Pages

11 Apr 2016

Gebyar Pesta Buku Gramedia

Gebyar Pesta Buku Gramedia. Sepulang dari kantor, saya ke Gebyar Pesta Buku Gramedia di Masjid Islamic Center. Di samping bangunan utama masjid, terdapat ruangan besar yang multifungsi, bisa sebagai tempat resepsi pernikahan, bisa juga jadi tempat pameran seperti yang diadakan Gramedia sekarang. Seingat saya hampir tiap tahun Gramedia menyewa tempat ini, maklum kota kecil, belum ada toko buku yang lengkap. Jadi wajar jika Parepare menjadi salah satu tempat pelaksanaan program tahunan toko buku terbesar di Indonesia itu.
 
Hampir tiap tahun diadakan, tiap tahun pula saya jadi pengunjung. Buku-buku di sana diskon sampai 70%. Tapi ya namanya diskon, biasanya yang ditawarkan adalah buku-buku kurang laku, yang sudah lama di gudang. Tapi tenang saja, yang dijual di sini tidak semua buku begitu, kalau ogah dengan bacaan diskonan, buku-buku best seller juga ada kok di tempat ini, cuma saja tetap dijual dengan harga normal. Buku anak-anak juga melimpah, mulai dari buku mewarnai, buku cerita, dan buku-buku edukasi. Rata-rata buku untuk anak diobral dengan harga murah.
Gebyar-pesta-buku-gramedia
suasana Gebyar Pesta Buku Gramedia
 
Yang saya sukai di tempat ini, saya bisa membaca sepuas hati. Saya boleh duduk bersila, membaca buku tanpa ada yang menegur, beda kan dengan Gramedia di mall, membaca buku harus sambil berdiri, bikin kaki pegal.
 
Di toko buku, selalu saja waktu terasa cepat berlalu, tiba-tiba saja sudah mendekati magrib, saya memutuskan membeli 3 buah buku, 1 buku berharga normal, 2 buku diskon. Di depan meja kasir, mbak yang melayani bilang begini  “Ibu mau ikut lomba meraup buku? kelipatan seratus sudah bisa ikut”
 
“Bagaimana caranya?” radar langsung menyala
 
“Jadi ibu kalau belanja 100 ribu bisa catat nama di sini, sebentar jam 8 malam kami undi”
 
Boleh juga, belanjaan saya lebih dari itu. Jadi saya menuliskan nama, alamat dan nomer telepon di sebuah kertas kecil yang kemudian dipilin sama mbak kasir, lalu dimasukkan ke dalam bekas gelas air kemasan. Saya lihat kertas undian belum seberapa, kans untuk menang ada nih.
 
Setiba di rumah, saya dan Pap Nay ngobrol tentang undian ini. Kami memutuskan datang lagi sebentar malam. Saya mengambil beberapa buku koleksi di lemari, saya hambur di atas kasur. Saya berlatih meraup buku, benar-benar niat :D
 
Setengah 8 malam, kami berangkat. Kali ini saya memboyong 2 krucil. Setiba di sana, seperti biasa, anak-anak saya tidak bisa membedakan tempat, semua ruang lapang sama bagi mereka, semua adalah arena bermain. Kakak adek segera berlari setelah pintu mobil dibuka, mereka lari, lompat dari panggung, membuka buku, membawanya lari, menyimpan lagi, dan lari lagi. Kelakuan mereka membuat emaknya sering dilirik manja oleh bapak sekuriti.
 
Pukul delapan sudah berlalu, saya mulai gelisah, kok panitianya tenang-tenang saja, tidak ada tanda-tanda acara meraup buku akan dimulai.
 
“Mas, acara meraup bukunya dimulai jam berapa ya?”
“Jam 8 bu”
“ini sudah setengah sembilan lho”
Kami bela-belain datang demi raup buku itu!” batinku
 
Mas itu lalu diskusi sama temannya. Tak lama kemudian mereka melakukan pengundian.
 
Sebenarnya panitia mencari tiga orang peserta untuk bermain, tapi dari tiga nama disebut hanya satu orang yang hadir. Jadi diputuskan mencari satu orang lagi sebagai lawan. Setelah mengundi yang ke empat kalinya, Alhamdulillah nama saya disebut.
 
