23 Feb 2016

Piramida Perasaan



Piramida-perasaan
"Piramida Perasaan"

Piramida Perasaan

“ Kebahagiaan dan kesedihan itu berbentuk piramida” kata seorang teman.

Dia menggambar sebuah piramida sederhana pada sobekan kertas yang berhasil diraihnya, terselip di antara tumpukan buku-buku tebal berserakan di lantai.

“Ketika kebahagianmu terasa sangat besar, ada kesedihan yang sama besar di baliknya”

“hah?” Ini kali pertama saya mendengar ide itu.

“ Iya, begitu pula sebaliknya, ketika kamu sedih, ada kebahagiaan setelahnya”

“jadi maunya gimana? Saya tidak boleh bahagia? Supaya besok tidak sedih?!”

Serem juga merasa bahagia pikirku. Semakin saya bergembira, ada kesedihan yang sama besarnya mengintai. Alamak!

Dia memandang saya setengah putus asa, mungkin pikirnya beginilah kalau dua pemilik otak beda level mengobrol.

“ya bukan begitu, kalau kamu ketimpa kemalangan, jangan terlalu sedih, kalau sedang bahagia jangan terlalu senang”

“baiknya gimana?” sampai detik itu saya benar-benar belum paham.

Saya pandangi dia dengan tatapan mendesak. Seorang teman kurus kerempeng. Dia tipe orang yang melahap buku lebih rakus dibandingkan melahap makanan, lebih haus ilmu daripada air. Bukunya menggunung tapi pakaiannya bisa dihitung jari.

“ya bersikap biasa-biasa sajalah” kata dia kalem.

Ketika saya merasa terlalu sedih, saya sering bersyukur, masih mengingat percakapan ini.

Parepare, 23 02 2016
Nur Islah

8 komentar:

  1. Ya terpenting sih gimana kita menyikapi semua itu dengan cara bersyukur, kalau kita udah bisa bersyukur dalam setiap keadaan yang kita alami, maka kebahagiaan akan lebih sering terasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas mukhsin

      Hapus
  2. Ini ada di Qur'an juga ... sayangnya saya ndak ingat surahnya .... tapi kurang lebih artinya setelah kesempitan ada kelapangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fainnama’al ‘usri yusro…innama’al ‘usri yusro” sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan

      Hapus
  3. Mak jleb. Dalem banget maknanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tengkyu mba dah membaca

      Hapus
  4. Itu artinya segalas esuatu jangan disikapi berlebihan kali ya mba..
    krn penyikapan yang berlebih yang membuat kita jd terlalu lebay.
    biasa-biasanya aja...hmmm gak gampang buat diikutin tp bener banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mbak, maksudnya kurang lebih begitu

      Hapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis