5 Nov 2015

Kiat Sukses Ala Joe Girard (Bagian 1)

Mastering-your-way-to-the-top

Rahasia hidup adalah mengetahui apa yang kau inginkan, tulislah itu, lalu kau harus mempunyai komitmen untuk mencapainya.

Kalimat di atas adalah kalimat yang terpajang di dinding kantor Joe Girard. Joe Girard adalah seorang salesman pemecah rekor dunia, dia mampu menjual 13.001 unit barang selama 15 tahun karirnya sebagai salesman, dia bahkan pernah menjual 1425 unit jualannya dalam kurun waktu setahun pada tahun 1973, dan semuanya dijual secara eceran, bukan dalam partai besar!. Angka 1425 itu bukan angka penjualan kaos oblong, panci atau mesin penyedot debu lho, tapi ((((MOBIL))))!!!, barang yang tidak bisa dibilang murah, dan butuh banyak pertimbangan jika ingin membelinya. Joe bisa menjual 170 mobil dalam 1 bulan, jika dirata-ratakan berarti 5-6 mobil perhari…fantastis ya?. Setelah 15 tahun menjadi salesman dengan rekor yang tak terkalahkan. Joe Girard banting stir menjadi penulis buku dan penceramah. Dia benar-benar seseorang yang sangat tahu tujuannya dan tahu cara mencapainya. Lagi-lagi di karir barunya itu, dia menjadi seorang yang nomer satu, buku-buku yang ditulisnya menjadi best seller dan menjadi penceramah yang sangat laris dan paling dicari di Amerika.

***
Semua orang tahu, mengetahui tujuan hidup adalah pembeda orang sukses dan orang yang kurang sukses. Kapal layar saja akan karam jika kelamaan di laut karena tidak tahu akan mengarahkan layarnya kemana. Tetapi yang menjadi masalah besar adalah banyak orang tidak tahu apa tujuannya. Kebanyakan orang adalah orang-orang yang mengikuti arus, mengikuti arah kaki melangkah, mengikuti kemana nasib membawanya ( termasuk yang punya blog hiks ).

Dalam bukunya “Mastering your Way to the Top”, Joe Girard menyarankan kepada pembacanya, bahwa apapun tujuan yang akan ditentukan untuk diri sendiri sebaiknya mempertimbangkan 8 pertanyaan penting ini:

1. Apakah saya sudah menentukan tujuan saya dengan jelas?
2. Apakah tujuan itu merupakan tujuan yang kecil atau besar?
3. Apakah tujuan saya itu untuk jangka panjang, jangka pendek, atau keduanya?
4. Apakah tujuan saya itu realistis? Atau apakah itu hanya hayalan belaka?
5. Apakah tujuan itu merupakan tujuan yang bisa saya capai? Mampukah saya melakukannya?
6. Sewaktu saya berusaha mencapai tujuan itu, bisakah saya mengukur kemajuan yang saya peroleh, sehingga saya bisa tahu kalau saya berhasil?
7. Apakah tujuan saya itu flexible, sehingga bisa berubah sewaktu kebutuhan saya berubah?
8. Seberapa besar pengorbanan waktu, tenaga dan uang yang diperlukan?

Selanjutnya tujuan utama yang sudah ditetapkan harus dipecah lagi menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil. Misalnya jika tujuan utama ingin menjadi direktur penjualan, buat dulu tujuan menjadi supervisor divisi misalnya, setelah jabatan supervisor tercapai, usaha diarahkan ke jabatan yang lebih tinggi, begitu seterusnya sampai jabatan direktur penjualan tercapai.

Selain memecah tujuan utama menjadi tujuan yang lebih kecil, hal yang sangat perlu diperhatikan menurut Joe Girard adalah tujuan harus realistis. Seseorang yang bekerja di pabrik pengolahan limbah misalnya, ketika dia becita-cita menjadi account executive di bidang periklanan, tujuannya menjadi tidak realistis (walaupun bukan tidak mungkin bisa tercapai).


Menggambar lukisan imajiner

Menggambar lukisan imajiner adalah ide menarik Joe Girard yang patut dicatat. Di masa remajanya, Joe Girard sering mendapat perkataan dari ayahnya bahwa dia tidak akan berhasil dalam hidupnya. Suatu ketika usaha developer perumahan yang Joe rintis gagal, dia hampir menganggap bahwa perkataan negatif ayahnya itu benar adanya. Untungnya kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.  Joe kemudian beralih profesi menjadi penjual mobil. Joe membuat lukisan imajiner wajah ayahnya yang cemberut sedang berkata “kamu tidak akan menjadi orang yang berhasil”. Joe berusaha membuktikan kepada ayahnya bahwa dia bisa menjadi orang yang berhasil. Dan benar saja, 3 tahun kemudian setelah dia memahat lukisan imajiner di hatinya, dia berhasil menjadi penjual eceran top di dunia. Lukisan imajinernya kemudian dia perluas dengan memotong foto-foto dari penjual top merek-merek mobil yang dia jual. Foto-foto tersebut ditempelkan di dinding kantornya. Kemudian dia membuat lukisan imajiner lagi tentang bagaimana mengalahkan rekor penjualan mereka dan memastikan namanya masuk dalam Guiness Book of records. Terbukti benar, Joe Girard berhasil melampaui semua penjual top dunia tersebut dan masuk dalam Guiness book of the records sebagai “Penjual terbesar di Dunia”.

Lukisan imajiner bisa diberlakukan dalam segala hal dalam rangka mencapai tujuan apapun. Misalnya ketika ingin langsing, Joe membuat lukisan imajiner dirinya sedang memakai jas terbaik dengan potongan ramping yang pas di badan. Dengan lukisan imajiner itulah Joe berusaha hidup sehat dan olah raga dengan teratur. Lagi-lagi Si Pemenang Joe berhasil membentuk tubuhnya seperti lukisan imajiner yang dia ciptakan.

Mungkin tidak ada hasil penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa praktek membuat lukisan imajiner bisa memicu keberhasilan seseorang. Tapi mengingat hal ini selalu dipraktekkan oleh orang sekaliber Joe Girard, saya kira patut pula dicoba. Seperti kata penjual ulung itu, apapun impian Anda, pikirkan, lihat, dan wujudkan.


BERSAMBUNG.......baca Kita Sukses Ala Joe Girard (Bagian 2)

Parepare, 05 11 2015
Nur Islah

5 komentar:

  1. kayaknya saya termasuk dalam kategori orang-orang yang mengikuti arus, mengikuti arah kaki melangkah, mengikuti kemana nasib membawanya mbak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mulai membuat tujuan :-)

      Hapus
  2. Sangat menarik cerita si Joe Girard ini. Ditunggu lanjutanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba arinta..ntar ditulis kelanjutannya

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis