20 Des 2016

#TemuBunda2016: Serunya Kegiatan Mombassador SGM Eksplor di Yogyakarta


Beberapa hari ini mungkin teman-teman sering melihat timeline saya penuh dengan gambar-gambar berhestek #temubunda2016 ya? Saking seringnya mungkin mulai bosan, untung tidak di-unfriend hihihi. Memang, pada tgl 13-15 Desember 2016 kemarin saya diundang ke Yogyakarta sebagai salah satu mombassador SGM eksplor. Duh senangnya, tidak sabar berbagi cerita kepada kalian.

PT Sari Husada Mahardika atau Sari Husada, sebuah perusahaan yang memproduksi produk nutrisi untuk ibu hamil, menyusui dan anak membuka program Mombassador SGM sejak tahun 2014. Awalnya proses perekrutan hanya diambil dari ibu-ibu yang aktif di fans page facebook "Aku anak SGM". Mas Akri, selaku penanggung jawab project ini mengaku mengalami kesulitan pada awal program. Karena masih baru, Team Sari Husada kesulitan meyakinkan ibu-ibu terpilih. Bunda-bunda yang dihubungi lewat inbox FB mengira ajakan untuk menjadi mombasador itu hoax atau penipuan. Maklum ya, memang semakin kesini, makin marak juga penipuan lewat medsos, jadi kekhawatiran tersebut wajar muncul di benak mereka.

Belakangan, di tahun ini program Mombassador dilakukan dengan cara lain. Saya dan teman-teman batch 4 direkrut dengan mengisi formulir online terlebih dahulu. Untuk blogger termasuk saya, formulir didapatkan dari komunitas yaitu Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Blogger Perempuan (BP), sementara bunda-bunda lain mendapatkan formulirnya dari komunitas masing-masing.

Tidak hanya proses perekrutan yang berbeda, jumlah peserta batch-batch sebelumnya juga lebih sedikit, hanya belasan. Nah untuk batch 4, jumlah kami lebih banyak, sejumlah 61 orang. Mas Akri mengatakan jumlah Mombassador akan terus ditingkatkan setiap tahun agar semakin banyak bunda turut serta mendukung misi menutrisi bangsa. Jadi jika teman-teman berminat, bisa daftar di batch selanjutnya di tahun 2017. Caranya bagaimana? Aktif dan pantau terus fanspage Aku Anak SGM di facebook ya.

Sejak mengisi formulir, saya sebenarnya sudah lupa, sampai suatu hari team dari Sari Husada menelpon untuk melakukan wawancara. Pertanyaannya macam-macam; apakah saya sudah tahu apa itu Mombassador? Yang saya jawab belum :D, mengapa saya ingin ikut? Apakah saya terlibat di kegiatan sosial? Dll. Sepertinya pertanyaan yang saya sebutkan terakhir itu menjadi indikator penting, karena saat ketemu dengan teman-teman di sana, saya baru menyadari mereka adalah bunda-bunda hebat yang sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya, ada yang care dengan dunia parenting, ada yang sangat concern dengan budaya baca, edukasi lewat dongeng dan masih banyak lagi. Saya jadi keder sendiri karena merasa belum begitu banyak sumbangsih selama ini.

Selang seminggu setelahnya, saya ditelepon kembali dikabarkan bahwa saya terpilih menjadi salah satu Mombassador dan diundang mengikuti acara temu bunda di Yogyakarta pada tgl 13-15 Desember 2016. Saat itu juga saya ditanya ukuran baju kaos, sekaligus diinformasikan bahwa akan ada team menelpon soal tiket keberangkatan. Kala itu senangnya bukan main, Alhamdulillah pikirku, emak yang kurang piknik bakalan jalan-jalan keluar kota, gratis lagi hihihi.

Beberapa hari berlalu, penyampaian soal tiket kok tidak ada ya, baik telepon maupun email. Saya mulai khawatir, ini beneran atau cuma di PHP(Pemberi Hiket Palsu) *maksa
Apalagi si hubby sendiri kurang percaya saya benar-benar diundang karena pemberitahuannya by phone saja. Untungnya dua hari menjelang hari H keberangkatan, e-tiket PP Makassar Jogja masuk di-inbox email saya…Yeyyy Jogja I’m coming!

Tahu tidak bun…
Saya kaget lho, rupanya ya….
Kami benar-benar diperlakukan seperti tamu istimewa. Awalnya Pap Nay berencana ambil cuti di kantornya demi mengantar saya ke bandara, tiba-tiba di malam keberangkatan saya dikabari akan ada sopir menjemput. Singkat cerita, si sopir menghubungi, dia sengaja berangkat pukul 11 malam dari Makassar untuk menjemput saya di Parepare. Kami janjian jam 2 dini hari. Asli malam itu tidak bisa tidur karena persiapan packing dan memang susah nyenyak saking senangnya hihihi.

Pak Akbar, nama sopir yang menjemput. Orangnya sopan, bahkan menurutku yang tidak terbiasa diperlakukan istimewa begini, dia agak berlebihan menerapkan SOPnya perusahaannya .Bahkan buat minum saja, sopirnya menunggu kesempatan sampai saya minta turun pipis dulu, dia tidak mau minum sambil nyetir. Kata Pak Akbar, perusahaan travel tempat dia kerja ini tidak menerima penumpang umum, biasanya khusus tamu-tamu perusahaan saja. Saya manggut-manggut, pantas perlakuannya jauh berbeda dengan sopir angkutan yang lain, yang biasanya mengganggu penumpang dengan asap rokoknya sepanjang jalan.

Karena dijemput kepagian, waktu yang dihabiskan di Bandara Hasanuddin jadi lumayan lama. Sementara mau melanjutkan tidur juga tidak bisa, maklum tidak ada yang menemani, ntar kebablasan malah ketinggalan pesawat pula, kan sayang :)

Proses keberangkatan lumayan lama juga ternyata, Makassar- Jakarta memakan waktu satu jam,transit kurang lebih 2 jam, trus lanjut lagi terbang kurang lebih satu jam. Lelah, ngantuk, lapar lah pokoknya.

Tiba di Bandara Adisutjipto hari sudah sore. Baru juga hp dinyalakan, muncul panggilan masuk dari team penjemput, mereka sudah menanti di depan. Jadi kekhawatiran Pap Nay istrinya kesasar Alhamdulillah tidak terjadi. Oh ya, saya baru tahu ternyata satu pesawat dengan Mba Milda dan Mba Ria di sini, dua blogger asal Bengkulu. Coba tahu dari awal, tadi waktu transit kan bisa lebih asyik ngobrol, tidak membosankan.



Dari bandara, kami dibawa langsung ke sebuah resort yang luasnya luar biasa, 4 ha! Namanya The Westlake Resort. Saking besarnya nih tempat, dari lobi ke kamar harus naik mobil mini. Karena datangnya telat, koper-koper disimpan dulu di lobi, kami disuruh foto dulu, buat foto profil. Aduh, penampilan lagi tidak cetar; loyo dan capek. Tadi saya pikir hasilnya pasti kurang memuaskan. Untung mas gondrong tukang jepretnya jago, foto-foto kami terlihat bagus, tidak ada tanda-tanda belum mandi.

Karena laparnya sudah tingkat dewa, saya, Mba Milda, dan Mba Ria dijamu minum dan makanan ringan dulu buat ganjal perut sementara, sebelum makan malam sejam lagi. Saya pilih minum wedang jahe, perut langsung terasa segarnya. Angin-angin jahat yang tadi merecoki langsung kabur.

Tak lama kemudian, kami langsung diajak ke restoran untuk makan malam, padahal ini kami belum sempat ke kamar lho buat salin pakaian. Sepanjang perjalanan naik bus, emak-emak ini ya ampun hebohnya, kami saling memperkenalkan diri satu persatu, ramai dari ujung barat sampai timur Indonesia, yang terjauh ada Bunda Harlin dari Ambon, menyusul saya dari Parepare dan yang terdekat ibu-ibu dari Omah Pareting Yogyakarta. Tiba-tiba kami semua langsung akrab saja.


Sekalian kopdar blogger
Di Sekar Kedathon Restaurant, kami diberi penjelasan singkat tentang Sari Husada dan program mombassador serta kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh mba Naumi, Connection Manager Sari Husada.

Acara makan malam kelar, kami diajak lagi naik bus menuju Alun-alun Kidul. Di sana kami ngegowes pakai sepeda mobil yang sudah dihiasi dengan lampu warna warni. Lumayan bikin keringatan, membakar kalori makan malam tadi. Acaranya singkat saja, tapi berkesan. Kami akhirnya kembali ke resort.

Kejutan lain, ternyata saya sekamar dengan Mba Lidya Fitrian. Blogger femes yang sering saya baca tulisannya. Akhirnya bisa ketemu juga di dunia nyata. Mba Lidya orangnya ramah. Anak mba Lidya sudah besar-besar lho, tapi mamanya masih kelihatan imut saja.


Hari kedua…

Kegiatan #temubunda2016 ini padat..dat..dat…

Pagi pukul 6 pagi, sudah harus siap sarapan, karena pagi benar harus ke Rama Shinta Resto. Awal acara ada kuis yang paling tidak sanggup saya ikuti.. “hapal nama terbanyak”. Kalau soal hapal-menghapal begini saya angkat bendera putih, memori tiba-tiba lemot kembali ke zaman dos. Teman-teman banyak yang ngacung, yang menang menyebut 18 nama kayaknya. Dapatlah dia vouchernya.
Mba Risalah Husna yang menang

Acara selanjutnya, oleh panitia kami dibagi beberapa kelompok, saya kebagian kelompok C. Tugas masing-masing kelompok membuat poster semenarik mungkin agar orang-orang tertarik membeli susu SGM. Sebelum membuat poster, kami juga harus menyiapkan yel-yel kelompok. Jadi dengan waktu yang terbatas masing-masing kelompok merancang dan latihan yel-yel, lalu mendesain, menggunting, menempel, dan merangkai kalimat poster dengan bahan seadanya. Memang ya, kalau soal ber-multitasking, emak-emak memang jagonya. Tidak sampai di situ, setiap kelompok harus mempresentasikan posternya juga lho. Presentasi teman-teman semua keren, kalau melihat penampilan mereka kamu tidak akan menyangka persiapannya sangat singkat.

Di Rama Shinta Resto ini kami juga menghabiskan waktu dengan makan siang dan foto-foto. Memang pemandangan di tempat ini keren, berlatar belakang Candi Prambanan. Kalau di saya candinya berbisik minta didekati, sayang hanya bisa memandang dari jauh. Next time ya Pram (panggilan sayang Prambanan :D)

Kunjungan pabrik Sari Husada

Kebetulan saya anak SGM, karena ibu dulu melahirkan saya saat sedang kuliah, jadi buat pengganti ASI minumnya SGM. Makanya makin semangat saya pas tahu akan ada kunjungan ke pabrik.

Kesan pertama saat ke pabrik ini…Besar, ketat. Luas pabriknya sampai 15 hektar!

Sebelum memasuki pabrik kami diberitahu aturannya seperti; tidak boleh jalan bergerombol, jalan mengikuti garis kuning, dan tidak boleh foto-foto. Tapi sebelum masuk gedung, beberapa bunda masih sempat mengabadikan momen ini.

Untuk bagian produksi yang menuntut kehiegenisan tinggi, para pekerja menggunakan baju tertutup dan helm macam astronot itu lho bund, Kata mas pemandu, bahkan baju pekerjanya pun harus di laundry khusus. Kami diajak melihat mesin satu persatu dari mulai dari proses awal sampai mesin packingnya. Dari situ kami diajak melihat gudang susu yang besarrrrrrrrrya luar biasa.

Puas melihat-lihat pabrik, kami foto-foto lagi. Pokoknya di mana ada gerombolan bunda di situ pasti ada acara jepret-jepret. Acara plant visit kelar sore, kami diantar ke resort, istirahat dan siap-siap dandan untuk acara gala dinner.

Gala Dinner

Ini acara puncak temu bunda sebenarnya. Kami dipertemukan dengan senior-senior dari batch sebelumnya. Acaranya meriah, penuh rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Sepanjang acara kami dihibur penyanyi dan host yang gokilnya luar biasa. Sepanjang malam mengocok perut, tawa benar-benar pecah malam itu. Cicilan, cucian, setrikaan terlupalah pokoknya :D

Selain makanan enak dan hiburan, malam gala dinner bertabur voucher. Ada tebak judul lagu, tebak-tebakan, atau hanya sekedar angkat tangan tiba-tiba dikasih voucher. Kejutannya lagi, poster yang team C bikin tadi siang, menang! Yey team kami dapat voucher juga 1.6 juta!

Gala Dinner temu bunda benar-benar berkesan. Hostnya benar-benar kocak. Recommended lah buat hajatan kantor atau personal. Yang berminat bisa contact duo ini di akun IGnya @jabangbayi dan @tako.mintardja

Saking serunya, acara sampai molor sampai pukul 23.00, gagallah kami ke Malioboro.

Hari ketiga

Seperti hari sebelumnya, kami diharapkan sarapan pukul 6 pagi, karena acara workshop akan dimulai lebih awal, supaya kita-kita punya kesempatan jalan-jalan. Kali ini tidak perlu naik bus lagi, workshop diadakan di restoran resort. Selama dua malam nginap di The Westlake, barulah kali ini menginjakkan kaki di restonya. Wah, ternyata di sana banyak ikan, besar-besar pula. Ada yang ditempatkan di aquarium, ada yang di kolam. Jadi spot baru lagi buat emak-emak gifo (gila foto) hihi

Workshop ini ada tantangannya lagi, peserta gabungan seluruh batch (kecuali batch 2) ditantang membuat ide kegiatan sosial. Ide kelompok saya “Fruit and vegetable goes to school” dengan target sekolah yang kami kunjungi menetapkan satu hari siswa-siswi harus membawa bekal buah dan sayur, tidak harus buah atau sayur utuh, tapi olahan kreatif masakan bundanya masing-masing. Keren ya? Sayang tidak menang :p

Di acara workshop ini, kami diperlihatkan iklan baru SGM. Iklan ini belum tayang di TV, jadi kami tidak boleh merekam, masih rahasia. Karena temanya tentang ibu, bunda-bunda yang sudah 3 hari tidak ketemu buah hati jadi pada mewek. Apalagi saat Mba Defanie minta dua orang bunda bercerita tentang ibu, sukses bikin peserta workshop banjir air mata. Setelah acara workshop, kami makan siang lagi.
makan terusss

Oh ya salah satu yang paling menonjol dari acara temu bunda adalah…acara makan-makannya. Tiap dua jam pasti disuguhi makanan, makan besar-snack-makan besar lagi-snack lagi. Habis ini mau timbang bb, entah naik berapa kilo :p

Di hari ketiga ini lagi-lagi bunda-bunda dihujani voucher dengan macam-macam pertanyaan. Ada bunda yang hapal iklan SGM anak yang di bus, tebak-tebakan, dan banyak lagi.

****

Kalau disuruh memilih satu kata untuk menggambarkan acara #temubunda2016 secara keseluruhan, saya akan memilih kata “SERU!!” sampai-sampai bikin kita susah move on dari hestek ini di medsos hihihi

Sarannya, mungkin dari sisi penyampaian informasi kepada peserta saja, selain by phone alangkah baiknya pakai email juga, supaya peserta bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke acara Temu Bunda yang keren cetar membahana.

Sukses terus ya Sari Husada!!

Parepare, 19 Des 2016

 

4 komentar:

  1. Waaah, jauh yaa dari Pare-pare.

    *ikutan timbang badan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya naik berapa? :D

      Hapus
  2. Kapan kita bisa move on nih mbak nur ?

    BalasHapus
  3. #temubunda2016 memang moment ya tak terlupakan ya :)

    BalasHapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis