18 Jul 2019

7 Kegiatan Liburan Sekolah yang Menyenangkan

7 Kegiatan Liburan Sekolah yang Menyenangkan. Ketika libur panjang tiba, anak-anak senang sekali. Mereka tidak ke sekolah selama dua pekan. Eits tapiii, giliran ditanya mau menghabiskan liburan kemana, mereka bingung menjawab. Khususnya untuk bocah kami, mereka hampir tidak pernah nginap di rumah lain tanpa ditemani salah satu orang tua. Jadi ketika ditawarkan menghabiskan liburan di kampung, mereka mengiyakan asalkan ada Bapak atau Mama menemani. Tentu saja persyaratan itu tidak dapat kami sanggupi, karena libur panjang untuk orang kantoran tidak ada. Makanya buuuu, bisnis..bisnis :p

Berputarlah nih otak….hmmm bikin apa ya dua pekan ini, supaya anak-anak tetap menikmati liburan. Saya dan Pap Nay akhirnya sepakat, kita tetap ngantor seperti biasa, tapi sebisa mungkin berusaha agar ada aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan anak-anak setiap hari. Jadi, kali ini saya akan membagikan pengalaman kami mengisi liburan sekolah: 

1. Bermain di Diana Waterpark

Ketika kamu berharap bisa bermain air, menikmati pemandangan di atas bukit, dan sekaligus melihat ragam hewan di satu tempat, maka saya rekomendasikan ke Diana Water park.

Anak-anak puas bermain air di kolam yang dilengkapi seluncuran, walaupun waktu kami datang, airnya agak kotor. Gak masalah lah, yang penting setelahnya langsung mandi air bersih.

Di sini anak-anak juga bisa naik di punggung dinosorus, masuk ke mulut kuda nil, meraba-raba rusa, bergelayut di tangan panda. Tentu saja semua hanya replika, kalau asli sih bisa membuat kita pulang tinggal nama 😊 

Pengen melihat hamparan sawah sambil olah raga juga boleh, siapkan saja lututmu untuk mendaki, kamu akan menyaksikan permadani hijau ciptaan Tuhan dari atas bukit. Komplit ya. Tidak menyesal datang ke Diana Water Park, menjadi pengalaman baru Kakak Naylah dan Adek Rayyan. 


2. Melihat sawah di Wattang Bacukiki

Parepare memang kecil, luas wilayah hanya dibagi empat kecamatan. Mata pencaharian penduduk didominasi berdagang, karyawan, PNS, dan sebagian kecil merupakan petani. Sawah ini banyak ditemukan di salah satu kecamatan yaitu Bacukiki, tepatnya di kelurahan Wattang Bacukiki. 
Melihat padi tumbuh 

Supaya anak-anak tahu asal mula nasi yang tiap hari mereka makan, maka kami bawalah mereka ke sawah. Mereka menyaksikan langsung bagaimana bentuk daun dan bulir-bulir padi yang masih hijau, sambil emaknya menjelaskan proses tumbuhnya sampai menjadi beras.

3. Berpetualang di hutan belakang rumah

Etta sedang dirawat di rumah sakit. Anak-anak terpaksa menghabiskan waktu hanya di rumah saja. Supaya tidak bosan, anak-anak saya bawa ke hutan belakang rumah. 

Kok bisa? Iya, pohon jati, mangga, bambu, dan aneka pohon besar yang saya kurang paham namanya, tumbuh di tanah milik orang lain yang kebetulan letaknya di belakang rumah. Saya suka lingkungan begini, udara menjadi lebih sejuk, kurang polusi. Biasanya saya melarang anak-anak ke sana tanpa ditemani salah satu orang dewasa, takut ada ularnya.

Di sini, mereka menemukan jamur yang tumbuh di batang pohon yang tumbang, buah semak yang berduri yang Adek Rayyan kira buah durian :D 

Adek Rayyan memungut sebatang ranting, memukul-mukulkannya layaknya penjelajah yang sedang membuka jalan yang ditutupi semak belukar.

Baca cerita Naylah tentang Jalan-jalan di Hutan Belakang Rumah

4. Trans Studio Makassar

Pengalaman main di Trans Studio Makassar adalah puncak kesenangan liburan mereka. Bagaimana tidak, anak-anak mencoba puluhan wahana, menikmati beragam hiburan yang baru mereka lihat. Lagipula ini pengalaman pertama mereka di sini.
Trans Studio Makassar

Kakak Naylah sangat terkesan dengan pertunjukan drama musical “I Basse goes to Bollywood” sedangkan Adek Rayyan sering mengulang cerita tentang Science Center. 

Baca cerita Naylah tentang Bermain di Trans Studio Makassar

5. Ke Perpustakaan

Selama liburan, anak-anak juga saya ajak ke perpustakaan, memilih buku apa saja yang mereka sukai dan dibawa pulang. Periode peminjaman buku dibatasi satu pekan, tapi Naylah biasanya menuntaskan tiga buku dalam 2-3 hari saja.

Baca cerita Naylah tentang Ke Perpustakaan

6. Jalan-jalan sekitaran kompleks

Beberapa kali kami juga jalan-jalan subuh bersama. Supaya tidak bosan, rute yang dilewati tidak sama setiap hari. Kita ngobrol sepanjang jalan, membicarakan apa yang kami lihat.
“Rumah orang kaya bagus-bagus ya”
“Eh tanaman jagung itu bisa ya tumbuh di tanah gersang dan banyak sampahnya”
“Serangga sedang kawin!”
“itu bunga Putri Malu!”
Dan masih banyak lagi coletehan mereka.

Baca cerita Naylah Jalan-Jalan Subuh

7. Ngeblog

Untuk Naylah, selain enam di atas, aktivitas hariannya juga diisi dengan ngeblog. Sebenarnya blog Naylah sudah ada sejak 2014, tapi tidak kontinyu diisi. Di liburan kali ini, saya mengharuskan dia menuliskan semua kegiatannya di blog.

Awalnya Naylah merasa berat, lama-lama dia ketagihan sendiri menulis, bahkan membuat dadar telurpun dia simpan langkah-langkah membuatnya di blog www.naylahmahmudah.blogspot.com

Demikian kegiatan Kakak Naylah dan Adek Rayyan selama liburan sekolah.

Senin kemarin adalah hari pertama sekolah, tiba di rumah Naylah berseru “Benar Mama, untung saya tulis di blog. Tadi Bunda suruh saya menceritakan kegiatan liburan!”

0 komentar:

Posting Komentar

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis