Pages

25 Apr 2016

Review Buku: The Noticer (Sang Pencipta Keajaiban)

Review Buku-The-Noticer (Sang Pencipta Keajaiban)

Laki-laki itu bernama Jones. Paling tidak, begitulah aku memanggilnya. Bukan Mr Jones…, hanya Jones. Ia memanggilku “anak muda” atau “Nak”. Dan aku juga jarang mendengarnya memanggil orang lain dengan nama. Selalu Anak Muda atau Nak.

The Noticer (Sang Pencipta Keajaiban). Tokoh utama buku ini adalah Jones, orang tua yang selalu menenteng koper usang berwarna cokelat, koper ini yang jadi ikon pada sampul buku The Noticer. Jones terlihat selalu memakai pakaian yang sama, kaos oblong, jeans dan sandal jepit yang sama.

Cerita diawali dengan perjumpaan pertama Andy Andrews si penulis dengan Jones. Andy hidup sebatang kara, ayah dan ibunya sudah meninggal, sebagai pemuda umur 23 tahun yang kesepian dan tak mempunyai rumah, Andy merasa hidupnya sangat malang. Saat Andy menangis di sebuah lubang galian besar yang dianggapnya rumah, sebuah tempat di pinggir pantai tempat dia menaruh beberapa bajunya, Jones datang menyurunya naik “ ke sinilah Nak..Beranjaklah ke tempat yang terang”.

Jones mengajarkan Andy untuk mengubah perspektif. Dia juga memaksa Andy membaca 3 buku biografi, dan mengganti lagi dengan 3 biografi baru beberapa hari kemudian. Andy ternyata menyukai buku-buku tersebut, kemudian oleh Jones, Andy disuruh mengambil dan mengembalikan sendiri buku-buku itu ke perpustakaan.

Kedatangan Jones mengubah Andy Andrew menjadi orang yang baru. Singkat cerita sekarang Andy menjadi penggemar buku, dia telah membaca 200 buku biografi orang-orang sukses. Dia memetik banyak hal bermanfaat dari buku-buku itu dan menyaring 7 kesamaan prinsip dasar orang-orang sukses yang sudah dibacanya, menerapkannya di kehidupan pribadinya, dan terakhir menuliskannya dalam sebuah buku berjudul The gift’s Traveler (Buku ini langsung masuk wish list item).

Berkat nasihat Jones, Andy bisa menjadi orang yang sukses. Andy menempatkan Jones sebagai orang yang istimewa di hatinya. Ketika Andy menikah, anaknya lahir, atau acara-acara penting lain di kehidupannya, dia selalu menginginkan Jones ada di bangku terdepan di meja undangan. Andy berusaha mencari Jones, tapi dia tidak menemukannya, sosok itu hilang bak ditelan bumi. Sampai suatu ketika Andy masuk ke restoran langganannya di masa lalu, dia menemukan Jones dengan penampilan persis seperti awal dia bertemu.

Bab-bab selanjutnya menceritakan bagaimana Jones mengubah hidup banyak orang dengan nasihat-nasihatnya. Satu bab tentang sepasang suami istri yang hampir bercerai, dia rujukkan dengan nasihat menyentuh. Suami dan istri itu sebenarnya saling mencintai, tapi dialek cinta mereka berbeda, perlu kemauan dari kedua belah pihak untuk mempelajari dialek baru diluar dialek yang mereka punya.

Bab-bab lain berisi cerita Jones menyelamatkan hidup Walker dari kecemasan, menasihati anak-anak muda tentang bagaimana memilih pasangan, membangkitkan gairah hidup Willow si nenek yang merasa masa tuanya tidak berguna, mengubah cara Henry berbisnis, dan masih banyak lagi. Hampir semua orang di kota yang mengenal Jones akan menyayanginya dan merasa sangat berutang budi atas nasihat-nasihat yang mengubah hidup mereka. Nasihat dari seorang Jones, seorang gelandangan bermata jernih yang mengajarkan pentingnya “perspektif” telah mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik.

Buku ini jenisnya Faksi. Gabungan antara fiksi dan non Fiksi. Saya kurang tahu bagian mana dalam buku ini yang rekaan, mungkin tentang sosok Jones yang sangat misterius, yang bisa muncul dengan penampilan yang sama seperti puluhan tahun yang lalu. Saya juga bertanya-tanya apa benar semua nasihat pak tua Jones adalah karangan Andy Andrews, nasihat-nasihat Jones terasa nyata, saya sulit mendeskripsikannya, membuat saya manggut-manggut, menutup buku sejenak dan menghela nafas, dan belakangan bahkan kadang-kadang merasa Jones menasihati saya langsung.

Tidak ada yang tidak saya sukai di buku ini, cara bercerita, cara menasihati, pengandaian semuanya saya suka. Mungkin kekecewaan hanya pada bagian kenapa bukunya tipis, tidak sampai 200 halaman. Trus kenapa di bagian akhir Jones harus menghilang, hanya meninggalkan kopernya yang ternyata berisi banyak bungkusan benih dan surat ucapan selamat tinggal.

5 bintang untuk buku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis