14 Okt 2015

Gathering Rusuh di Pulau Dutungan

Setiap tahun kantor saya mengadakan gathering karyawan. Acara kumpul-kumpul tahunan, yang tujuannya selain untuk lebih mempererat hubungan silaturahmi, juga penyegaran untuk karyawan yang jenuh mengejar target sepanjang tahun.

Tahun-tahun sebelum tahun ini, saya tidak bisa ikut, maklum sudah mamak-mamak. Kalau bukan karena sedang hamil, pasti saya tidak bisa ikut pakai alasan anak masih baby. Tambahan pula gathering karyawan tahun-tahun sebelumnya selalu saja tempat tujuannya keluar daerah yang jauh, pakai acara naik pesawat segala. Jadilah saya hampir tidak pernah ikut gathering tahunan itu.

Tahun ini, lokasi yang dipilih adalah Pulau Dutungan, hanya berjarak 30-60 menit perjalanan dari Parepare. Akhirnya saya bisa menyempatkan diri untuk ikut. Beruntungnya anak-anak sangat dekat dengan bapaknya, anak bapak tidak keberatan ditinggal pergi sebentar 2 hari.

****

Dutungan adalah sebuah pulau kecil di daerah Pallanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Dari daratan Pallanro, hanya perlu berperahu motor kurang dari 10 menit untuk tiba ke sana. Dibayanganku Pulau Dutungan adalah pulau yang gersang, pulaunya tidak berpohon sama sekali, ataupun kalau ada pohonnya, paling-paling hanya ada pohon kelapa. Sejak disebut menjadi tempat gathering tahun ini, bawaan menjadi kurang semangat saja membayangkan harus menghabiskan waktu berpanas-panas di pulau. Ternyata tidak demikian, Pulau Dutungan cukup rimbun, banyak pohon untuk berteduh. Malah ada hutannya, walaupun hutan di Dutungan kebanyakan isinya pohon jati dan pohon mangga.

Hutan jati
pohon mangga
 
Indah kan?

Di pulau Dutungan sudah tersedia mushalla, rumah-rumah mini yang disewakan, WC, dan banyak tempat sampah. Kabar bahwa air bersih di sana terbatas juga tidak terlalu kami rasakan kesulitannya. Selain karena di Dutungan juga tersedia air bersih, panitia gathering juga membawa air bergalon-galon (pakai galon air minum) sebagai persiapan kalau-kalau kehabisan air.

****
Hari pertama

Peserta gathering di bagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok memakai gelang dengan warna berbeda-beda. Saya sendiri kebagian kelompok yang memakai gelang hijau terang. Setiap kelompok wajib membuat yel-yel, yang akan dinilai keseruan dan kekompakannya. Karena yel-yelnya dirancang menit itu juga, dengan waktu yang terbatas pula, yel-yel yang ditampilkan masing-masing kelompok lumayan hancur, apalagi di grup saya yang kreatifitas personilnya mati suri XD


Yel-yel grup sebelah XD
Setelah beryel-yel ria, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan voli. Tentu saja yang ikut cuma kaum prianya, kami kaum wanita yang berkulit lembut nan halus melipir ke musholla. Sholat dan tidur siang di situ.
Pertandingan voli

Agak sore, panitia menunjukkan masing-masing kamar kami. Berempat saya, mba Dyah,Irma, dan Audrah ditempatkan di rumah/kamar paling ujung. Penampakan rumahnya gimana? Dari luar sih agak bagus, tapi sayangnya di dalam berdebu, sepertinya jarang di sapu, trus lampunya tidak menyala setiap saat, karena listrik di sana pakai genset, listrik dinyalakan setelah magrib sampai subuh.
tempat nginapku

Kami sedang ngaso di kamar, ketika teman-teman sudah banyak yang main di sekitar dermaga. Karena risih dan agak jijay-jijay gitu melihat penampakan perut-perut gendut bersiliweran hanya memakai kolor, saya dan Mba Dyah ke dermaga setelah beberapa dari mereka mulai bosan main di laut, jadi tidak terlalu ramai. Kami sempat merasakan snorkeling menjelang magrib. Ternyata kegiatan snorkeling itu asyik juga. Bisa melihat karang-karang di bawah laut, cukup dengan mengapung saja. Sayangnya karena sudah masuk magrib, acara snorkelingnya jadi sangat singkat.

Parade Perut

Tempat kami snorkeling
****

Setiap waktu makan tiba, panitia akan membunyikan sirine. Itu tanda kami harus siap-siap ke ruang makan, tempatnya di sebuah aula besar. Tidak boleh telat jika sirine sudah bunyi. Bukan apa-apa, berapapun banyaknya makanan yang tersedia di situ pasti ludes, jika telat sedikit bisa-bisa cuma dapat kuah coto XD.
Dinner time

Setelah kampung tengah terisi full oleh coto, ayam bakar, sate, dll, kami berkumpul di lokasi api unggun. Sayang sekali acaranya kurang greget di bagian ini, setelah pembagian door prize, nyanyi-nyanyi sambil mengelilingi api unggun, kebanyakan acara di isi dengan hiburan dari beberapa penyanyi. Karena bukan penggemar lagu dangdut, saya dan nona-nona yang lain menjauhi keramaian. Kami ke dermaga menikmati angin malam.
nyanyi bareng lagu "kemesraan"

dapat flash disc heboh begini yah

Hari kedua

Ada 3 acara di hari kedua ini..tarik tambang, permainan oper piring berisi tepung, dan pembagian hadiah. Tarik tambang berlangsung alot, semua unjuk kekuatan, semua semangat untuk memperebutkan kotak hadiah yang besar. Sampai beberapa teman menunjukkan tangannya yang lecet karena nariknya terlalu semangat.
semangat 45 memperebutkan hadiah besar

Di games yang kedua, acara berlangsung kacau balau. Seharusnya games oper piring prosesnya begini; Dua grup diadu. Masing-masing grup terdiri dari 5 orang, sebuah ember berisi tepung di letakkan di depan masing-masing grup. Setiap grup harus berlomba menghabiskan isi ember itu, dengan cara mengoper tepung ke belakang memakai piring.



Tapi yang terjadi adalah…belum juga berapa lama berlangsung, tiba-tiba games berubah rusuh. Entah siapa yang memulai, piring berisi tepung disiram langsung ke kepala teman, semua peserta ikut-ikutan melempar tepung. Parahnya lagi yang menjadi penonton pun kena lemparan tepung. Jadilah kami berlari sekencang-kencangnya, menghindari siraman tepung dari perusuh.
saya curiga yang bawa ember ini provokator perusuhnya

pasrah di siram tepung

dikejar sampai dapat

Kerusuhan mulai mereda, waktunya pembagian hadiah. Masih dengan tepung yang menempel di badan, semua orang disuruh kumpul per kelompok. Karena menang pertandingan voli, kelompok saya kebagian juara ketiga. Melihat semua kotak hadiah sudah terbagi, ketua panitia paham kalau kami-kami penasaran dengan isi hadiahnya (soalnya besar bo’), masing-masing kelompok kemudian disuruh buka hadiah di tempat. Daaannn ternyata sodara-sodara…. isinya nab*ti, bengb*ng, Choc*latos dan cemilan-cemilan sejenisnya!!! Cuma kotak untuk hadiah juara 1 yang isinya agak keren sedikit, coklat batang Ch*ngky bar XD. Jadilah kerusuhan terulang lagi. Isi kotak hadiah di lempar keudara dan diperebutkan dengan ganas bhahahaha.
hadiah lomba yang bikin rusuh lagi

Tapi walaupun hadiah lomba cuma dapat hadiah cemilan, semua peserta membawa pulang hadiah door prize. Ada yang dapat rice cooker, setrika, power bank, pembersih helm, kipas angin dan banyak lagi. Kalau saya dapat flash disc, padahal dari awal ngincar power bank xiaomi-nya.
semua senang dapat door prize
foto-foto sebelum pulang
anak gadis disarang penyamun :p

Acara gathering yang saya ceritakan ini berlangsung tgl 22-23 Agustus 2015 kemarin. Postingan super telat ya. Mudah-mudahan gathering tahun depan di Bandung jauh lebih seru…aminnnn

Lokasi: Pulau Dutungan, Pallanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru
Biaya : Sewa perahu motor Rp.30.000 per orang

Parepare, 14 10 2015
Nur Islah

15 komentar:

  1. Mbak, poto2 nya bagus banget. Pake kamera apa?
    Pasti fresh lagi ya setelah gathering. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini pengen refreshing lg sih sebenarnya hehehe, beberapa pinjaman photo dari mas ajie (tmn ktr), beberapa foto dari kamera hp xiaomi juga mba

      Hapus
  2. keren banget ini tempatnya mak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, tempatnya menarik, kapan2 sy mau ajak suami kesana spy bisa snorkeling sepuasnya

      Hapus
  3. Hahaha rusuh dan rame ya.. Tempatnya juga bagus banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rusuh bin heboh, untungnya saya ndk sempat kena tepungnya hehehe

      Hapus
  4. Seruuuuuuuuuuuu :D
    Ini pulau milik perseorangan yah? Kan katanya di Barru ada pulau milik orang ...

    EH ikutan proyek antologi IIDN Mks, ya ... cerita ttg pulau ini bisa dimasukkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan seru. sepertinya pulau ini dikelola swasta memang kak. iye insya Allah

      Hapus
  5. Eh, iya. Rusuh beneran.

    Hihihii
    Seru.
    Jadi inget getring kantor jaman dulu

    BalasHapus
  6. Huahh ternyata keren skali tempatnya.
    Sy oernah mau ke dutungan island
    Tp cm sampe dermaga karena audah gak ada perahu
    Sudah kesorean T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, keknya ada batas waktu jam menyebrangnya memang. Kalo dirimu mau ke sana lagi saya siap diajak :p

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. asyiknya ehh
    dilihat dari foto-fotonya, kayaknya bikin asyik dan kebawa suasana

    BalasHapus
  9. Hihih tempat bener bener cocok buat refreshing yang rame rame ya :D hehe, ada outbound yang bikin pengen ikut deh

    BalasHapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis