13 Apr 2017

Mengajak Anak Bermain di Hutan Jompie Parepare

Hutan_Jompie_Parepare
Ada yang berbeda pada Hutan Jompie, beberapa bangunan baru muncul di sebelah utara hutan, di sekitar areal gerbang. Satu dua bangunan lama yang dulunya kumuh sudah selesai dipugar, dicat dengan warna terang. Saat kami datang, pembangunan di Kebun Raya Jompie masih berlanjut, beberapa orang terlihat sedang bekerja, ada yang melakukan pengukuran, mengaduk semen, dll. Di beberapa sudut juga terlihat media tanam berupa gundukan campuran sekam dan kompos yang siap pakai.
Hutan_Jompie_Parepare
proses pengukuran oleh pekerja proyek

Masuk lebih dalam, gazebo-gazebo tua yang dulunya berdiri di tengah hutan, sekarang sudah di robohkan, jejaknya pun sudah tidak kelihatan. Untunglah, penampakan gazebo itu memang cukup menganggu, memberikan kesan peraih gelar hutan kota terbaik keenam di Indonesia ini kurang terurus. 

Sepertinya pemerintah sedang concern memperindah tempat ini untuk memaksimalkan fungsinya. Selain sebagai penyumbang oksigen terbesar juga menjadi pilihan objek wisata bagi masyarakat. Revitalisasi Hutan Jompie sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Kabarnya dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat mencapai Rp. 16.7 M.
Hutan_Jompie_Parepare
Yang baru di lokasi hutan

Ahad, 09 April 2017 kami ke sana untuk kedua kalinya. Kalau kunjungan sebelumnya kami pergi berempat, kali ini lebih ramai. Mirza, tetangga teman main Naylah dan Rayyan juga ikut serta. 

Setahun yang lalu, Adek Ayyan masih berumur 2 tahun, harus selalu dipegang tangannya agar tidak tergelincir. Sekarang agak santai, kami biarkan dia berjalan dan berlari sendiri. Lagipula jalan setapaknya kering, tidak berlumut seperti dulu. Oh iya, kali ini nyamuk juga berkurang, mungkin karena dua hari belakangan ini Parepare bercuaca cerah, hujan belum pernah turun. Binatang kaki seribu yang bikin bulu kuduk berdiri, sekarang tak satupun kami jumpai.
Di dalam hutan, anak-anak berkicau riang, berjalan, berlari, singgah memilih-milih ranting kayu yang cocok dijadikan tongkat. Mereka meneriakkan kalimat “mari berpetualang!” setiap kali ketemu semak rimbun yang menutupi jalan, mungkin mereka terinspirasi dengan film-film kartun yang mereka tonton di TV. 

Hutan_Jompie_Parepare
Mengenal alam
Sepanjang jalan, ada saja hal-hal baru yang menarik perhatian mereka, seperti jamur yang menempel di batang pohon mati, tanaman berduri yang pemalu dicolek daunnya mengatup, lebah-lebah yang mengerumuni bunga, getah pohon mengering yang mirip kristal, bunga-bunga berbentuk bintang, dll. Biasanya kami selalu berhenti, membiarkan mereka mengamati. Kadal yang tetiba melintas, juga menarik perhatian mereka, sayang binatang itu dengan gesitnya berlari, menerobos semak tak membiarkan penontonnya mendekat. 

Pohon-pohon besar berusia puluhan atau ratusan tahun masih ada di sana, memamerkan bodinya yang makin kokoh. Papan sederhana bertuliskan nama latin mereka juga sebagian tetap setia menempel di batangnya. Beberapa pohon nangka telah berbuah, sayang buahnya kelihatan kurang sehat, terlihat menghitam dan rusak.

Walaupun kami berangkat saat posisi matahari hampir tinggi, tapi di dalam hutan teriknya tidak begitu terasa. Hanya saja, karena mengelilingi hutan dengan berjalan kaki ditambah tenaga ekstra yang dikeluarkan untuk teriakan menyuruh bocah hati-hati, wajah basah oleh keringat. Medannya juga menurun menanjak, lumayanlah membakar kalori sisa dinner semalam. 

Kurang lebih sejam di tengah hutan, anak-anak terlihat puas, kami ngaso di lokasi yang lapang. Tidak ada nyamuk di sini, agak bersih dari semak, dan banyak tanaman palemnya. Di taman Palem inilah kami menikmati bekal. 

Puas foto-foto, peluh mengering, adzan dzuhur sayup mulai terdengar, kami pulang membawa satu kresek sampah bekas makan dan sekantong kenangan buat anak-anak.

Nonton video keseruan jalan-jalan di Hutan Jompie.


Lokasi : Hutan Jompie atau Kebun Raya Jompie 
Alamat : Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Tiket masuk : gratis

4 komentar:

  1. Asik ya hutan nya bisa dijelajahi gitu, saya kalau mau main ke hutan mesti pulang Kampung

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, padahal ini di kota lho :)

      Hapus
  2. Seru ya mak jalan-jalan bareng anaknya, banyak pelajaran yang bisa diambil dari hutan memang, jadi cocok kalau ajak anak-anak ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. rekreasi sambil belajar :)

      Hapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis