28 Des 2016

[Sport Jantung] Adek Dijahit Lagi


Kalau boleh memilih saya tidak mau label sport jantung ini bertambah sampai kapan pun, tapi yang namanya kemalangan yah, kalau datang tak dapat ditolak. Hanya dapat diterima dan dilihat sisi baiknya saja. Selalu saya tulis di blog bukan untuk diratapi, tak lain agar kelak dapat dikenang, suatu hari saat membacanya kembali kami akan tertawa dan berkata “oh pernah begini rupanya”

Lagi-lagi Ayyan jatuh sampai lukanya harus dijahit, kejadian yang sama saat dia berumur 2 tahun, terulang hari ini jadi serasa de javu.

Baca juga Ahh Adek Jatuh lagi

Awal hari semua baik-baik saja, suasana adem, anak-anak tidak rewel karena malamnya tidur banyak. Pagi-pagi saya menghadiri acara di Hotel Parewisata, talk show “Ibu dirindukan surga” diadakan oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Saya berangkat bersama Kakak Nay, sementara Pap Nay ke toko grosir langganan di pasar. Memang hari sabtu atau ahad adalah jadwal rutin kami belanja keperluan kios.

Belum juga berapa lama acara talk show berlangsung. Saya yang duduk di depan menyimak, tiba-tiba dicolek salah satu panitia, dia mengabarkan kalau saya ditunggu suami di luar. Mulai disini, perasaan saya sudah tidak enak, musti ada kabar yang sangat penting kalau begini.

“Adek jatuh, mau dibawa rumah sakit, kayaknya perlu dijahit!” Kata Pap Nay

Ya Allah…

Namanya ibu ya, kabar yang begini pasti bikin jantung berdegup lebih kencang. Saya tidak bisa membayangkan ada orang tua yang suasana hatinya adem saat menerima kabar serupa.

Saat itu tiba-tiba pula saya panik, kakak Nay yang tadi pamit ke belakang tidak ada. Tadinya saya pikir kakak mau main dengan temannya di bangku belakang. Saya dan Pap Nay mencari dia sampai di lantai bawah, bahkan dibantu panitianya, tapi tidak ketemu juga. Mana kepikiran pula ada Adek Ayyan yang kepalanya berdarah-darah. Ya Allah, gusarnya perasaan waktu itu. Untung tidak lama kemudian, ketemu. Rupanya kakak di WC sedang buang hajat. Ini anak sampai dua kali bolak-balik buang air besar gara-gara kebanyakan makan :D

Saat tiba di mobil, saya lihat Adek sedang duduk tenang dipangku Omnya, dahinya sudah diplester seadanya, pertolongan pertama dari bapaknya tadi.

“Adek kenapa” tanyaku

“Adek Jatuh”

“ini berapa Dek?” sambil saya angkat jari di depan matanya

“Dua” kata dia mantap

Perasaan jadi agak lega, setidaknya mata sama otaknya masih nyambung.

Kami membawa Adek ke UGD rumah sakit Fatimah, tempat andalan kami jika sedang mengalami kejadian darurat. Rumah sakit ini paling recommended untuk urusan beginian. Layanannya cepat.

Kami ditanya penyebab Adek jatuh, apakah langsung nangis setelahnya atau pingsan, dll

Adek jatuh saat lompat. Sebenarnya dia sudah ahli lompat dari atas meja, jarang jatuh. Tapi karena ramai dengan teman-temannya, terlalu semangat, juga sebelumnya sering berputar-putar, jadi dia kehilangan keseimbangan. Pasti jatuhnya keras, kepala bagian kanan yang menyentuh lantai duluan. Dahinya robek lumayan, terbuka, mengucurkan darah banyak sekali.

Di rumah sakit, sepertinya Adek ingat kejadian setahun yang lalu, ingat betapa sakitnya disuntik dan dijahit. Adek memeluk erat digendongan. Tidak mau sama sekali diletakkan di ranjang. Sambil menunggu persiapan jahit menjahit kelar, saya mulai membujuk…

“Dek, kalau Adek tidak nangis nanti Mama belikan es krim dua, kalau nangis cuma satu, Adek mau yang mana?”

Adek malah bilang begini… “Satu untuk kakak, bapak, Tata Uul…bla-bla” dia mengabsen nama-nama.

Sampai detik ini Adek belum nangis, hanya merengek tidak mau lepas dari pelukan. Cerewet Adek juga tidak berkurang, dia mengomentari bantuan pernapasan seorang anak di ranjang sebelah, komputer, dll.

Saat tindakan mau dimulai, barulah dia nangis kencang. Butuh bantuan bapaknya, saya dan satu orang perawat untuk menahan tangan dan kaki Adek agar dokter bisa memulai menyuntik. Wajah Adek mulai ditutup. Benjol yang terbuka di dahi Adek ternyata butuh 4 jahitan!

Masya Allah, Adek meronta-ronta. Darah di dahinya mengucur banyak. Susternya bilang

 “ Kalau nangis nanti darahnya tambah banyak”

Adek lalu lebih merendahkan lengking tangisannya. Tapi saat di suntik Adek menangis kencanggggg sekaliiii. Memang sakit ya pasti. Saya beberapa kali memalingkan wajah, tidak tega melihatnya. Adek teriak-teriak minta dipeluk, saya jadi tambah sedih, saya memegang tangannya sambil memeluk dia.

Setelah obat bius bekerja tangisan Adek mereda lagi. Sembari dia dijahit kami berusaha mengajak Adek ngobrol tentang rasa es krim yang dia inginkan. Setelah selesai saya tanya Adek begini

“Adek mau es krim satu atau dua?”

“tiga” kata dia mantap

Hahaha bagus nak, akalnya masih jalan terus.

Tahu tidak bun, sampai di rumah Adek langsung lompat-lompat lagi, bikin kami seisi rumah kompak berteriak melarang.

Begitulah salah satu kelebihan punya anak yang suka bergerak, bikin emaknya sering-sering sport jantung. Sehat selalu ya Nak, malampe sungeta, salamaki lino ahera.

Parepare, 25 Desember 2016

21 Des 2016

Demi Masa


Demi Masa
kemarin adalah kemarin
Tak ada yang dapat dilakukan untuk mengulangnya
Hanya menyesali betapa banyak kita menghamburkan waktu luang

Umur 20an tidak akan terulang
Masa-masa itu sekejap saja Kamu terbangun, mendapati diri berumur 30an, bersuami beranak dengan penyesalan tidak menghabiskan masa muda dengan maksimal
Umur 40an juga hanya sebentar, tahu-tahu flek hitam satu persatu muncul, kulitmu tidak sekenyal dulu
Tanda-tanda yang dikirimNya semakin banyak, supaya kita segera bertobat
Jarak pandangmu semakin pendek, satu dua uban menyembul di balik lebat rambutmu
Makan banyak kepala pening, capek sedikit badan lemas
Tapi pertanda itu pun berlalu begitu saja
Masih sama berlalu begitu saja

Dia yang maha penyayang
Memberi ampun selama jantung masih berdetak
Mengampunimu bahkan sejam sebelum nyawa meregang
Kita tinggal meminta Bersujud mengiba padaNya

Ya Allah
Rengkuhlah kami
Jangan biarkan kami menjauh dari jalanMU
Tidak apa terseok merangkak
Asalkan diriMu selalu menuntun

20 Des 2016

#TemuBunda2016: Serunya Kegiatan Mombassador SGM Eksplor di Yogyakarta


Beberapa hari ini mungkin teman-teman sering melihat timeline saya penuh dengan gambar-gambar berhestek #temubunda2016 ya? Saking seringnya mungkin mulai bosan, untung tidak di-unfriend hihihi. Memang, pada tgl 13-15 Desember 2016 kemarin saya diundang ke Yogyakarta sebagai salah satu mombassador SGM eksplor. Duh senangnya, tidak sabar berbagi cerita kepada kalian.

PT Sari Husada Mahardika atau Sari Husada, sebuah perusahaan yang memproduksi produk nutrisi untuk ibu hamil, menyusui dan anak membuka program Mombassador SGM sejak tahun 2014. Awalnya proses perekrutan hanya diambil dari ibu-ibu yang aktif di fans page facebook "Aku anak SGM". Mas Akri, selaku penanggung jawab project ini mengaku mengalami kesulitan pada awal program. Karena masih baru, Team Sari Husada kesulitan meyakinkan ibu-ibu terpilih. Bunda-bunda yang dihubungi lewat inbox FB mengira ajakan untuk menjadi mombasador itu hoax atau penipuan. Maklum ya, memang semakin kesini, makin marak juga penipuan lewat medsos, jadi kekhawatiran tersebut wajar muncul di benak mereka.

Belakangan, di tahun ini program Mombassador dilakukan dengan cara lain. Saya dan teman-teman batch 4 direkrut dengan mengisi formulir online terlebih dahulu. Untuk blogger termasuk saya, formulir didapatkan dari komunitas yaitu Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Blogger Perempuan (BP), sementara bunda-bunda lain mendapatkan formulirnya dari komunitas masing-masing.

Tidak hanya proses perekrutan yang berbeda, jumlah peserta batch-batch sebelumnya juga lebih sedikit, hanya belasan. Nah untuk batch 4, jumlah kami lebih banyak, sejumlah 61 orang. Mas Akri mengatakan jumlah Mombassador akan terus ditingkatkan setiap tahun agar semakin banyak bunda turut serta mendukung misi menutrisi bangsa. Jadi jika teman-teman berminat, bisa daftar di batch selanjutnya di tahun 2017. Caranya bagaimana? Aktif dan pantau terus fanspage Aku Anak SGM di facebook ya.

Sejak mengisi formulir, saya sebenarnya sudah lupa, sampai suatu hari team dari Sari Husada menelpon untuk melakukan wawancara. Pertanyaannya macam-macam; apakah saya sudah tahu apa itu Mombassador? Yang saya jawab belum :D, mengapa saya ingin ikut? Apakah saya terlibat di kegiatan sosial? Dll. Sepertinya pertanyaan yang saya sebutkan terakhir itu menjadi indikator penting, karena saat ketemu dengan teman-teman di sana, saya baru menyadari mereka adalah bunda-bunda hebat yang sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya, ada yang care dengan dunia parenting, ada yang sangat concern dengan budaya baca, edukasi lewat dongeng dan masih banyak lagi. Saya jadi keder sendiri karena merasa belum begitu banyak sumbangsih selama ini.

Selang seminggu setelahnya, saya ditelepon kembali dikabarkan bahwa saya terpilih menjadi salah satu Mombassador dan diundang mengikuti acara temu bunda di Yogyakarta pada tgl 13-15 Desember 2016. Saat itu juga saya ditanya ukuran baju kaos, sekaligus diinformasikan bahwa akan ada team menelpon soal tiket keberangkatan. Kala itu senangnya bukan main, Alhamdulillah pikirku, emak yang kurang piknik bakalan jalan-jalan keluar kota, gratis lagi hihihi.

Beberapa hari berlalu, penyampaian soal tiket kok tidak ada ya, baik telepon maupun email. Saya mulai khawatir, ini beneran atau cuma di PHP(Pemberi Hiket Palsu) *maksa
Apalagi si hubby sendiri kurang percaya saya benar-benar diundang karena pemberitahuannya by phone saja. Untungnya dua hari menjelang hari H keberangkatan, e-tiket PP Makassar Jogja masuk di-inbox email saya…Yeyyy Jogja I’m coming!

Tahu tidak bun…
Saya kaget lho, rupanya ya….
Kami benar-benar diperlakukan seperti tamu istimewa. Awalnya Pap Nay berencana ambil cuti di kantornya demi mengantar saya ke bandara, tiba-tiba di malam keberangkatan saya dikabari akan ada sopir menjemput. Singkat cerita, si sopir menghubungi, dia sengaja berangkat pukul 11 malam dari Makassar untuk menjemput saya di Parepare. Kami janjian jam 2 dini hari. Asli malam itu tidak bisa tidur karena persiapan packing dan memang susah nyenyak saking senangnya hihihi.

Pak Akbar, nama sopir yang menjemput. Orangnya sopan, bahkan menurutku yang tidak terbiasa diperlakukan istimewa begini, dia agak berlebihan menerapkan SOPnya perusahaannya .Bahkan buat minum saja, sopirnya menunggu kesempatan sampai saya minta turun pipis dulu, dia tidak mau minum sambil nyetir. Kata Pak Akbar, perusahaan travel tempat dia kerja ini tidak menerima penumpang umum, biasanya khusus tamu-tamu perusahaan saja. Saya manggut-manggut, pantas perlakuannya jauh berbeda dengan sopir angkutan yang lain, yang biasanya mengganggu penumpang dengan asap rokoknya sepanjang jalan.

Karena dijemput kepagian, waktu yang dihabiskan di Bandara Hasanuddin jadi lumayan lama. Sementara mau melanjutkan tidur juga tidak bisa, maklum tidak ada yang menemani, ntar kebablasan malah ketinggalan pesawat pula, kan sayang :)

Proses keberangkatan lumayan lama juga ternyata, Makassar- Jakarta memakan waktu satu jam,transit kurang lebih 2 jam, trus lanjut lagi terbang kurang lebih satu jam. Lelah, ngantuk, lapar lah pokoknya.

Tiba di Bandara Adisutjipto hari sudah sore. Baru juga hp dinyalakan, muncul panggilan masuk dari team penjemput, mereka sudah menanti di depan. Jadi kekhawatiran Pap Nay istrinya kesasar Alhamdulillah tidak terjadi. Oh ya, saya baru tahu ternyata satu pesawat dengan Mba Milda dan Mba Ria di sini, dua blogger asal Bengkulu. Coba tahu dari awal, tadi waktu transit kan bisa lebih asyik ngobrol, tidak membosankan.



Dari bandara, kami dibawa langsung ke sebuah resort yang luasnya luar biasa, 4 ha! Namanya The Westlake Resort. Saking besarnya nih tempat, dari lobi ke kamar harus naik mobil mini. Karena datangnya telat, koper-koper disimpan dulu di lobi, kami disuruh foto dulu, buat foto profil. Aduh, penampilan lagi tidak cetar; loyo dan capek. Tadi saya pikir hasilnya pasti kurang memuaskan. Untung mas gondrong tukang jepretnya jago, foto-foto kami terlihat bagus, tidak ada tanda-tanda belum mandi.

Karena laparnya sudah tingkat dewa, saya, Mba Milda, dan Mba Ria dijamu minum dan makanan ringan dulu buat ganjal perut sementara, sebelum makan malam sejam lagi. Saya pilih minum wedang jahe, perut langsung terasa segarnya. Angin-angin jahat yang tadi merecoki langsung kabur.

Tak lama kemudian, kami langsung diajak ke restoran untuk makan malam, padahal ini kami belum sempat ke kamar lho buat salin pakaian. Sepanjang perjalanan naik bus, emak-emak ini ya ampun hebohnya, kami saling memperkenalkan diri satu persatu, ramai dari ujung barat sampai timur Indonesia, yang terjauh ada Bunda Harlin dari Ambon, menyusul saya dari Parepare dan yang terdekat ibu-ibu dari Omah Pareting Yogyakarta. Tiba-tiba kami semua langsung akrab saja.


Sekalian kopdar blogger
Di Sekar Kedathon Restaurant, kami diberi penjelasan singkat tentang Sari Husada dan program mombassador serta kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh mba Naumi, Connection Manager Sari Husada.

Acara makan malam kelar, kami diajak lagi naik bus menuju Alun-alun Kidul. Di sana kami ngegowes pakai sepeda mobil yang sudah dihiasi dengan lampu warna warni. Lumayan bikin keringatan, membakar kalori makan malam tadi. Acaranya singkat saja, tapi berkesan. Kami akhirnya kembali ke resort.

Kejutan lain, ternyata saya sekamar dengan Mba Lidya Fitrian. Blogger femes yang sering saya baca tulisannya. Akhirnya bisa ketemu juga di dunia nyata. Mba Lidya orangnya ramah. Anak mba Lidya sudah besar-besar lho, tapi mamanya masih kelihatan imut saja.


Hari kedua…

Kegiatan #temubunda2016 ini padat..dat..dat…

Pagi pukul 6 pagi, sudah harus siap sarapan, karena pagi benar harus ke Rama Shinta Resto. Awal acara ada kuis yang paling tidak sanggup saya ikuti.. “hapal nama terbanyak”. Kalau soal hapal-menghapal begini saya angkat bendera putih, memori tiba-tiba lemot kembali ke zaman dos. Teman-teman banyak yang ngacung, yang menang menyebut 18 nama kayaknya. Dapatlah dia vouchernya.
Mba Risalah Husna yang menang

Acara selanjutnya, oleh panitia kami dibagi beberapa kelompok, saya kebagian kelompok C. Tugas masing-masing kelompok membuat poster semenarik mungkin agar orang-orang tertarik membeli susu SGM. Sebelum membuat poster, kami juga harus menyiapkan yel-yel kelompok. Jadi dengan waktu yang terbatas masing-masing kelompok merancang dan latihan yel-yel, lalu mendesain, menggunting, menempel, dan merangkai kalimat poster dengan bahan seadanya. Memang ya, kalau soal ber-multitasking, emak-emak memang jagonya. Tidak sampai di situ, setiap kelompok harus mempresentasikan posternya juga lho. Presentasi teman-teman semua keren, kalau melihat penampilan mereka kamu tidak akan menyangka persiapannya sangat singkat.

Di Rama Shinta Resto ini kami juga menghabiskan waktu dengan makan siang dan foto-foto. Memang pemandangan di tempat ini keren, berlatar belakang Candi Prambanan. Kalau di saya candinya berbisik minta didekati, sayang hanya bisa memandang dari jauh. Next time ya Pram (panggilan sayang Prambanan :D)

Kunjungan pabrik Sari Husada

Kebetulan saya anak SGM, karena ibu dulu melahirkan saya saat sedang kuliah, jadi buat pengganti ASI minumnya SGM. Makanya makin semangat saya pas tahu akan ada kunjungan ke pabrik.

Kesan pertama saat ke pabrik ini…Besar, ketat. Luas pabriknya sampai 15 hektar!

Sebelum memasuki pabrik kami diberitahu aturannya seperti; tidak boleh jalan bergerombol, jalan mengikuti garis kuning, dan tidak boleh foto-foto. Tapi sebelum masuk gedung, beberapa bunda masih sempat mengabadikan momen ini.

Untuk bagian produksi yang menuntut kehiegenisan tinggi, para pekerja menggunakan baju tertutup dan helm macam astronot itu lho bund, Kata mas pemandu, bahkan baju pekerjanya pun harus di laundry khusus. Kami diajak melihat mesin satu persatu dari mulai dari proses awal sampai mesin packingnya. Dari situ kami diajak melihat gudang susu yang besarrrrrrrrrya luar biasa.

Puas melihat-lihat pabrik, kami foto-foto lagi. Pokoknya di mana ada gerombolan bunda di situ pasti ada acara jepret-jepret. Acara plant visit kelar sore, kami diantar ke resort, istirahat dan siap-siap dandan untuk acara gala dinner.

Gala Dinner

Ini acara puncak temu bunda sebenarnya. Kami dipertemukan dengan senior-senior dari batch sebelumnya. Acaranya meriah, penuh rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Sepanjang acara kami dihibur penyanyi dan host yang gokilnya luar biasa. Sepanjang malam mengocok perut, tawa benar-benar pecah malam itu. Cicilan, cucian, setrikaan terlupalah pokoknya :D

Selain makanan enak dan hiburan, malam gala dinner bertabur voucher. Ada tebak judul lagu, tebak-tebakan, atau hanya sekedar angkat tangan tiba-tiba dikasih voucher. Kejutannya lagi, poster yang team C bikin tadi siang, menang! Yey team kami dapat voucher juga 1.6 juta!

Gala Dinner temu bunda benar-benar berkesan. Hostnya benar-benar kocak. Recommended lah buat hajatan kantor atau personal. Yang berminat bisa contact duo ini di akun IGnya @jabangbayi dan @tako.mintardja

Saking serunya, acara sampai molor sampai pukul 23.00, gagallah kami ke Malioboro.

Hari ketiga

Seperti hari sebelumnya, kami diharapkan sarapan pukul 6 pagi, karena acara workshop akan dimulai lebih awal, supaya kita-kita punya kesempatan jalan-jalan. Kali ini tidak perlu naik bus lagi, workshop diadakan di restoran resort. Selama dua malam nginap di The Westlake, barulah kali ini menginjakkan kaki di restonya. Wah, ternyata di sana banyak ikan, besar-besar pula. Ada yang ditempatkan di aquarium, ada yang di kolam. Jadi spot baru lagi buat emak-emak gifo (gila foto) hihi

Workshop ini ada tantangannya lagi, peserta gabungan seluruh batch (kecuali batch 2) ditantang membuat ide kegiatan sosial. Ide kelompok saya “Fruit and vegetable goes to school” dengan target sekolah yang kami kunjungi menetapkan satu hari siswa-siswi harus membawa bekal buah dan sayur, tidak harus buah atau sayur utuh, tapi olahan kreatif masakan bundanya masing-masing. Keren ya? Sayang tidak menang :p

Di acara workshop ini, kami diperlihatkan iklan baru SGM. Iklan ini belum tayang di TV, jadi kami tidak boleh merekam, masih rahasia. Karena temanya tentang ibu, bunda-bunda yang sudah 3 hari tidak ketemu buah hati jadi pada mewek. Apalagi saat Mba Defanie minta dua orang bunda bercerita tentang ibu, sukses bikin peserta workshop banjir air mata. Setelah acara workshop, kami makan siang lagi.
makan terusss

Oh ya salah satu yang paling menonjol dari acara temu bunda adalah…acara makan-makannya. Tiap dua jam pasti disuguhi makanan, makan besar-snack-makan besar lagi-snack lagi. Habis ini mau timbang bb, entah naik berapa kilo :p

Di hari ketiga ini lagi-lagi bunda-bunda dihujani voucher dengan macam-macam pertanyaan. Ada bunda yang hapal iklan SGM anak yang di bus, tebak-tebakan, dan banyak lagi.

****

Kalau disuruh memilih satu kata untuk menggambarkan acara #temubunda2016 secara keseluruhan, saya akan memilih kata “SERU!!” sampai-sampai bikin kita susah move on dari hestek ini di medsos hihihi

Sarannya, mungkin dari sisi penyampaian informasi kepada peserta saja, selain by phone alangkah baiknya pakai email juga, supaya peserta bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke acara Temu Bunda yang keren cetar membahana.

Sukses terus ya Sari Husada!!

Parepare, 19 Des 2016

 

8 Des 2016

Sehari Bersama Ayah di Pantai Tonrangeng Parepare


Acara yang kami hadiri ahad tgl 27 November 2016 “Sehari bersama Ayah, ayah yang merindukan surga” terasa istimewa. Bagaimana tidak, acara yang diselenggarakan oleh guru dan staf SDIT Bina insan Parepare ini memberikan paket komplit: ada materi parenting yang menginspirasi, games yang menyenangkan, dan acara tukar kado yang mengharu biru.
 
Sekitar 280 peserta yang terdiri dari orang tua dan murid memadati Pantai Tonrangeng pagi itu. Pantai berpasir putih yang terletak di kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, kota Parepare ini biasanya jadi tempat rekreasi warga, tapi kali ini jadi lokasi acara kegiatan yang bertujuan  silaturahmi sekaligus me-refresh kembali hubungan ayah dan anak.

Pukul 08.00 pagi, kami yang baru datang dipersilahkan duduk di atas terpal yang disediakan oleh panitia. Rombongan kelas satu termasuk kami berkumpul di pojok kanan, paling dekat dengan air laut (untung Adek tidak ngamuk minta nyebur), kelas dua di sebelahnya, demikian seterusnya sampai mentok di terpal paling kiri yang diisi orang tua dari murid kelas lima. Semua membaur sebagai keluarga besar SDIT Bina Insan Parepare.
 
Pembukaan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan. Setelah pembukaan kelar, anak-anak dipersilahkan tampil di depan. Mereka memperagakan pakaian profesi sesuai cita-cita masing-masing. Ada anak memakai baju atronot, polisi, tentara, pemain sepak bola, guru, ustad, ustadzah, dan lain sebagainya. Yang paling dominan dipakai anak perempuan termasuk Naylah adalah baju dokter, sedangkan anak laki-laki banyak yang memilih jadi tentara. Saya maklum sih, selain memang kedua profesi itu yang paling populer, juga karena tempat penyewaaan umumnya menyediakan dua baju tersebut.
 
Naylah sendiri sebenarnya entah kenapa beberapa hari terakhir ini menyebut-nyebut profesi pramugari, tapi karena mamanya tidak ketemu baju pramugari yang syari’i, mau ke tukang jahit diy  waktu mepet, makanya cita-citanya dialihkan sementara ke dokter. Lagipula habis itu Naylah sempat bilang tidak mau jadi pramugari lagi, ditanya kenapa, “tidak mau tinggal di pesawat terus, nanti jatuh” kata dia :D
 
Fashion show dimulai, penonton yang tadi duduk rapi sontak berdiri, utamanya para ibu, mereka sibuk merekam dan mengambil gambar anak masing-masing. Sampai ada bapak yang nyeletuk “Ibu mundur-mundurki ini acaranya ayah”
 
Materi Parenting
 
Yang mengisi acara parenting adalah Ust. Yusuf Kholik. Pak ustaz mengatakan bahwa umumnya orang tua salah kaprah pada dua hal ini:
 
Pertama,  berharap anaknya menjadi soleh/solehah tapi tidak berusaha membaikkan diri sendiri terlebih dahulu. Ada orang tua yang merasa sudah mendidik anak dengan baik karena sudah menyekolahkan anaknya di SDIT atau menitip di TPA. Mereka menyerahkan penuh pendidikan agama anaknya pada guru di sekolah. Mereka lupa bahwa rumah adalah madrasah utama, tentu saja yang jadi teladan  adalah orang tua.
 
Kedua,  jangan sampai kita sebagai orang tua tidak paham prioritas mendidik yang sebenarnya. Misalnya menganggap tingkat kebaktian anak sebatas mau menurut kepada orang tua saja, atau tingkat kesolehan dilihat dari sholat 5 waktu saja. Padahal yang utama menurut ustaz, sangat penting mengajarkan kepada anak tentang tauhid terlebih dahulu, dan menjelaskan kepada mereka bahwa tidak ada yang boleh disembah selain Allah, perintahNya diikuti dan laranganNya harus dihindari.
Menyimak wejangan Ustaz
 
Sebenarnya beberapa nasihat lagi yang sempat saya catat, tapi akan kepanjangan kalau ditulis di sini, mudah-mudahan bisa diposting di blogpost yang lain.
 
Acara Lomba
 
Ini bagian serunya.
 
Anak kelas 1 dan 2 berlomba memasang kaos kaki. Anak-anak berdiri dengan mata tertutup, sementara di seberang sana para ayah duduk selonjor menanti anak masing-masing. Supaya lebih seru, posisi si anak ditukar-tukar dulu, jangan sampai berhadapan langsung dengan ayahnya. Anak-anak berjalan ke arah di mana suara ayahnya berasal. Setelah ketemu, anak akan memasangkan kaos di kaki ayahnya. Kaos kaki yang terpasang sempurna tercepat yang jadi pemenangnya.

/
Seorang ayah yang punya dua anak berbeda kelas selalu menang di lomba ini. Rupanya triknya mudah, dia menggunakan kaos kaki yang sangat longgar, jadi si anak enteng memasangnya, sedangkan peserta lain kaos kakinya masih baru, karetnya masih alot, tentu saja tidak dapat juara
Awas Abi yang tertukar :D
Kaos kaki si bapak saya pinjam, berharap mudah-mudahan Naylah bisa menang juga. Tapi ternyata jauh harapan dari kenyataan, saat giliran Naylah tiba, dia ditempatkan sangat jauh dari bapaknya, Naylah mendatangi ayah yang lain. Akhirnya bisa ditebak, kakak kalah! :D
 
Untuk anak kelas 3-5, lombanya lain lagi. Para ayah dan anak-anak bekerjasama membawa bola yang ditempatkan di atas rangkaian tali rapiah. Permainan ini memerlukan kekompakan dan kerjasama ayah dan anak, yang paling cepat sampai membawa bola dengan selamat (tidak jatuh) jadi grup pemenang.


Bagian mengharu birunya apa?
 
Jadi setelah rehat sejenak sambil menyantap bekal masing-masing, para ayah kumpul lagi. Mereka membawa kado kejutan. Rupanya para ayah pun mendapat suprised. Setiap anak juga sudah memegang surat untuk ayahnya. Ayah anak berdiri berhadapan, sembari memegang kado masing-masing. Lalu ayah disuruh membacakan harapan anak-anaknya. Pas bagian ini, saya terharu ihhh.. sepanjang acara tukar kado mata saya berkaca-kaca.
 
Anak-anak kita mungkin tidak pandai mengungkapkan keinginan dengan kata-kata secara langsung. Sayangnya kita sebagai orang tua kurang empati, melihat mereka baik-baik saja. Kita tidak peka dengan gelagat mereka sehingga tidak mengetahui keinginan anak sendiri. Anak diam, ortu tidak cari tahu, akhirnya harapan mereka hanya terpendam. Buktinya saat mereka disuruh menulis sama gurunya, semua punya harapan, bahkan ada yang sampai dua halaman :)
 
Ada anak menulis puisi yang panjang tentang kebaikan ayahnya dan mendoakannya, ada yang meminta ayahnya lebih sering menemani di rumah, ada yang ogah diantar jemput pakai ojek tapi pakai ayah dan ada yang merasa Ayah lebih sayang Adek. Malah yang paling bikin saya terharu ada anak yang sekedar pengen sholat berjamaah dengan ayahnya.
 
Naylah bagaimana?
 
Waktu buka surat si kakak, kami langsung ketawa.
 
Naylah menulis sangat singkat..
 
 “Saya berharap dibelikan….SEPEDA BARU”
 
Hahahaha
 
Saya bilang begini sama bapaknya “Bagus berarti Pa, Naylah bukan kurang kasih sayang dari bapaknya tapi kurang hadiah” hahahaa

 
Btw, nano-nano acara ini tidak berakhir sampai di situ, pas balik pulang ada bagian sedihnya juga. Kado Naylah jatuh di tengah jalan. Padahal isinya speaker Al quran supaya kakak Nay tambah semangat menghapal. Yah mau bagaimana lagi, bukan rezeki si kakak berarti. Akhirnya cuma bisa merelakan, berdoa semoga yang menemukan bisa memanfaatkannya dengan baik.
 
Overall acaranya bagus, misinya dapat. Mudah-mudahan acara ini bisa dilakukan tiap tahun.

25 Nov 2016

4 Cara Sederhana Mengurangi Dampak Global Warming

Sebagai seorang ecomom, ada baiknya kita update sama perkembangan zaman. Saya pernah membaca artikel tentang global warming. Ternyata serem juga dampak yang bisa ditimbulkan si gobal warming. Salah satu impact buruknya adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es akan mencair dan es yang mengapung di laut akan semakin berkurang. Ini berarti bumi terkena pemanasan global. Aduh, tidak kebayang bagaimana jadinya kalau seluruh dunia kena pemanasan global.

Walaupun cuma artikel, tapi ini benar-benar berpengaruh pada diri saya. Tiba-tiba jadi takut saja kalo apa yang saya lakukan selama ini malah menambah dampak global warming. Dari situ saya berpikir buat mengatasi global warming, minimal dari keluarga saya dulu. Ada beberapa rencana yang akan saya lakukan buat mengatasi global warming, beberapa rencana ada yang sudah berjalan sih. Berikut beberapa hal yang sudah saya lakukan sama keluarga.

1. Mengajarkan anak-anak untuk cinta lingkungan
Anak saya dua, masih kecil. Yang satu kelas satu SD yang satunya belum sekolah . PR buat saya untuk selalu menanamkan kepada mereka tentang pentingnya cinta lingkungan. Pelan-pelan memberi tahu mereka untuk mencintai lingkungan. Misalnya nih, kalo mereka lagi jajan, bungkus makanannya saya suruh buang langsung ke tempat sampah, jangan sampai di buang seenaknya. Ya pokoknya as simple as that.  

2. Memberikan contoh

Kita yang mengajak, kita yang mengajarkan, ya pasti kita juga harus ikut mempraktekan hidup cinta lingkungan buat mengatasi dampak dari global warming. Salah satu contoh kecil, saya sering keluar keluar rumah bawa tumbler sendiri, jadi tidak perlu beli air minum kemasan di luar sana. Di rumahpun saya jarang beli minuman manis kemasan,lebih sering bikin minuman sendiri, seperti jus atau es buah. Makanya saya selalu sedia buah-buahan di dalam kulkas yang punya teknologi econavi inverter, energy savingnya bisa menghemat energy dan mendinginkan lebih cepat, jadi kalau bikin jus saya jarang pakai es batu, cukup disimpan sebentar di kulkas juga dingin.

3. Kerja bakti keluarga

Kemarin sempet baca artikel tentang tips parenting di sini ecomom.co.id ternyata ya banyak juga kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan supaya bikin si anak aktif. Salah satunya ya dengan ngajak dia bekerja bakti, kasih dia tugas-tugas kecil buat lingkungan, misal menyiram tanaman.

4. Memberikan barang-barang ramah lingkungan

Kasih mereka barang-barang ramah lingkungan, misalnya sapu tangan, tumbler dll. Biar mereka terbiasa saja sih buat lebih ramah lingkungan dengan pakai barang-barang yang bisa digunakan terus menerus, bukan barang yang sekali pakai terus dibuang, yang bikin sampah di dunia ini semakin bertambah. Kalau memang cinta lingkungan, ayok kita ajak orang-orang terdekat kita buat turut andil dalam usaha mengurangi dampak global warming. Tidak usah yang berat-berat, cukup dengan memulai dengan membuang sampah pada tempatnya. :D

22 Nov 2016

Tentang Bosan pada Tiga Masa

Tentang_bosan

Hai kembali edisi #CeritaRingan sekaligus menambah artikel berlabel collaborative blogging. Kali ini untuk menanggapi tulisan Bu Guru Umi (tengok di sini)

Saya akan menceritakan tentang bosan dan perintangnya  pada tiga masa ya, soalnya jenis kegiatannya memang beda-beda.

Masa sekolah

Ini adalah masa kreatif-kreatifnya membuat suasana apapun tidak membosankan.

Saya dan Cut sebangku tiga tahun, dari kelas I-III SMU. Posisi kursi terletak paling belakang, itu penyebab kenapa kami bisa leluasa membuang rasa bosan dengan berbagai aktivitas, salah satunya membuat pantun. Saking seringnya, saya pernah seahli pujangga, hanya hitungan menit seuntai kata berakhiran sama terangkai. Kami sering mengoper gulungan kertas itu ke anak cowok di bangku depan. Kami gemes melihat dia rajin sekali belajar, seakan dunia ini akan berakhir kalau dia santai sejenak. Biasanya dia akan membaca kiriman kami sekilas, lalu lanjut lagi menyimak materi. Anehnya semakin dia cuek, semakin semangatlah kami mengiriminya pantun hahaha  (mungkin  ini jawaban kenapa saya belum sukses ya, kualat!)

Zaman sekolah dulu, salah satu kebiasaan buruk kami adalah selalu menghitung kata berulang yang diucapkan guru. Paling umum kata “eh”. Biasanya masing-masing berkolaborasi dengan teman sebangku. Jika kata itu terdengar lagi kami akan saling menyikut dan menambah jumlahnya di selembar kertas.

Kami juga punya diary. Buku ini punya Cut sebenarnya. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba menjadi diary bersama. Setiap orang boleh menulis apa saja di situ. Kami sering mengedarnya pada saat jam pelajaran berlangsung. Yang mengisi tentu saja hanya para siswi. Sampai sekarang diary itu masih awet disimpan Cut.

Alangkah banyak dosa pengusir bosan yang kami lakukan dulu; yang membaca tolong jangan ditiru, yang dijaili mohon kami dimaafkan, kepada yang Maha Melihat semoga kami diampuni.

Masa lajang

Terus terang ini masa paling banyak waktu luangnya. Apalagi baru mulai kerja di kampung orang. Tidak ada teman jalan-jalan di akhir pekan. Makanya untuk mengusir bosan, barang yang terbeli saat menerima gaji pertama adalah TV. Saya sering mendatangi tempat penyewaan vcd; Ultra dan Odiva. Sampai stafnya kenal betul wajah saya. Sayang beberapa tahun kemudian salah satu tempat penyewaan tersebut bangkrut.

Karena tidak punya teman bergaul, saya sering kesepian. Jadi untuk menyenangkan diri, saya sering mentraktir diri sendiri di warung makan kesukaan. Tempat favorit di Mas Sunarto, lidah saya sangat cocok dengan sambelnya. Makanya awal-awal kerja sampai sekarang badan sampai melebar kesamping.

Oh ya, selain nonton saya hoby menulis diary. Isinya full curhat, mulai dari detail kegiatan seharian, harapan-harapan, film-film yang baru ditonton, dan bla..bla. Pokoknya diary saya perlakukan seperti teman. Saya menghabiskan 3-4 diary selama lajang, lumayan banyak ya.

Masa jadi ibu

Inilah masa sekarang. Masa dimana berat badan menjadi masalah utama *eh
Terus terang yang paling menarik, membahagiakan dan menyenangkan adalah fase ini. Bersuami dan punya anak. Rasanya seperti dianugerahi dan dipercayai oleh tuhan.

Eh tapi ternyata ya, di balik kebahagian fase ini, ada konsekuensi yang harus saya terima. Sekarang sangat sulit curi-curi menikmati waktu luang. Rasanya waktu tidak pernah cukup. Ada-ada saja perintang. Dulu hampir tiap pekan saya dipijat, kalau bukan ke tempatnya langsung, mba-mba pemijatnya yang ke rumah, sekarang beruntung sekali kalau tiba-tiba suami berbaik hati mau memijat agak lama, biasanya hanya hitungan detik dia sudah menyerah hahaha

Akibat lain kurangnya waktu luang, buku yang bersegel menumpuk di lemari, blog jarang update, nonton TV kebanyakan lihat acara kartun. Khusus yang terakhir ini kalau ada cerdas cermat film kartun, saya berani ikut, hampir semua karakter saya kenal, bahkan berikut kalimat-kalimat khasnya. Saya jadi hapal karena ada raja kecil di rumah yang luar biasa teguh pendiriannya dengan channel kartun :D

Jadi begitulah… Kalau masa lajang hanya bertanggung jawab dengan bahagia, sedih dan aneka macam dosa sendiri, sekarang tidak lagi. Kalau dulu mau ini itu, kesana kemari tidak ada yang melarang, sekarang sudah beda. Saya harus menyesuaikan diri, tidak boleh asal keluar rumah, apa-apa harus izin suami, kalau blio melarang yah tidak boleh pergi.

Juga, sebisa mungkin waktu luang diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Lagipula ada dua makhluk peniru yang menyimak dan menyerap seperti spon. Jadi diusahakan mereka melihat dan mencontoh kegiatan ibunya yang baik-baik saja.

Kalau rasa bosan datang bagaimana?

Kami biasanya jalan-jalan bersama, tidak musti wah harus nginap di hotel berbintang misalnya. Duduk di warkop langganan atau makan nasi kuning di pinggir pantai sudah cukup, yang penting suasananya beda, rasa bosan bisa sirna.

Kalau kamu bagaimana?

3 Nov 2016

6 Cara Efektif Mengatasi Anak Malas Makan

[Sponsored Post] Apa yang Bunda rasakan ketika anak malas makan? Rata-rata sama ya; resah dan khawatir anak akan menjadi kurus dan kurang gizi. Belum lagi jika ditimbang ternyata beratnya memang di bawah garis ideal, aduh rasanya gimana gitu waktu ditegur bidan.

Saya pun demikian, memiliki dua anak yang punya sejarah malas makan. Baik si Kakak maupun Adek, semua pernah butuh effort lebih soal urusan isi perut. Macam-macam tingkah mereka: mulut ditutup rapat, berpaling atau lari menjauhi makanan. Khusus Adek Ayyan, malah makin pintar cari trik. Kadang disuap mau saja membuka mulut, tapi tidak lama kemudian dia akan berlari ke dapur memuntahkan isi mulutnya. Ditanya kenapa? dia akan menjawab “Adek kenyang, nanti perut Adek sakit”.

Sebenarnya ada macam-macam penyebab anak-anak malas makan, antara lain karena, masalah pencernaan, perut kembung, cacingan, sakit atau baru sembuh, makanan yang disediakan tidak disukai, asyik bermain, terlalu banyak makan cemilan atau snack, dan kebanyakan minum susu. Salah satu saja dari alasan tersebut muncul, maka anak akan susah makan.

Sampai sekarang Adek malas makan seringnya karena ada gangguan di pencernaannya, misalnya perutnya kembung atau lagi sembelit. Kalau sedang begini dia maunya minum susu saja. Padahal Adek Ayyan aktif luar biasa, berhenti bergerak hanya pada saat tidur. Jika dia malas makan, kalori yang keluar tidak sebanding yang masuk, makanya anaknya selalu kelihatan imut.

Dari hasil belajar dan pengalaman mempunyai dua anak yang pernah malas makan, saya menemukan bahwa enam cara ini cukup efektif mengatasinya:

Atasi dulu masalahnya

Jika anak malas makan disebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, lagi sembelit, atau cacingan, atasi dulu itu ya. Karena diusahakan suap bagaimanapun caranya kalau perut ogah menerima input makanan yah tidak akan bisa. Sebaiknya atasi perut kembung anak dengan sering-sering memberinya minyak telon, atau kalau mau cara yang lebih tradisional boleh pakai parutan bawang putih, cukup parut sebiji bawang putih, balurkan pada perut si kecil, insya Allah anginnya cepat pergi.

Demikian juga jika ternyata anak cacingan, jangan lupa memberi obat minimal 6 bulan sekali, kasihan juga kan kalau sudah capek-capek membujuk makan, ternyata dibantu serap gizinya oleh si cacing :p

Makan ramai-ramai

Makan ramai-ramai dengan teman atau sepupu sebaya biasanya dapat mendongkrak nafsu makan si kecil. Apalagi jika diadakan adu "siapa cepat selesai dia jagoannya", mereka akan berlomba-lomba menelan makanan. Saya juga suka menyuap Adek kalau ada tamu.

 “Om…lihat adek jago makan, coba lihat om nasinya cepat habis…”

Kalimat serupa itu sangat mempan, Adek akan mengunyah lebih cepat. Tapi liat-liat dulu siapa tamunya, kalau yang datang Bapak Walikota ya janganlah :D

Masak makanan kesukaannya

Tidak bisa dipungkiri sebagian besar anak-anak adalah pemilih, hanya lauk pauk tertentu saja yang mereka sukai. Di antara dua anak saya, yang pernah jadi picky eater sejati adalah Si Kakak, dia tidak suka sayur jenis apapun, tidak doyan buah kecuali jeruk, anggur dan pisang. Untungnya semakin besar, daftar jenis makanan yang dia hindari semakin berkurang, Kakak sudah mau mencoba berbagai jenis menu/buah.

Di antara beberapa pilihan menu, Kakak Naylah dan Adek Ayyan akan makan lahap jika disediakan lauk ini: ikan tuna goreng tepung, teri goreng tepung, teri kacang, dan tempe goreng. Kakak Nay sekarang malah lebih enteng lagi, asal ada sambel, menu apapun pasti dia lahap.

Oh ya yang perlu dicatat jangan sekali-kali memaksa anak makan, apalagi sampai merecokinya dengan sendok, karena bisa menimbulkan trauma, setiap kali mamanya datang membawa piring, dia akan stress duluan.

Percantik tampilan makanan

Buatlah makanan dengan tampilan menarik. Ide penyajiannya bisa dicari di internet, tutorialnya pun tidak kalah banyaknya di you tube. Misalnya wortel bisa diolah agar tampilannya mirip mie, nasi berbentuk kroket, dll. Apalagi jika Bunda membuat bento yang lucu-lucu, anak-anak pasti tertarik untuk makan.

Makan sambil bermain atau nonton

Ada dua pendapat sih soal ini, sebagian ibu disiplin melarang anak makan sambil main dan ada juga yang membolehkan. Tapi kalau saya lebih memilih tetap menyuap mereka sambil nonton atau bermain. Biasanya makanan di piring tandas tanpa mereka sadari. Cuma memang harus perhatikan dua hal ya, jangan melakukannya di tempat yang makanannya rawan dihinggapi lalat atau debu, dan lebih memperhatikan anak jangan sampai tersedak.

Rutin minum madu

Madu adalah obat segala macam penyakit, tapi sayang sekali madu asli sangat jarang ditemukan. Seringkali ada campuran gulanya, kalau mengkomsumsi madu yang begini bukannya sehat malah bisa membawa penyakit.

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kiriman madu dari Grow n Health, produk ini sangat membantu mengatasi masalah Adek Ayyan yang malas makan. Kandungan madu suplemen pertumbuhan anak yang baru launching di bulan Oktober 2016 ini cukup lengkap, ini diantaranya:

Madu murni

Berguna membantu pertumbuhan karena mengandung banyak nutrisi dan vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, D, E, K, uric acid dan asam dikotinal.

Ekstrak kulit manggis

Khusus kandungan yang ini saya percaya betul manfaatnya, banyak anggota keluarga besar saya mengkonsumsi ekstrak kulit manggis. Manfaatnya sangat bagus sebagai antimikroba dalam menangkal penyakit serta memiliki antioksidan yang tinggi untuk menambah kekebalan tubuh.

Ekstrak temulawak

Nah ini yang berperan meningkatkan nafsu makan anak, juga berfungsi sebagai penjaga fungsi hati karena mengandung zat katogaga yang memproduksi empedu dalam hati serta menrangsang pengosongan empedu.

Eksrak ikan gabus

Pernah dengar orang tua kita dulu menyuruh orang sakit rajin mengkomsumsi ikan gabus? Ternyata itu bukan sekedar mitos, kandungan protein ikan gabus sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu ekstrak ikan gabus juga bisa meningkatkan kecerdasan anak.
Kakak meminum madu sebelum ke sekolah

Supaya manfaatnya maksimal sebaiknya madu Grow and Health dikonsumsi  2 kali sehari dengan takaran 2 sdt sekali minum. Berikan pada anak sebelum makan dan sebelum tidur. Khusus kakak Naylah saya minumkan juga sebelum dia berangkat sekolah, supaya dia tidak gampang tertular jika ada teman-temannya yang flu atau demam. Kalau Adek Ayyan sesuai aturan saja, atau dilebihkan dosisnya jika penyakit malas makannya kambuh lagi hehehe.

Teman-teman ingin tahu tentang madu Grow n Health bisa baca-baca di :
Web : www.grownhealth.org
Instagram : @grownhealth
Twitter : @Grownhealth
Facebook fan page : GrowNHealth

Yang berminat bisa langsung pesan di nomer yang tercantum di bawah ini ya, jangan lupa pakai kodenya supaya dapat diskon 10 persen, kan lumayan buat menutupi ongkos kirim.

Memesan dengan memakai kode ini akan mendapatkan diskon 10%

18 Okt 2016

Tips Menulis di Blog Ala Ollie


Tips Menulis di Blog Ala Ollie. Kamu sering kesulitan membuat pembuka dan menutup tulisan? Toss dulu, berarti saya ada temannya :D

Saya sering sekali tidak jadi menulis gara-gara kesulitan membuka, padahal biasanya tulisan jika sudah dimulai, maka selanjutnya lebih mudah, ide akan mengalir mengikuti ketukan jari di keyboard. Tidak jarang juga kejadiannya begini, inspirasi kalimat pembuka ada, tapi kesulitan menutupnya. Untungnya artikel yang dibuat peruntukannya untuk blog sendiri, bukan untuk media cetak, jadi jika sudah mandek, saya tutup saja seadanya dengan kalimat apa yang terpikirkan saat itu.

Apa saya lakukan itu bukannya salah, tapi ternyata ada triknya. Nah pada collaborative blogging kali ini Mak Diah Kusumastuti membahas tentang “blogger masa kini dituntut keren”. Jika Mak Diah menyinggung pentingnya seorang blogger berpenampilan keren, maka saya akan menulis bagaimana tips seorang blogger keren menulis artikel.

Kali ini saya akan membagi tips menulis konten dari Aulia Halimatussadiah atau sering disapa Ollie. Ollie ngeblog sejak 2003 (salsabila.com), lumayan lama ya. Menurutnya dia sudah pantas disebut “tante” dalam dunia blog saking lamanya. Keren, karena berkat ngeblog, doi menjadi penulis buku yang produktif, bisa jalan-jalan bukan di dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri..gratisss lagi.

Menulis konten ala Ollie

Membuat konten blog itu dimulai dari pemilihan judul yang tepat. Ini sangat penting, karena setiap hari muncul ribuan artikel baru di internet, untuk memikat perhatian pembaca, sebisa mungkin judul postingan kita bisa bersaing dengan artikel yang ribuan tadi.

Bagaimana judul yang baik itu?

Menurut Ollie judul sebaiknya informatif, menggambarkan isi post, sekaligus membuat penasaran pembaca untuk membaca lebih lanjut. Coba bandingkan judul ini “ Cerita weekendku” atau “Weekend di pantai terindah di Indonesia”. Yang kedua lebih membuat penasaran bukan?

Jika boleh saya tambahkan, judul juga jangan terlalu bombastis. Saya seringkali kecele dengan artikel yang berjudul wah, tapi isinya tidak sesuai. Web atau blog yang begini biasanya tidak akan saya kunjungi dua kali.

Ollie juga menyarankan, jika ingin blognya dibaca banyak orang, kita harus tahu kebutuhan dasar manusia, yaitu: psikologi, keamanan, sosial, percaya diri, dan aktualisasi diri. Setelah paham dengan kelima kebutuhan dasar itu, kita tinggal mencari artikel apa yang kira-kira menarik emosi pembaca yang sesuai dengan kebutuhan dasar mereka.

Judul sudah oke, sekarang pembuka.

Paragraf pertama juga sangat menentukan artikel kita lanjut dibaca atau tidak. Ada beberapa cara yang biasa Ollie pakai, ini diantaranya

Tulis ringkasan post

Kesimpulan ditulis sebagai pembuka kalimat. Dengan demikian pembaca akan mengerti tujuan postingan dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan membaca.

Beri pertanyaan

Kalau saya perhatikan Rockingmama sering memulai artikelnya dengan cara ini, coba deh perhatikan.

Memang artikel yang dimulai dengan pertanyaan akan membangkitkan rasa ingin tahu pembaca, akhirnya membaca tulisan kita sampai akhir.

Gunakan statistik yang mengejutkan

“Pada tahun 2015, 90 dari 100 peserta jomblo yang mengikuti pengajian rutin di Masjid Al Ikhlas Parepare akhirnya mengakhiri masa lajangnya”

Tertarik baca lebih lanjut kan jika kalimat pembukanya seperti di atas? Ini statistik karangan saya saja ya, para jomblo tidak perlu mengecek kebenarannya hehehe.

Kutipan atau quote orang terkenal

Kutipan juga ampuh membuat pembaca tertarik melanjutkan bacaan. Kutipan mudah ditemukan di internet, Ollie sering mengambil kutipan di sini http://www.brainyquote.com/

Di situs ini kutipan cukup lengkap, kita bisa memilih topik atau tokohnya secara langsung.

Kutip sebuah cerita yang menarik

Bagi blogger rasanya tidak mungkin sebuah cerita menarik dibiarkan berlalu begitu saja tanpa dituangkan di blog, ya gak? jangankan cerita menarik, daun jatuh pun bisa jadi blog post. Nah kata Ollie, simpan cerita menarikmu di paragraf pertama, kemungkinan pembaca akan bereaksi sama dengan kamu. Ide bisa didapatkan dari bacaan tadi siang, atau kisah unik teman saat makan malam bersama.

Pasang gambar di paragraf pertama

Rasanya semua pasti setuju, tulisan yang dimulai dengan gambar yang ciamik membuat pembaca tertarik membaca artikel kita dibandingkan dengan post tanpa gambar sama sekali.

Gunakan imajinasi pembaca

Coba ikat perhatian pembaca dengan memancing imajinasi mereka. Misalnya menggunakan kalimat ini: “ Mari bersama kita bayangkan…” “Bagaimana jika…” “Coba bayangkan …” dan lainnya. Dengan menarik gambaran mental pembaca akan membuat mereka akan mengklik “read more” artikel kita.

Konten Blog

Judul sudah, pembuka sudah. Sekarang menulis kontennya.

Ollie sering membuat kerangka tulisan menggunakan mind map. Mind map ini semacam konsep diagram untuk mencari ide-ide terkait dengan kata kunci yang ingin kita tulis. Saya sempat mencoba belajar mind map, memang benar ampuh dalam pengumpulan ide. Sayang belajarnya cuma sambil lalu, sampai sekarang saya masih kebingungan mengolah ide menjadi sebuah artikel yang terstruktur. Kalau mau belajar tentang mind map Muhammad Noer banyak membahas ini di blognya (muhammadnoer.com)

Penutup

Penutup sama pentingnya dengan pembuka. Sebaiknya kalimat penutup itu mengarahkan pembaca apa yang harus mereka lakukan setelah membaca artikel kita. Bisa ditutup dengan pertanyaan, penawaran, atau mengarahkan ke link menuju next action.

Demikianlah tips menulis ala Ollie. Sebenarnya tips ini saya tulis agar setiap saat bisa ditengok di blog sendiri. Saya masih perlu banyak belajar agar tulisan lebih enak dibaca, lebih terstruktur, dan lebih banyak mengundang pembaca.

 Bagaimana tips menulis ala Ollie ini? Teorinya sudah paham, yuk kita praktekkan.
 Happy Blogging ^_^

Sumber : Buku “Creative Blog Writing” by Ollie

11 Okt 2016

Gagal Dapat Motor Baru


Gagal_dapat_motor_baru
Kalau ada yang tanya, suami siapa tidak romantis? maka saya akan acungkan tangan paling tinggi, mungkin ngacungnya sambil berdiri saking semangatnya hihihi.
 
Coba suami mana kalau ditanya apa dia sayang atau tidak, sikapnya akan begini… Mulutnya dibuka lebar-lebar meniru lagak orang mengantuk, lalu bergumang tidak jelas. Setelah itu dia akan berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Kalau moodnya lagi baik dia akan tertawa sambil berkata
 “lebih baik disuruh dorong mobil daripada disuruh bilang cinta”
Lebih parah lagi kalau bertanya saat suasana hatinya buruk, dia akan menjawab dengan kalimat diplomatis “Yang begini tidak perlu dipertanyakan lagi”
 
Alamak! Padahal maksud hati bertanya supaya dirayu-rayu.
 
Dia sering heran kenapa perempuan selalu mempertanyakan hal-hal yang sudah diketahuinya. Menurut dia sayangnya tidak perlu dipertanyakan, jawabannya sudah sangat jelas. Pap Nay kemudian memaparkan bukti-bukti kongkrit, akurat, dan tidak terbantahkan (kok ini jadi kayak presenter silet ya)
 
Jadi begitulah, percakapan soal “apakah kamu sayang aku” akhirnya berakhir dengan cekikikan bersama menertawakan ketidakahliannya merayu. Kalau tidak, saya manyun, melupakan begitu saja pertanyaan yang tak berjawab.
 
****
 
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah belajar naik motor, tapi mahirnya hanya di lapangan saja. Setiap kali mencoba di jalan raya, pasti endingnya buruk alias jatuh. Maklum saya orangnya panikan, melihat mobil dari depan, saya pikir mobil itu pasti akan menabrak, apalagi kalau yang di depan truk tiba-tiba lutut jadi gemetaran, saya jadi lupa yang mana rem, yang mana gas. Terakhir saya jatuh di selokan, padahal kondisi saat itu sedang hamil. Untung bayinya baik-baik saja. Sejak itu keinginan belajar naik motor tidak pernah muncul lagi.
 
Karena tidak bisa bawa kendaraan sendiri, jadinya Pap Nay yang mengantar. Pagi-pagi diantar ke kantor, siang dijemput makan, sejam kemudian diantar lagi ke kantor, sore di jemput pulang. Tidak hanya seputar urusan rumah-kantor-rumah, tapi juga urusan lain seperti ke pasar, ke toko, belanja keperluan toko, ngaji, dll semua diantar Pap Nay. Entah itu hujan atau panas, entah dia memang lagi lowong, sibuk atau sedang tidur, Pap Nay selalu mengantar *jaditerharu
 
Untungnya saya tipe emak rumahan, juga tidak punya banyak jadwal arisan. Untungnya lagi pekerjaan Pap Nay lebih santai, dia punya banyak waktu luang. Tambahan pula kami tinggal di kota yang tidak begitu luas, kemana-mana jaraknya dekat dan bebas macet. Jadi saya menikmati saja diantar suami.
 
Begitulah setiap hari, sampai suatu ketika Pap Nay mulai mengeluh karena seringkali urusannya sendiri dikesampingkan karena mengantar saya. Pap Nay menyarankan agar saya mulai belajar naik motor lagi. Saya pun setuju. Saya minta Pap Nay mulai cari-cari motor yang spesifikasinya begini : matic, tidak terlalu besar, tidak mudah oleng dan tidak terlalu mahal. Pap Nay mengiyakan.
 
****
 
Anak-anak sudah tidur saatnya pillow talk, saya dan Pap Nay ngobrol ringan seputar kegiatan hari itu. Tiba-tiba terselip percakapan ini
 
“Ma, si Anu mau cerai”
“Kenapa?”
“Seperti istrinya tidak butuh lagi sama dia”
 
Pap Nay cerita kalau si istri tidak peduli sama suaminya, dia mendiamkan si suami sudah sekian lama. Akibatnya anak-anaknya kurang terurus, si suami jadi kurus, bla..bla
 
Kata Pap Nay lagi, satu penyesalan terbesar si suami, dia menyesal telah mengajari istrinya naik motor. Sejak bisa bawa kendaraan sendiri, istrinya jadi mandiri, kemana-mana bisa tanpa harus ditemani lagi. Seandainya tidak kata si Anu itu, mungkin istrinya masih bergantung padanya.
 
Cerita berakhir, hening….
 
“Jadi bagaimana Pa? jadi beli motor?” godaku
 
“Tidak lagi” kata Pap Nay dengan tegas
 
“Nanti ditinggalkan juga sama istriku” lanjutnya dengan suara yang sangat pelan, hampir tidak tertangkap telinga.
 
Hahaha (sambil dalam hati teriak-teriak hore menang!)
 
Suami saya memang tidak pandai merayu, tapi saat-saat begini, tingkah lakunya lebih manis dari gulali. Yah gagal deh dapat motor baru ^_^

 
Itulah cerita momen romantis yang tidak terlupakan di bulan Oktober, penting diabadikan karena jarang terjadi :D

Tulisan ini diikutkan dalam Irawati Hamid First Giveaway “Momen yang Paling Berkesan & Tak Terlupakan.

Dear Mba Ira, Selamat ulang tahun untuk dirimu dan blognya, semoga dua-doanya berumur panjang, Mba Ira sukses dan blognya juga sukses. Amin

 

4 Okt 2016

Inilah 5 K Alasan Orang Berhutang


Dari tiga tema artikel collaborative blogging, tugas ini yang terus-menerus membayangi. Karena topiknya tentang hutang, jadinya saya merasa dihutangi artikel tanggapan terus-menerus *apasihmak

Sebelum mulai baca dulu artikel yang ditulis Mak Haeriah di sini, ulasannya tentang hutang cukup komplit, sampai bingung mau menanggapi bagaimana.

Siapa sih yang tidak pernah berhutang sekarang ini, hampir semua ya. Nenek saya sampai bilang begini “sininna lolo-lolo’e kulinoe engkamaneng inrengna” jika diartikan bebas semua manusia yang ada di muka bumi ini pernah berhutang. Mungkin terdengar agak berlebihan, tapi ada benarnya juga sih, jangankan yang miskin, orang kaya saja punya hutang, walaupun konteks dan tujuannya mungkin berbeda.

Ada berbagai alasan orang berhutang, tapi jika dipersempit, maka inilah 5 K alasan orang berhutang

1. Kepepet

Ini yang paling umum terjadi. Kejadian memalukan yang pernah menimpa saya waktu masih mahasiswi. Ketika itu saya sedang naik pete-pete, ini istilah untuk mobil angkutan umum di Makassar. Ketika tiba di daerah kampus, saya baru menyadari ternyata saya lupa bawa dompet. Seandainya ada kenalan di mobil satu saja, saya bisa saja meminjam uangnya, tapi tidak ada sama sekali. Untungnya ada seorang ibu yang baik hati membayarkan ongkosnya. Di kemudian hari, saya melakukan hal serupa pada orang lain, untuk menebus hutang pada ibu baik hati yang menolong waktu itu.

Saat-saat jadi mahasiswi itulah saya sering merasakan masa-masa kepepet. Daripada kelaparan, kami sering saling pinjam meminjam uang antar teman kos, tentu saja dengan kesadaran penuh merealisasikan janji untuk segera membayarnya ketika dompet sudah terisi lagi. Ahh..untungnya masa-masa itu sudah berlalu.

2. Kebutuhan

“Butuh” adalah alasan klasik nomer dua orang berhutang. Kebutuhan juga macam-macam, tapi yang umum adalah ada anggota keluarga yang sakit, entah itu anak, suami atau orang tua. Sebenarnya hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan dana cadangan khusus keadaan darurat. Tapi yah namanya musibah ya kadang datangnya beruntun, uang yang sudah disiapkan ternyata tidak mencukupi, akhirnya mencari pinjaman jadi solusi.
3. Kesempatan

Jika sudah berurusan dengan bisnis, konsep hutang piutang menjadi beda.

Istijanto dalam bukunya menjelaskan bahwa salah satu rahasia sukses Toko Tinghoa adalah berusaha agar cash flow berputar cepat sedangkan pelunasan pembelian barang modal diperlambat. Mereka berusaha agar semua stok barang segera laku. Tapi pelunasan barang dagangan diusahakan diperpanjang tempo pelunasannya agar uang bisa dipakai membeli barang jualan yang lain.

Berbicara soal kesempatan, suatu hari adik saya ditawari mobil dengan harga yang sangat murah. Karena orang yang menawarkannya butuh uang dengan segera, adik saya kemudian meminjam uang  lima juta untuk menutupi kekurangan dananya. Belum juga beberapa lama, mobil itu sudah ditawar orang melebihi harga yang dia bayar.

Jika sudah menyangkut investasi, bisnis dan kesempatan yang tidak datang dua kali, berhutang bisa jadi pertimbangan tapi lakukan dengan bijak.

4. Ingin terlihat Keren

Banyak yang bilang, sebenarnya biaya hidup itu murah, yang mahal biaya gaya hidup.
Yes ini 100 % benar. Coba perhatikan, apa yang paling banyak menjadi tagihan kartu kredit? Gadget, pakaian, tas, dompet, sepatu. Semuanya untuk penampilan bukan? Bagi yang bijak mengelola pemakaian kartu kreditnya sih tidak masalah, tapi jika tidak, penggunanya akan jadi keteteran sendiri melunasi tagihan yang membesar seperti bola salju. Jangankan melunasi pokoknya, bunganya saja sulit.

Jika sudah menghadapi kondisi begini, gunting kartu kreditnya kemudian rem keinginan belanja. Setiap ketemu barang menggoda, duduk dulu tarik nafas dalam-dalam lalu tanyakan pada diri sendiri “apakah barang ini SANGAT saya butuhkan” jika tidak skip dari ingatan selamanya.

5. Kebiasaan

Jika alasan kesempatan yang terbaik, bagian terburuk dari berhutang adalah karena kebiasaan. Banyak orang terbiasa berhutang, segala sesuatu pengennya dicicil. Padahal bisa jadi dia sanggup untuk membayarnya cash.

Waktu saya cuti hamil, kan tinggal di rumah lumayan lama ya, tiga bulan. Pada waktu itu saya baru sadar kenapa tetangga-tetangga selalu menutup rapat rumahnya. Rupanya hampir tiap hari kami didatangi salesman, mulai dari sales panci, sales alas setrika, sampai alat perbaikan kompor juga ada. Jadi kita berada di rumah, tapi serasa tinggal di pasar, semuanya serba ada hahaha.

Karena saya kurang pengalaman, saya biarkan sajalah mereka masuk. Salesman kan sudah dibekali keterampilan menjual, apapun yang saya bilang untuk menolaknya bisa ditangkis oleh mereka, dan akhirnya ujung-ujungnya saya membeli. Saya ingat sempat membeli perhiasan dinding senilai tiga juta dan harus saya bayar dengan cara mengangsur. Setelah itu saya membeli lagi alas setrika senilai seratus ribu. Saya sudah bilang tidak punya uang, salesmannya ngotot menawarkan dan membolehkan saya membayar keesokan harinya. Alamak!

Akhirnya Pap Nay menyuruh saya menutup pintu rapat-rapat, dia khawatir istrinya terbiasa berhutang.

Kebiasaan berhutang sangat berbahaya, bukan saja kita dibebani kewajiban untuk membayarnya. Tapi juga membuat hubungan dengan si pemberi hutang jadi renggang. Saya jadi ngikik baca puisi Mak Irna di sini, segitu dalam akibatnya urusan hutang piutang ini, sampai terbit puisi menyentuh hati tentang kehilangan seorang teman.

Berhutang kepada teman atau saudara memang ada enaknya, insya Allah bebas bunga. Tapi biasanya yang berhutang jadi sensitive, niat teman mungkin hanya menyapa tapi disangka akan menangih. Makanya sering muncul joke “Kenapa lirik-lirik memang saya ada hutang?!!” Bayangkan lirikan disangka tagihan hahaha

Have a nice day kawan semoga kita bebas dari hutang.