdiri.  Saya dan teman-teman berlagak sebagai ibu Muslimah dan anggota Laskar Pelangi di dalam kelas, acting sedang upacara, memberi hormat pada bendera. Kami mencoba meresapi suasana belajar mereka.

Di desa Gantung, kami menyempatkan diri singgah di rumah masa kecil Ahok, melihat dari jauh kediaman Ikal dan berfoto di depan musium Andrea Hirata.



Makan Empek-empek
Sebenarnya kita bisa menemukan penganan ini hampir di semua daerah. Di kota kecil saya pun demikian, ada beberapa penjual empek-empek.  Tapi apa kata dunia jika ke Belitung tanpa menikmati empek-empek. Sebagai penutup hari, kami mengganjal perut di warung Mama Rio, menyantap empek-empek asli Belitung.
Demikian catatan perjalanan saya di Belitung, singkat tapi berkesan.
Saat perjalanan pulang, dari atas pesawat saya memandang pulau Belitung mulai tertutup awan. Saya membatin semoga bisa kembali ke sini bersama suami dan anak-anak.