Pages

31 Agu 2016

SMSbunda: Sebuah Upaya Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir

SMSbunda. Salah satu Tante mengandung anak kembar, sayang sekali anaknya lahir jauh sebelum waktunya dan meninggal. Masih jelas terbayang di ingatan saya, bagaimana dua orok dengan posisi melengkung saling berhadapan diletakkan di baskom besar. Kedua bayi sudah berbentuk sempurna sebagai manusia, dengan ari-ari, air ketuban dan darah bercampur baur di tubuh mereka. Ingatan akan mereka lumayan lama terpatri di kepala dan menghantui mimpi-mimpi saya di malam hari.

Beberapa tahun setelahnya Tante tersebut hamil lagi. Tidak ada masalah yang berarti saat hamil. Ketika tanda akan melahirkan mulai muncul, Tante dibawa ke rumah sakit terdekat. Saya tidak tahu pasti ada masalah apa, yang jelas Tante kemudian dirujuk ke rumah sakit di Makassar. Di tengah perjalanan ke rumah sakit, keadaannya memburuk, tiba-tiba beliau mengucapkan pesan kepada suami agar menjaga ibunya sepeninggalnya nanti. Seusai mengucapkan pesan terakhir tersebut Tante saya menutup mata selamanya.

Kematian Tante sungguh indah, Insya Allah syahid, karena meninggal saat berjuang melahirkan. Sungguh banyak orang yang melayat, puji-pujian tak berhenti mengalir dari bibir mereka yang datang, betapa mereka mengenang Tante saya sebagai pribadi yang baik hati dan murah senyum.

Keluarga tidak bisa menahan air mata, melihat anak bungsu almarhumah, duduk tenang di pangkuan neneknya. Dia masih balita, belum mengerti bahwa ibu yang sepanjang hari bersamanya kemarin, tidak akan ada lagi selamanya.

Masih menyangkut kematian ibu hamil, beberapa bulan lalu teman saya bercerita. Sepupunya yang sedang hamil tua meninggal dunia, penyebabnya karena sang ibu terkena penyakit cacar yang sangat parah. Saking beratnya penyakit tersebut, sampai-sampai sudah menjangkiti organ dalamnya. Kata teman saya lagi, sepupunya itu meninggalkan 3 anak yang semuanya masih kecil-kecil.

Memang dari semua, yang paling merasakan penderitaan akibat kematian ibu adalah anak-anaknya. Masih untung jika ada kerabat dekat yang mengasuh mereka, seperti nenek, tante atau kakak yang sudah dewasa. Salah satu dari kerabat tersebut bisa mengambil alih fungsi ibu, merawat dan membesarkan anak malang yang ditinggal mati ibu tercinta.

Kematian karena melahirkan seperti yang dialami Tante dan sepupu teman pada cerita di atas sangat banyak terjadi di Indonesia. Karena tingginya tingkat kematian ibu hamil, sampai-sampai Indonesia mendapat predikat sebagai negara dengan tingkat kematian ibu hamil tertinggi se Asia Tenggara. Tercatat 2 orang ibu hamil meninggal setiap hari, itu baru di Jawa tengah saja. Jika ditotalkan, di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 9.600 ibu meninggal karena gangguan kehamilan dan melahirkan, sedangkan kematian bayi mencapai 66.000 dalam kurun waktu satu tahun saja.

Penyebab angka kematian ibu melahirkan terjadi karena bermacam-macam sebab, namun tiga penyebab utamanya adalah karena pendarahan, hipertensi dan Infeksi. Sebenarnya semua ganguan kehamilan bisa diatasi jika dideteksi dan ditangani sejak dini. Sayangnya banyak ibu hamil tidak memperhatikan gejalanya. Atau bisa jadi mereka sadar, tapi karena minim pengetahuan makanya tanda bahaya kurang cepat ditangani. Belum lagi jika ibu-ibu hamil berasal dari kelurga kurang mampu, seringkali mereka mengesampingkan kontrol rutin ke bidan atau puskesmas terdekat. Mereka lebih banyak menggunakan waktu mencari nafkah atau kegiatan lain yang bernilai ekonomi.

SMSbunda

Dengan latar belakang tingginya angka kematian ibu dan bayi tersebut, Jhpiegoo dengan dukungan GE Foundation mengembangkan pelayanan berbasis sms. Targetnya adalah para ibu hamil, ibu yang baru saja melahirkan, dan mereka yang jarang bersentuhan dengan pelayanan kesehatan. Tujuannya sangat mulia, agar semua ibu hamil di berbagai lapisan masyarakat bisa mendapatkan layanan informasi mengenai kehamilan, paska melahirkan dan tata cara pengasuhan bayi sampai berumur 2 tahun.
SMSbunda akan mengirimkan informasi kepada ibu langsung ke telepon genggamnya. Informasinya tentu saja dapat dipercaya, berisi informasi tentang kehamilan dan masa nifas, serta bagaimana menangani anak baru lahir. SMSbunda juga mendorong para ibu untuk selalu terhubung dengan sistem kesehatan. Usaha promotif dan preventif tentang pencegahan kematian akibat kehamilan dan melahirkan serta tata cara pengasuhan anak baru lahir lewat sms adalah ide yang brilian, patut diacungi jempol. Seperti kita tahu bersama, Indonesia adalah negara berpenduduk terbanyak ke 4 di dunia, handphone hampir dimiliki oleh semua kalangan. Sekitar 308.2 juta rakyat Indonesia sudah memiliki telepon genggam.

Di kota saya menetap, Parepare, usaha mensosialisasikan SMSbunda sudah dilakukan sejak sekitar 4-5 bulan. Poster-poster ajakan menggunakan layanan SMSbunda sudah banyak dipajang di puskesmas dan di rumah sakit, penggunanya pun sudah lumayan banyak.
Bagaimana cara mendapatkan layanan SMSbunda?
Sejak mengetahui tentang SMSbunda, saya langsung menyarankan kepada teman-teman yang sedang mengandung untuk segera mendaftar. Caranya mudah, cukup sms dengan cara, ketik SMSbunda dan kirim ke nomer 08118469468, kita akan segera mendapatkan balasan dari SMSbunda. Selanjutnya kita cukup membalas sms tersebut dengan menjawab data yang diminta, antara lain: tanggal perkiraan bayi lahir dan kota tempat tinggal.


Contoh sms melalui SMSbunda
Sesederhana itu. Ibu hamil akan resmi tercatat sebagai ibu yang akan mendapatkan informasi berkala, antara lain tentang apa saja tanda-tanda bahaya kehamilan, asupan gizi apa yang seharusnya dikonsumsi ibu hamil, mengingatkan jadwal kontrol rutin, dan pesan-pesan lain seputar perawatan kehamilan. Tidak hanya sampai di situ, SMSbunda akan mengawal ibu-ibu sampai melahirkan dan mengasuh anak mereka sampai berumur 2 tahun. Keren kan?

Bagaimana biaya smsnya?
Jangan khawatir, ibu-ibu hanya dikenakan biaya sms dengan tarif normal saat pendaftaran saja. Selanjutnya sms yang diterima gratis sampai anak berumur 2 tahun.

Implementasi dan saran-saran

Dalam sebuah wawancara, beberapa staf KIA puskesmas di Parepare mengakui bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya SMSbunda ini. Setelah implementasi SMSbunda, para ibu hamil yang berkunjung memiliki lebih banyak pertanyaan terkait kehamilan daripada sebelumnya.

Bidan Nursanti Ramli, salah seorang bidan kordinator di Puskesmas Lakessi Kota Parepare mengatakan bahwa SMSbunda sangat bermanfaat, membantu tugas mereka menyampaikan informasi kepada pasien. Info yang ibu hamil dapatkan dari SMSbunda, bisa dikonsultasikan lebih lanjut saat kunjungan ke puskesmas atau bidan. Demikian pula sebaliknya apa yang terlupakan oleh bidan bisa didapatkan infonya dari SMSbunda.

Karena masih baru, masih ada saja hal yang terasa perlu perbaikan, penulis menghimpun masukan dari berbagai sumber baik dari pengguna maupun dari staf rumah sakit dan puskesmas yang banyak bersentuhan dengan layanan ini, antara lain:

1. SMS masih satu arah

Ibu hamil hanya menerima informasi melalui sms masuk. Semoga kedepannya sms bisa diaplikasikan 2 arah. Karena manusia adalah makhluk yang unik. Kebutuhan dan masalah yang dihadapi setiap ibu hamil berbeda-beda. Alangkah baiknya jika pendaftar bisa mengajukan pertanyaan dan mendapat balasan lewat sms. Tentu saja dengan tidak lupa mengingatkan ibu hamil agar segera mengkonsultasikan masalahnya kepada bidan atau dokter terdekat.

2. Lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat

Jika tadinya SMSbunda sudah disosialisasikan lewat radio, TV, internet dan media sosial, sebaiknya metode sosialisasi ditambah, dengan cara yang langsung menyentuh masyarakat umum, seperti lewat masjid-masjid, gereja, atau tempat perkumpulan-perkumpulan warga yang lain.

3. Konten sms ditambah

Edukasi yang disampaikan melalu sms dibuat lebih banyak dan lebih sering jika membahas masalah-masalah kehamilan dan merawat bayi, utamanya lebih detail menginformasikan tanda-tanda bahaya kehamilan.

4. Dibuat sebuah aplikasi SMSbunda untuk android yang user friendly.

Seperti kata orang bijak “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Mari kita mengajak saudari, tetangga, dan masyarakat sekitar kita agar menggunakan layanan SMSbunda, agar informasi yang mereka dapatkan bisa menjadi langkah awal tindakan preventif agar kehamilan bisa berjalan lancar sampai melahirkan.

16 komentar:

  1. insyaAllah, tantenya khusnul khatimah mbk, amiinn
    alhamdulillah ada smsbunda, membantu bgd ya mbk buat ibu hamil, nambh pengtahun,dpet informasi lebh mudah

    BalasHapus
  2. kematian tante Mba Islah mengingatkan saya dengan kematian sahabat saya, bedanya sahabat saya meninggal beberapa hari setelah bayinya lahir :(
    semoga dengan adanya layanan smsbunda ini angka kematian ibu dan bayi baru lahir bisa ditekan yah, amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo teman mba Ira..berarti masih muda ya..

      Hapus
  3. Sungguh, SMSBunda ini sangat bermanfaat. Semoga semakin banyak para ibu yang memanfaatkannya, bahkan suami juga penting untuk mengetahui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas..ayo dishare keteman2 yang lain tentang SMSbunda ini

      Hapus
  4. waah program yg bermanfaat banget niih apalagi klo bumilnya jauh dr akses langsung ke tenaga eksehatan atau rumah sakit yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba..salah satu targetnya masyarakat yang jarang tersentuh layanan kesehatan

      Hapus
  5. tak save ah nomornya, penting untuk kaum ibu nih

    BalasHapus
  6. Wah bermanfaat sekali ya, waktu saya hamil dulu belum ada layanan sms ini. Jadi memudahkan untuk para bumil untuk dapat info seputar kehamilan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, sy pun hamil 4 th lalu blom ada. Untungnya waktu itu rajin kontrol, jadi kl ada apa2 cepat diatasi

      Hapus
  7. Boleh nih mbak direkomendasikan ke tetangga saya soalnya ada yang mau melahirkan bentar lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang nurul, berbagi informasi yang bermanfaat kan pahala juga ya :)

      Hapus
  8. Artikelnya sangat mencerahkan :) saya yang juga sedang belajar tentang ibu hamil jadi lebih banyak tahu :) terima kasih ya mbak infonya dan semoga sukses selalu
    salam sayang

    BalasHapus
  9. mbbaaa baca ceritanya :(insyaAllah smuanya khusnul khatimah


    dan infonya menarik ini, krn memang masih banyak jg ibu di daerah blm tersentuh internet meski sudah punya hp. ada inovasi dalam bentuk sms yang lbh mudah.

    BalasHapus

Ada palekko ada kanse
Disantap dengan sambal cobek tumis
Leave any comment please
Yang penting tidak bikin penulis meringis