“Pak, pemainnya bisa diwakilikah?” tanya saya sama panitianya.
“boleh bu” kata dia
 
Jadilah Pap Nay mengganti saya mengikuti permainan meraup buku itu. Rupanya cara bermain tidak seperti perkiraan kami sebelumnya. Ini bukan lomba meraup buku, tapi lomba lari membawa buku, mungkin maksud “meraup buku” itu adalah pemenang boleh meraup semua buku yang berhasil dia kumpulkan. Latihan di rumah tadi sia-sia.
 
Jadi cara mainnya begini: Peserta yang hanya 2 orang terpilih ini berdiri berjejer, mereka harus adu kecepatan berlari mengambil buku satu persatu dan menyimpannya ke tempatnya berdiri tadi. Perlombaan berlangsung 1 menit saja. Peserta yang mengumpulkan buku terbanyak yang jadi pemenang. Untung bukan saya yang main, kebayang capeknya.
 
Lawan Pap Nay seseorang yang lebih muda dan gesit, dia berhasil mengumpulkan 11 buku, sedangkan hubby saya hanya mengumpulkan 9 buku.
 
 “Tadi itu saya tidak lari maksimal Ma” kata suami saya mengklarifikasi tanpa diminta.
 
Saya senyum mengiyakan.
 
Pemuda yang menang tadi oleh juri diumumkan boleh membawa pulang semua buku yang berhasil dia ambil saat lomba. Pap Nay karena juara 2 hanya boleh memilih 3 dari 9 buku. Setelah mempertimbangkan judul dan harga, dipilihlah 3 buku yang paling mahal di antara yang termurah itu. Iya, buku yang dijadikan lomba raup buku tentu bukan buku-buku hits yang biasanya ada di meja best seller. Kebanyakan buku-buku panduan aplikasi komputer, teenlit atau buku-buku tipis tentang makanan sehat. Ada juga buku-buku yang judulnya tentang KUHP, yang ini tentu saja tidak saya pilih, kecuali saya mau nonton debat kusir tentang hukum di televisi, mungkin boleh juga hahaha.
Gebyar-pesta-buku-gramedia
2 bocah main kejar-kejaran di panggung
 
Salah satu buku gratis yang kami bawa pulang menjadi kesukaan Naylah, buku tentang buah dan sayur yang berbahaya. Mungkin dia menyukainya untuk cari-cara alasan supaya tidak makan sayur :D
 
Selain lomba meraup buku, anak-anak kita juga bisa ikut berpartisipasi. Oleh Gramedia telah dijadualkan lomba Kolase (tgl 14 April 2016), lomba mewarnai (tgl 17 April 2016), dan lomba fashion show (tgl 23 April 2016). Hadiahnya berupa uang tunai, maaf saya lupa tanya nominalnya.
 
Acara Gebyar Pesta Buku Gramedia ini berlangsung cukup lama, tgl 01-30 April 2016. Jadi masyarakat Parepare dan sekitarnya bisa datang kapan saja di periode itu. Saran saya sebaiknya datang di malam hari sekitar pukul 19.00, jadi kita punya waktu sejam memilih buku, dan bisa langsung mendaftar untuk mengikuti lomba meraup buku saat itu juga. Lumayan kan, bisa olah raga, dapat buku gratis pula.
 
#AyoBacaBuku

8 komentar:

  1. Tumpukan bukunya masih rapi2. Kalo di bogor udah berantakan, susah nyarinya. Buku saya ada gak mba? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin sempat cari2 jg buku teman2, tp blom ketemu mbak :-)

      Hapus
  2. Wah kalo di kota saya tuh mbak yang begitu tuh jarang banget ada, tidak tahu mengapa :)

    BalasHapus
  3. Waaaah serunya sampe ada lombanyaa. Aku suka ikut shocking sale juga yang di gramedia matraman. Kalu dah liat diskonan buku langsung kalap. Hihihi. Ini Islamic center di daerah mana ya Mbak..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss kita mbak..lokasi di Parepare-sulsel

      Hapus
  4. Waah asyik ya ada seperti itu di Pare-Pare. Untung juga bisa diwakili sama Pap Nay yah ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye kalo tidak mungkin cuma bisa pungut sedikit buku :D

      Hapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis