About Me

 

!مرحباً Ni Hao! Bonjour ! Apa Kabar teman-teman!

Selamat datang di rumah kesayangan saya.

Selain makan, istirahat, bercengkrama dengan keluarga di rumah utama. Saya juga memiliki rumah kedua ini. Saya menyebutnya rumah, karena kemanapun saya berada seharian, sejauh apapun saya pergi, seramai dan seasyik apapun tempat yang saya kunjungi, bahkan semellow apapun perasaan saya, saya pasti kembali kerumah ini. Jadi teman-teman tidak perlu heran jika menemukan tulisan bermacam-macam topik diblog ini. Walaupun begitu,saya berusaha menuliskan apa yang saya alami, dan yang saya review dengan jujur.
 
Blog ini saya buat sejak tahun 2010. Tapi baru mulai serius baru tahun 2014 kemarin, mulai bersosialisasi di komunitas dan baru mulai berani share postingan blog di media sosial.
 
Saya lahir di Soppeng, kota kecil yang terkenal dengan nama kota kalong. Di kota kecil saya ini, kalong hidup berdampingan dengan masyarakat dengan tentram dan damai. Kalau boleh diurut penduduk kota manakah yang paling sabar, selain penduduk Jakarta dengan kesabarannya yang luar biasa menghadapi macet setiap hari, saya meng-vote penduduk kota Soppeng sebagai penduduk tersabar kedua, karena dengan rela, ikhlas mencium bau kotoran kalong setiap hari, sepanjang tahun, dan seumur hidup. Bau itu akan jauh dari hidung jika pergi merantau seperti saya hehehe. (baca : Kota Kalong)

Sejak tahun 2005 saya merantau menetap di Parepare, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Soppeng. Saya diterima kerja disebuah perusahaan swasta sejak tahun itu, dan semakin tidak bisa meninggalkan kota Parepare karena menikah dengan Muhammad Idris tahun 2009. Jadilah kami menjadi penghuni tetap kota ini, kota yang tenang, bebas macet, dan hasil laut melimpah.
 
Saya menghabiskan masa kecil, masa sekolah TK, SD, SMP, SMU, semua di Kabupaten Soppeng. Setelah tamat SMU, baru mulai naik lepel sedikit tinggal di ibu kota Propensi Makassar selama 4-5 tahun. Saya kuliah di Universitas Hasanuddin Jurusan Ekonomi, taon angkatannya tidak usah disebut yak :p.. Saya juga pernah kuliah diploma di Universitas Negeri Makassar ambil jurusan Business English.
 
Saya suka baca. Saya ingat buku pertama yang membuat saya menangis terharu di kelas dua SD, sebuah buku kumpulan cerpen judulnya “Ibu”. Kenapa saya suka membaca? Karena dulu saya sangat suka didongengkan, saya masih ingat akan menangis keras sekali jika tidak ada yang mendongengkan, saya tidak akan puas dengan 1-2 dongeng, saya akan meminta terus-menerus sampai tante-tante yang mendongeng mulai kesal, dan kakek mulai menegur karena tidurnya terganggu. Tante kesal karena kehabisan bahan dongeng, mereka kesal karena mengarang dongeng baru setiap hari bukan pekerjaan mudah.

Ibu, yang saya panggil Tata tidak pernah membelikan buku. Tapi setiap libur sekolah tiba, biasanya liburan sekolah berlangsung sekitar 1-2 minggu, Tata akan mengajakku kesekolah tempatnya mengajar sebelum liburan dimulai, beliau membiarkan saya memilih buku sebanyak apapun yang saya mau untuk dibaca selama liburan, sampai penjaga perpustakaan terlihat kesal dan curiga saya tidak akan sanggup membaca semuanya karena saya akan memilih banyak buku. Itu kejadian waktu saya SD, saya sangat menyukai fiksi waktu itu. Dan benar saja, buku itu semua akan khatam tepat waktu.
 
Selain membaca, saya suka masak (jika lagi rajin). Saya suka memasak yang suka saya makan. Apakah itu? Bakso!! Saya suka makanan yang berkanji atau yang masakannya tidak akan jadi jika tidak memakai tepung sagu, Seperti bakso, mie kering, cendol sagu, pokoknya yang berkanji. Bakwan sayurpun kalo diberi kanji sesendok-dua sendok yang tadinya rasanya biasa-biasa saja jadi enak. Hidup Kanji!! Percobaan-percobaan memasak saya yang kadang gagal, kadang sukses bisa dibaca di blog Kampong Tengah.

Hobi baru akhir-akhir ini ya ngeblog. Ngeblog sebenarnya untuk kesenangan dan berbagi saja. Oh ya supaya tetap waras juga. Bagi saya rutinitas bisa mengikis pelan-pelan tingkat kewarasan, untunglah ketemu obatnya.
 
Rasanya sudah cukup perkenalan tentang saya. Sekarang sedikit pengenalan dengan orang-orang tercinta yang sering saya sebut namanya di blog ini
 
Muhammad Idris
 
Doski ini teman kuliah dulu waktu kuliah di UNM, dulu kami hanya lirik-lirikan, saling tahu masing-masing ada rasa, tapi tidak ada yang mengungkap. Nanti setelah kerja, ketemu lagi, nyambung lagi chemistry-nya, 6 bulan kemudian menikah. Disini saya menyebutnya Pap Nay, didunia nyata biasanya cuma memanggil “Pa”, untuk membedakan saja kalau yang saya maksud disini adalah Bapaknya Naylah, bukan Papaku hahaha.
 
Beliau ini suka sekali dengan pertukangan, dia bisa segala hal. Kadang saya merasa dia mirip tokoh Bear di film Masha and The Bear itu. Pap Nay bisa memperbaiki segala hal, baik itu elektronik maupun non elektronik. Dia bisa memasang instalasi listrik lokal di rumah, bisa perbaiki komputer, mesin cuci, bisa perbaiki setrika, bahkan HP rusak pun hidup kembali ditangan Pap Nay. Pap Nay bisa membuat lemari, bisa membuat pagar, bahkan dapur bisa dibikinnya, kasilah dia contoh, dia akan bisa menirunya lebih baik dari yang dicontoh. Belum berhenti sampai disitu, dia bisa menjahit Sodara-sodara!!! Dia bisa memperbaiki celana yang robek, permak sendiri baju yang kebesaran, dan bisa membuat celana untuk Adik Ayyan…amazing kan? Saya saja yang setiap hari melihatnya kadang masih terkagum-kagum dengan kemampuannya ini. Karya-karya Handy Man-ku ini sebagian saya tulis di label DIY.
 
Skill Pap Nay ini berkebalikan denganku, yang jika disuruh membuat garis lurus dengan bantuan penggaris pun masih belum lurus.
 
Naylah Mahmudah Idris (lahir Maret 2010)
 
Kalau disuruh menyebut kata yang paling mewakili sulungku ini, kata cerewetlah yang muncul pertama kali. Dia sangat suka menanyakan segala hal berulang-ulang yang sudah dijawab berulang-ulang, suka mengomentari segala hal berulang-ulang. Cerewetlah pokoknya.
 
Naylah sangat suka coklat, berilah dia coklat saat bad mood, dia akan happy beberapa lama setelahnya, setidaknya sampai keesokan harinya (mirip mamanya). Jika tidak ngemil seharian dia akan uring-uringan.
 
Naylah mulai suka menggambar di umur 3 tahunan, tapi mulai saya buatkan blog dan mendokumentasikan karyanya sejak dia berumur 4 tahun, lihat blog Naylah disini.
 
Muhammad Rayyan Fawwaz (lahir Juni 2013)
 
Kalau bungsuku ini lebih cerdas psikomotoriknya, saya menyebutnya begitu untuk memberi nama keaktifan dia manjat-manjat, lari, dan kejedut. Dialah yang selalu membuat jantungku berdegup kencang jika benjol, berdarah, ketimpa TV, dan kena pecahan kaca.
 
Kalau kakaknya suka coklat, adik lebih menyukai keju, dia menyukai makanan asin daripada makanan manis.

Cerita tentang kakak adik ini bisa di baca di label "Naylah dan Rayyan"
 
Begitulah sekilas tentang Admin blog dan personel pendukungnya. Jika ingin bekerjasama silahkan menghubungi saya di :
Email : pulauila@yahoo.com
Twitter : @pulau_ila
FB : Nur Islah
Instagram : @pulau_ila
No HP : chat atau email dulu ya
 
Wassalam ^_^
 
Parepare, 16 07 2015
Nur Islah

2 komentar:

  1. Saya suka..saya suka... Ajarin bikin blog macam gini dong..

    BalasHapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis